<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281</id><updated>2011-12-19T15:47:11.396-08:00</updated><category term='Kesehatan'/><category term='Pendidikan Anak'/><category term='Tahukah Anda'/><category term='Muslimah'/><category term='Akhlak'/><category term='Spirit'/><category term='Renungan'/><category term='Opini'/><category term='Remaja'/><category term='Menejemen Qolbu'/><category term='Artikel'/><category term='Pendidikan'/><category term='Nikah'/><category term='Kisah Mualaf'/><category term='Kisah'/><category term='Tanya Jawab'/><category term='Tafakur'/><category term='Sihir'/><category term='Ibadah'/><category term='Aqidah'/><category term='Fiqih'/><category term='Keutamaan'/><category term='Keluarga'/><category term='Berita Islam'/><category term='Kisah Nyata'/><title type='text'>Al Fatih</title><subtitle type='html'>Jendela Dunia Islam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>107</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-3878769110758996046</id><published>2011-06-13T03:06:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T03:06:33.481-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Anak Adalah Anugrah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="mediaWrapper" id="containerMedia"&gt;         &lt;div id="zoomedInMenuContainer"&gt;          &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="menuBar hover" id="zoomedInMenu"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;    var smc = StyleGuideMenuController.getInstance();    smc.bindHandler("zoomedInMenu");&lt;/script&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="menuTrigger "&gt;             &lt;div id="imageEnvelope"&gt;                 &lt;div id="fullSizeContainer"&gt;                     &lt;span id="scaledPercentage" style="display: none;"&gt;100%&lt;/span&gt;                                             &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="imgEnv" id="imgEnv-fullSizedImage" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;img alt="Anak soleh" class="media" galleryimg="no" id="fullSizedImage" src="http://i1223.photobucket.com/albums/dd516/murabbiy/Islam/anak-soleh.jpg?t=1303517716" style="height: 423px; width: 500px;" /&gt;                                &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="mediaContainer" id="mediaContainer" style="padding: 0px;"&gt;                                                      &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Mendidik anak adalah sebuah seni yang menarik namun sangat  memerlukan ilmu. Paduan yang pas dan seimbang antara ilmu, logika dan  perasaan, akan menghasilkan keteladanan dan panutan bagi sang anak. Hal  tersebut juga akan turut menentukan kualitas pertumbuhan,  kesehatan,serta kecerdasan mental atapun spiritual bagi sang buah hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas  orang tua pada intinya adalah mengenalkan anak agar mengerti tujuan  hidupnya&amp;nbsp; yaitu beribadah hanya kepada Allah Subhanahu Wata'ala.  Penghambaan diri itu dapat dilakukan melalui berbagai aktifitas  kehidupan. Katakan dengan bahasa yang mereka mengerti dan sesuai dengan  umur mereka, bahwa pengakhiran sebuah kegiatan, kerja, ataupun aktifitas  lain, dilakukan hanya untuk Ridho Allah semata. Dan seiring waktu,  ketika anak tumbuh dewasa, hal ini menjadikan anak tidak lagi gamang  menatap kehidupan, dimanapun, kapanpun, dan berpartner dengan siapapun.  Dia tak akan merasa rugi karena nilai mutlak sebuah pengabdian kepada  Allah adalah selalu berintikan kepada kebaikan. Ketika seorang anak  dapat sedikit demi sedikit memahami hal itu, maka tidak ada lain,  kecuali dia akan mengarahkan dirinya menjadi orang baik, dalam susah  maupun senangnya kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Keimanan juga menciptakan pribadi anak menjadi sosok yang mandiri.  Betapa tidak, keimanan membuatnya tidak lagi bergantung kepada makhluk  melainkan hanya Sang Penciptanya. Dengan penuh kesyukuran dia akan  selalu menggali potensi diri dan percaya bahwa dia mampu, walau saat  melangkah sendiri bersama tuhannya. &lt;br /&gt;Tak perlu dengan bentakan, tak perlu dengan kekerasan. Anak hanyalah  makluk yang belum tahu dan butuh proses untuk tahu. Memang perlu waktu  dan kesabaran untuk memberi tahu. Masihkah kita ingat ketika kita dulu  kanak- kanak, dan kehidupan sangat belum terisi dengan pengertian  tentang keadaan. Ya, seperti itulah keadaan mereka sekarang. Maka  percuma memahamkan mereka dengan kekerasan dan dan atau bentakan. Hal  itu justru akan membangun karakter keras dan pemberontak dalam diri  anak. Mengapa begitu? karena sejatinya anak hanyalah seperti spons  kering yang menyerap semua yang mereka lihat dan dengar dengan kemampuan  ilmu dan pengalaman yang minim sebagai penyaringnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  bahasakan perhatian kepada anugrah anda tersebut dengan bahasa kasih  sayang. lewat bahasa kasih sayang pada akhirnya dia juga akan belajar  perduli dengan sekitarnya. Lewat kasih sayang mereka belajar, simpati,  empati, dan atau belajar melakukan atau menghindari pekerjaan berikut  dengan pemahaman konsekuensi dari semua itu.&lt;br /&gt;Apapun keinginan dan cita- cita anda atasnya ungkapkan dengan kasih  sayang. Karena tidak ada ke khas an dari sebuah kasih sayang kecuali  hanya kebaikan. Kasih sayang bukan berarti tuntutan,walau kita sangat  menginginkan. Kasih sayang bukan berarti menyakiti, walau kita kadang  harus memberikan sedikit interupsi. Kasih sayang memahamkan anak atas  akibat dari sebuah situasi tanpa harus menakuti untuk terlibat  didalamnya. Kalau sudah begini, anak akan mampu beradaptasi dengan  berbagai lingkungan dan percaya diri dalam menentukan langkah hidupnya.&lt;br /&gt;Kasih sayang bukan berarti selalu melindunginya dari tantangan. Kasih  sayang justru menyadarkan anak agar belajar untuk memecahkan setiap  persoalan yang dihadapinya tanpa bantuan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemadirianpun  selanjutnya insyaallah akan terbentuk sebagai kepribadiannya. Dia tidak  mudah untuk bergantung kepada makhluk, bahkan kalau bisa dia yang  mengharuskan diri untuk menolong sesamanya.&lt;br /&gt;Benar- benar seorang anak adalah anugrah maka jagalah. Kehadirannya  mengubah hidup kita menjadi lebih berarti. Dia datang menawarkan hari-  hari baru yang lebih indah. Karena kehadirannya, kita juga belajar arti  tanggung jawab sebagai orang tua. syukurilah dengan menjaganya baik-  baik.&lt;br /&gt;Maka jangan salah dalam berinfestasi, dialah yang akan membawa  keuntungan dan kebahagiaan untuk kita, bahkan saat kita telah tiada.  Kenali dan akrabi karunia anda tersebut sehingga Allah benar- benar  melihat bahwa anda sedang dan memang pandai berterima kasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah  yang mengangkat tangannya untuk mendoakan kita saat kita telah tiada.  dengan bahasanya yang apa adanya, dia memohonkan keampunan atas semua  dosa- dosa kita bahkan saat cambuk malaikat mengenai kulit kita.&lt;br /&gt;Lihatlah diluaran sana, banyak sekali manusia yang memegang takdirnya  untuk tidak bisa memiliki anak, bahkan walaupun hanya seorang. Mungkin  dengan mudah Allah bisa mengganti peran mereka dengan anda, namun betapa  Allah sangat mengasihi anda, dia berikan kebahagiaan anda lewat  kehadiran tawa si kecil di rumah dan ruang hati anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak  adalah kertas putih yang siap untuk anda torehkan catatan atau apapun  didalamnya. Maka tuliskanlah yang baik- baik, sehingga ketika setelah  bertahun- tahun catatan tersebut dibuka, maka anda akan tetap terkenang  sebagai orang tua yang baik.&lt;br /&gt;Bila anda menjumpai kenyataan takdir bahwa sampai sekarang Allah  belum berkenan memberikan seorang anak keturunan darah daging anda,  hendaknya ingatlah kisah Nabi Zakaria a.s. Kisah beliau tentunya akan  menjadi motivator untuk terus berusaha dan berdoa. Apakah beliau  bersedih saat itu? Bahkan nabi zakaria pun sempat Nabi Zakaria a.s.  berkeluh kesah kepada Alloh tentang dirinya yang tidak mempunyai  keturunan.Beliau pesimis karena usianya sudah lanjut,tetapi yang membuat  beliau istimewa adalah beliau tidak&amp;nbsp; berputus asa dan terus berdoa  hingga kemudian Allah menunjukkan kebesarannya dan menghadirkan seorang  anak,seperti yang tertulis dalam Alquran surat Maryam:3-9.&lt;br /&gt;Berbesar hatilah dengan senyum dan pikiran bahwa tak semua hal  berjalan sesuai dengan yang kita kehendaki,bila ikhtiar dan doa telah  dilakukan namun belum juga membuahkan hasil,pasrahkan saja kepada  Alloh.KIta mengakui Allah sebagai Robb satu- satunya di jagad raya ini,  maka kitapun harus percaya bahwa sangatlah mudah bagi Allah bila  menghendaki saat ini kita langsung punya keturunan. Percayalah, Allah  punya rahasia dan skenario tersendiri atas kita, yang mungkin dengan  bahasa naturalnya manusia, kita tak akan mungkin paham atasnya. Namun  satu hal yang pasti, Dia adalah yang maha berkasih sayang, yang tentunya  tak akan mungkin mendholimi kita dengan semua kehendaknya.&lt;br /&gt;Tetaplah positif memandang hidup, jangan sampai keinginan mulia kita  untuk memiliki anak dan merawatnya malah mengubah kita menjadi jahat  karena sampai sekarang keinginan kita tersebut belum dipenuhi oleh  Allah. Kita ambil saja hikmahnya,kita menjadi lebih dekat  kepadaNya,menjadi lebih rajin beribadah.&lt;br /&gt;Percayalah, bahwa Allah Maha Menyayangi hambanya, suatu hari kita  akan mengerti maksud Allah meletakkan kita pada situasi sekarang. Allah  tidak akan pernah menyia-nyiakan doa Hambanya. Selama kita berdoa  insyaAlloh kita akan selalu diberi kebaikan dan keuntungan serta  diampuni dosa-dosa kita oleh Alloh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, skenario Allah  Atas apapun yang menimpa kita adalah selalu cantik adanya. Prasangka  baik kepadaNya tidak lain hanyalah memberi kebaikan.&lt;br /&gt;Dan untuk anda yang telah dianugrahi anak- anak, didiklah anugrah  Allah tersebut sebaik- baiknya. Titipan bisa diambilNya kapan saja,  sekarang siang.. siapa tahu nanti sore kita tidak bisa menemuinya lagi.  Maka, tunggu apa lagi. Berikan kasih sayang yang terbaik dari anda  selalu, untuk anak- anak anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Syahidah)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-3878769110758996046?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/3878769110758996046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/06/anak-adalah-anugrah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3878769110758996046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3878769110758996046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/06/anak-adalah-anugrah.html' title='Anak Adalah Anugrah'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-6808149869364757653</id><published>2011-06-13T02:45:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T02:45:42.691-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Hormat Bendera, Kewajiban dan Kebatilan?</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="meta"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="" height="236" src="http://www.muslimdaily.net/berita/hormat-merah-putih.jpg" width="302" /&gt;Dua sekolah di wilayah  Kabupaten  Karanganyar (yakni SMP Al Irsyad Al Islamiyah di Tawangmangu  dan  sekolah SD IST Al Albani, Matesi, Jawa Tengah) diduga enggan  melakukan  penghormatan kepada bendera merah putih. Pihaknya sekolah  beralasan,  menghormat bendera berarti menyamakan dengan menyembah Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat  laporan tersebut Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyatakan  akan  menindaklanjutinya. Jika memang nantinya terbukti, maka pihak   pemerintah kabupaten (pemkab) setempat akan memberikan sanksi bahkan   tidak menutup kemungkinan dua sekolah itu bakal ditutup karena dianggap   menyimpang dan makar terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut bupati yang juga tersangkut kasus dugaan  korupsi  Perumahan Griya Lawu Asri (GLA) dan sedang ditangani Kejaksaan  Tinggi  jateng ini mengatakan sebagaimana dikutip &lt;a href="http://news.okezone.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;news.okezone.com&lt;/a&gt;,  “Saya  katakan NKRI adalah harga mati. Kalau sudah tidak menghormati  bendera,  tidak mau membaca Pancasila dan UUD 45, dan tidak mau  menyanyikan lagu  Indonesia Raya, ini apa? Mau dibawa kemana anak-anak  kita?” kata Rina  kepada wartawan, Senin (7/6/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kehebohan soal hormat bendera ini seakan mau menutup hebohnya drama   korupsi yang mengguncang partai demokrat atau berita tak kunjung   tertangkapnya Nunun nur Baeti, tersangka suap yang melibatkan para   pejabat tinggi. padahal menangkap teroris yang sembunyi-sembunyi aja   polisi mampu, sedangkan Nunun yang udah jelas lokasinya mereka   kewalahan. rasanya Densus perlu disewa untuk kasus ini :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenaranya  hal ini (masalah hormat bendera) hanyalah penegasan  sikap penguasa  terhadap sikap rakyatnya yang tidak mau menghormat  bendera. Sebelumnya  penryataan salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia  (MUI) Bidang  Kebudayaan, KH Cholil Ridwan, yang berpendapat jika  menghormati bendera  adalah haram hukumnya, lumayan memicu kehebohan dan tanggapan berbagai  pakar yang merasa dirinya nasionalis dan patriotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut   ustadz Cholil seperti yang dilansir dalam tanya jawab yang   dipublikasikan Majalah Suara Islam: Mengenai hukum menghormati bendera,   sejumlah ulama Saudi Arabia yang bernaung dalam Lembaga Tetap  Pengkajian  Ilmiah dan Riset Fatwa (Lajnah ad Daimah li al Buhuts al  ‘Ilmiyyah wa  al Ifta) telah mengeluarkan fatwa dengan judul ‘Hukum  Menyanyikan Lagu  Kebangsaan dan Hormat Bendera’, tertanggal 26 Desember  2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fatwa tersebut dijelaskan bahwa tidak diperbolehkan  bagi  seorang muslim berdiri untuk memberi hormat kepada bendera dan  lagu  kebangsaan dengan alasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Lajnah Daimah menilai  bahwa  memberi hormat kepada bendera termasuk perbuatan bid’ah yang  harus  diingkari. Aktivitas tersebut juga tidak pernah dilakukan pada  masa  Rasulullah SAW ataupun pada masa Khulafa’ ar-Rasyidun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,  menghormati bendera negara juga bertentangan dengan tauhid  yang wajib  sempurna dan keikhlasan di dalam mengagungkan hanya kepada  Allah  semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menghormati bendera merupakan sarana menuju  kesyirikan. &lt;br /&gt;Keempat, penghormatan terhadap bendera juga  merupakan bentuk penyerupaan  terhadap orang-orang kafir, mentaklid  (mengikuti) tradisi mereka yang  jelek serta menyamai mereka dalam sikap  berlebihan terhadap para  pemimpin dan protokoler-protokoler resmi.  Padahal, Rasulullah SAW  melarang kita berlaku sama seperti mereka atau  menyerupai mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja orang-orang yang merasa dirinya  nasionalis geram dengan  fatwa semacam ini, dianggapnya hal ini  penghinaan dan bukti  ketidakcintaan pada negara. sebagaimana yang  dilakukan aparat keamanan  yang buru-buru memeriksa para aktifis PKS  yang dianggap menginjak-injak  kain berwarna merah putih dalam suatu  acara (bandingkan dengan perlakuan  aparat terhadap para personel Band  Dewa 19 yang jelas-jelas menginjak  kain bermotifkan lafadz kaligrafi  Allah-mereka sama sekali tidak  ditindak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih aneh lagi sikap  sebagian orang yang mengaku ulama kaum  muslimin agar disebut moderat  mereka buru-buru mengatakan bahwa  menghormat bendera tidak sama dengan  menyembah bendera, okelah jika itu  memang itu benar karena kita juga  tidak mengatakan bahwa semua orang  yang menghormat bendera sama dengan  syirik, sebab fatwa itu juga hanya  menyebutkan bahwa menghormati  bendera merupakan sarana menuju  kesyirikan, hanya sarana atau alat,  belum tentu sampai, tergantung  niatnya, sebagaimana kata para ulama  penghormat bendera.namun bukanlah  lebih selamat jika kita menghindari  jalan yang menuju kesyirikan,  sebagaimana kita menghindari jalan yang  menuju jurang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka mengatakan tidak semua hormat bendera  itu syirik,toh  kita juga boleh mengatakan bahwa tidak menghorat  bendera juga tidak  berarti tidak cinta tanah air dan kurang patriotis.  malulah kita dengan  Tengku Abdul Jalil atau Kyai Zainal Mustofa yang  syahid melawan Jepang,  hanya "gara-gara'tidak mau membungkuk badan ke  arah timur, yang mereka  anggap penghormatan itu sebagai ibadah. Jika  dianggap terlalu jauh,  bolehlah bandingkan, siapa yang paling berani  menentang infiltrasi asing  seperti Amerika,juga Israel ke Indonesia?  apakah para nasionalis yang  sembunyi di Singapura setelah menilep duit  rakyat ataukah para dai dan  mujahid Islam yang sering mereka sebut  fundamentalis, bahkan teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya kutipan seorang kawan ini  cukup menyentil hati yang  masih sehat dan akal yang masih berfungsi, "  Hormat bukan berarti  menyembah=iya betul! tapi tidak hormat bendera  bukan berarti juga tidak  patriotisme dan cinta tanah air…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat  bendera bagi saya adalah sia-sia dan pekerjaan  mubazir…ngapain hormat  ke benda mati! beda kalo saya menghormati  Presidan, Menteri, Gubernur  bahkan Pak RT sekalipun…. saya sangat hormat  kepada mereka! tapi hormat  saya kepada mereka juga bukan disimbolkan  dengan gerakan hormat!  berapa banyak orang yg melakukan gerakan hormat  tapi nyatanya mereka  adalah para koruptor di lembaga2 negara yg  dihormati!  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-6808149869364757653?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/6808149869364757653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/06/hormat-bendera-kewajiban-dan-kebatilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/6808149869364757653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/6808149869364757653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/06/hormat-bendera-kewajiban-dan-kebatilan.html' title='Hormat Bendera, Kewajiban dan Kebatilan?'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-7943591270058522190</id><published>2011-05-18T04:04:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T04:04:05.756-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Suamiku, Jangan Ajari Aku Menjadi Pencuri</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="img-content" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/curi.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;Kedamaian keluarga, adalah salah satu kunci keharmonisan rumah  tangga. Hal ini akan terjadi, salah satunya ketika sang suami yang  bertindak sebagai pemimpin pandai menempatkan dirinya sebagai seorang  pemimpin dan bukan sebagai diktator bagi ` rakyatnya ` dirumah. Sang  suami sebagai ujung tombak pencarian nafkah bagi keberlangsungan  kehidupan istri dan anak- anaknya tentu saja memegang peranan yang  sangat fital. dan tidak kalah pentingnya dari semua itu adalah, cara  suami menyikapi pemberian rezeki tersebut untuk keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kedermawanan suami dalam kelegaan atau kesempitan rezeki yang  dikaruniakan Allah, tentunya akan menjadi sumber kebahagiaan bagi  keluarga.Ketika dalam kelimpahan dia dengan rela hati membagikannya  kepada anak- anaknya dan lebih merasa bahagia saat mereka bahagia,  adalah sebuah sikap yang sangat melegakan tentunya bagi semua anggota  keluarga. &lt;br /&gt;Namun sebaliknya, ketika dalam kelimpahan dia hanya bersahabat dengan  ego dan keinginannya sendiri serta mengabaikan kebutuhan keluarganya,  maka hal ini tentu saja akan membawa seluruh keluarga kepada keadaan  yang menyedihkan. Bayangkan saja ketika seorang istri harus rela menjadi  pencuri dirumahnya sendiri, mencuri yang seharusnya menjadi miliknya  sendiri, dari orang yang dia abdikan hidupnya dengan ikhlas dan ringan  hati, namun nyata- nyata tidak memberikan haknya. MasyaAllah... bahkan  uang yang dicurinya bukanlah untuk kesenangan sang istri melainkan untuk  memenuhi perut anak- anaknya yang lapar.Lalu...dimanakah letak  keteladanan suami sebagai ayah sekaligus pemimpin keluarga? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan  anda sejenak membayangkan ketika anda tidak tahu untuk apa dan  untuk  siapa anda bekerja. Ketika kekayaan dan kelimpahan rezeki anda  sudah  ditangan, namun setelah habis dibelanjakan, kebahagiaan dan  kepuasan  anda pun akan selesai sampai disitu. Saja. Lahiriah anda akan  berkata  puas, namun batin anda akan tetap merasa kosong karena yang anda   rasakan adalah tetap...sendiri. Maka, sebenarnyalah kebahagiaan itu   adalah dari istri dan anak- anak anda. Merekalah harta yang sesungguhnya   yang anda miliki, dan tidak akan pernah tergantikan dan atau terbeli   dengan apapun. Kedermawanan anda terhadap rezeki dan materi yang anda   miliki itulah yang akhirnya kembali membahagiakan anda&lt;br /&gt;Subhanallah, ternyata memberi menumbuhkan keajaiban bagi sang pemberi  dan penerimanya.Ketika anda sampai dirumah, istrilah yang menyambut dan  menyiapkan kebutuhan anda. Anak- anak memberikan keceriaan kepada anda  sehingga mengalihkan anda sejenak dari kepenatan dunia kerja dan  mengajak berfantasi dalam keluguan dunia mereka. Dan kesemua itu tentu  saja lebih berharga dari segala materi yang anda kejar dan kumpulkan  dari pagi sampai sore dan dari sore sampai ke pagi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah  anda masih ingat satu hal bahwa harta anda tidak menemani anda saat  dikubur nanti. Namun kebahagiaan dan kebanggan anak- anak anda atas  figur seorang bapak mereka akan selalu terkenang. Anak- anak anda dengan  suka rela dan ikhlas hati mendoakan anda supaya diampuni dan  ditempatkan ditempat mulia disisi Allah, dan... itulah yang akan abadi  untuk anda. Ketika seorang suami mengikhlaskan bagian rezeki yang  diperjuangkannya untuk keluarga, maka saksikanlah bahwa kebanggan  sebagai seorang figur pahlawan keluarga akan selalu disematkan untuk  anda.Walaupun anda masih atau telah tiada di dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencerminan  kualitas akhlak seorang istri juga sejatinya sedikit banyak  mencerminkan sang suami. karena setiap hari, dengan dialah anda setiap  harinya bergaul dan menghabiskan usia. Karena setiap harinya, sang suami  adalah pendidik bagi para istrinya. Maka, jangan biarkan istri anda  menjadi pencuri dari harta anda sendiri. Pergaulilah dengan baik,  seseorang yang telah mengikhlaskan dirinya dan mengesampingkan  kepentingannya hanya untuk mengabdi, melahirkan dan merawat anak- anda  tersebut. Tidak menjadi masalah besar atau kecilnya jumlah rezeki yang  anda berikan kepada keluarga anda, karena sejatinya bagi mereka,  kedermawanan dan keluasan hati anda adalah lebih berharga dari pada  semua itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Syahidah)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-7943591270058522190?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/7943591270058522190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/05/suamiku-jangan-ajari-aku-menjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/7943591270058522190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/7943591270058522190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/05/suamiku-jangan-ajari-aku-menjadi.html' title='Suamiku, Jangan Ajari Aku Menjadi Pencuri'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-4057327637886484718</id><published>2011-04-28T23:26:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T23:26:15.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Dari Dapur, Wanita Menuju Surga</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img-content" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/masak.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;Salah satu pesan orang tua kepada para anak perempuannya adalah " Cinta suami berawal dari perut". Ketelatenan seorang wanita dalam memberikan hidangan yang memanjakan lidah bagi suaminya, ternyata memang tidak hanya berhasil memikat kasih sayang dan perhatiannya, namun juga terbukti berhasil menghidangkan kebahagiaan bagi rumah tangga mereka. Betapa tidak, suami mana yang tidak akan damai melihat sang istri begitu serius merawat dan melayaninya, serta perduli pada hal terinci termasuk pada jam makannya. Bagi suami yang sangat pintar menghargai, hal ini membuat kekurangan wanita yang menjadi istrinya seolah termaklumi oleh perbuatannya merawat dan menjaga cita rasa lidah sang suami.Dan tentunya bagi si istri, kebahagiaan sudah pasti dituainya karena kesenangan dan ridho suami memanglah menjadi tujuan akhir dari perjuangan wanita muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Maka, betapa disayangkan jika masih ada beberapa orang yang berpikir bahwa dapur bukanlah tempat wanita modern dalam `berkarir`. Bahkan sebagian dari mereka dengan ikhlasnya berbagi pahala dengan para pembantu bahkan menyerahkan semuanya kepada pembantu. Beribu alasan kesibukan dan ketidakmampuan diberikannya, termasuk alasan bahwa jaman sekarang pekerjaan rumah hanya menghambat perkembangan kreatifitas wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya orang- orang yang belum mengerti kedamaian sebuah melayani, yang akan berpikiran bahwa pekerjaan dapur hanya merendahkan wanita. Begitulah pendapat kebanyakan mereka, biasanya didapur, masa depan wanita...tamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal ini berbeda dengan pikiran para wanita yang menjunjung tinggi sebuah keikhlasan. Melayani bukan berarti memasrahkan diri menjadi pelayan. Melayani berarti meninggkatkan derajat diri, dari yang semula hanya berpikir tentang diri sendiri, dengan usaha yang keras dia tanggalkan ego untuk membahagiakan orang lain. MasyaAllah, ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tapi juga tidak mustahil dijalankan. Wanita ajaib seperti apa yang dapat berbuat seperti ini, kecuali akan menjadi berkah bagi pasangannya. Betapapun pekerjaan rumah begitu beratnya, betapapun banyak kesibukan diluar yang menyita waktu mereka, namun seorang wanita sholehah akan tetap memfokuskan bahwa keluarga adalah nomor satu, dan karena memang itulah tanggung jawab sesungguhnya,baginya, dari Allah sang maha penguasa. Pikirannya akan dengan sadar menggiringnya untuk selalu menyempatkan waktu menyiapkan apa yang dia bisa hidangkan untuk suami tercinta. Selanjutnya, pahala baginyapun akan mengalir dengan deras dan tiket untuk masuk ke dalam surga Allah insyaallah akan digenggaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang masih banyak cara untuk membahagiakan suami kita selain dengan memasakkan makanan kesenangan beliaunya. Namun, adakah cara yang lebih indah untuk memenuhi selera makan mereka selain dengan memenuhinya dengan tangan kita sendiri. Pastilah sebuah kebanggaan bagi kita dapat merawat suami sebagai bagian dari amanah kita yang kita lakukan dengan tangan kita sendiri, dan menjadikan kita pribadi yang dapat dipercaya dalam menjaga amanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jangan pernah menyepelekan titipan Allah, dan jangan menunggu sampai titipan itu diambil Allah barulah kita menyadari kekeliruan kita. Maka sebaiknya kita mulai menumbuhkan rasa malu, saat mengetahui bahwa sang suami cenderung menyukai penganan di luar dan atau buatan orang lain. Manfaatkan waktu sebaik mungkin belajar, karena sungguh Allah menyediakan surga bagi hambanya yang bersungguh- sungguh dalam belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun anda, apapun kedudukan dan pekerjaan serta kesibukan saat ini, jangan pernah menganggap remeh hasil karya yang&amp;nbsp; terolah dengan tangan kasih sayang anda dari sebuah ruangan kecil yang bernama dapur. kebahagiaan suami, perhatian dan kasih sayangnya dapat anda ikat dari sana. so, mengapa tidak buru- buru memulainya sekarang?. Selamat berburu pahala... &lt;br /&gt;(Syahidah)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-4057327637886484718?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/4057327637886484718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/04/dari-dapur-wanita-menuju-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/4057327637886484718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/4057327637886484718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/04/dari-dapur-wanita-menuju-surga.html' title='Dari Dapur, Wanita Menuju Surga'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-6705277379195530138</id><published>2011-04-08T19:46:00.000-07:00</published><updated>2011-04-08T19:46:44.036-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Bahasa Kedamaian Hati Manusia</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="img-content"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/iman.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;Bahasa seperti apa yang dapat menjadi nasehat untuk pengobat  rasa sakit hati ketika sudah sampai dipuncaknya? Ketika kita dihadapkan  pada sebuah pengkhianatan manusia yang nyata- nyata sudah kita titipkan  kepercayaan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika seperti apa yang bisa menjelaskan  tentang kesedihan manusia ketika telah melingkupi kehidupannya. Sesuatu  yang disayang, dijaga dan dirawatnya...suaminya... hilang begitu saja.  Tiba- tiba seperti mimpi, dia dihadapkan pada kenyataan bahwa bukan saja  kita harus kehilangan, tapi kita juga harus berbagi. Perasaan wanita  yang memang sangat mendominasi pikirannya akan mengatakan, bahwa ini  sangat tidak masuk akal. Dalam pikirannya, pernikahan adalah tentang  kamu dan aku, kita, dan bukan dia. Bagaimana kiranya sebuah rumah tangga  bisa bahagia ketika ada orang ketiga yang memasukinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kalimat apa yang bisa menyegarkan kembali kepedihan seorang ibu yang  harus kehilangan anaknya? Anak yang begitu disayang dan dikasihinya  terbujur kaku didepan matanya terbungkus dalam kain kafan, dan siap  untuk berkalang tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa manusia seperti apapun tak dapat  menjangkau dan menampung semua itu. Kesedihan, sakit hati dan kehilangan  sering kali secara nyata menghilangkan akal sehat manusia. Hal itu pula  yang menghapus kalimat- kalimat arif dalam pikiran dan hatinya sebagai  sarana pelipur dukanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keterpurukan seperti itu,  ternyata masih ada sedikit asa yang membahagiakan. Bahasa iman dapat  merangkulnya kembali menuju kebenaran dan logika yang menentramkan.&amp;nbsp;  Bahasa iman ternyata adalah melampaui batas nalar berpikir manusia.  Karena iman kita menjadikan sesuatu yang sangat tidak logis menjadi  logis, karena iman kita tetap tak bergeming untuk tetap berjalan  menggerakkan sendi kehidupan walaupun menurut orang lain hal itu  sangatlah aneh atau tidak lazim. Bahasa iman bukan tentang selera, tapi  tentang pengabdian kepada yang Maha hidup dan pelepasan ego manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi  ajaibnya, iman tidak menjadikan manusia terisolasi dalam dunia aneh  yang sempit. Iman membawa kita justru kepada sebuah kedamaian.Dengan  iman manusia mengerti sesungguhnya hakekat kebahagiaan dan pengabdian.  Ketika kita berlari menjauhinya, bisa saja kita bertahan, tapi sampai  kapan? Sesuai fitrahnya, hati manusia akan selalu berkata dan berjalan  untuk selalu dekat dengan tuhannya, kecuali bagi hati yang keras dan  atau dikunci mati oleh Allah Subhanahu Wata`ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa iman  mengantarkan kita pada pemikiran di luar kotak masalah tersebut. Bahasa  iman menawarkan sudut pandang yang lain dalam melihat sebuah problema  hidup. Tapi pada akhirnya, bahasa iman tetap berakhir di stasiun  kedamaian. Karena imanlah kita mengenal dan mempercayai Allah, dan  kepada Allah lah semuanya berasal dan akan kembali.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia  akan terasa terbebas dari beban, dan dengan enteng bernafas dan  melangkah dimuka bumi ini, ketika dia punya iman. Semua masalah dan  kepenatan dunia hanyalah sebagai pembelajaran penaikan level derajat  kemuliaannya. Hatinya begitu luas walaupun berada dalam tempat yang  sempit. Sebagai akibatnya ketenangan dan ketajaman berpikir serta  mengolah rasapun didapatnya. Manusia berbondong- bondong mengasihinya,  dan rejekipun mengalir kepadanya. Lalu dimana letak kejelekan bahasa  iman tersebut sehingga kita tidak lagi mengakrabinya kini? &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-6705277379195530138?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/6705277379195530138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/04/bahasa-kedamaian-hati-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/6705277379195530138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/6705277379195530138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/04/bahasa-kedamaian-hati-manusia.html' title='Bahasa Kedamaian Hati Manusia'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-5727118408702530051</id><published>2011-04-08T19:34:00.000-07:00</published><updated>2011-04-08T19:34:49.705-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Islam'/><title type='text'>Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="img-content"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/film-tanda-tanya-2.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Toleransi ala Hanung  seperti jalan yang menghantarkan umat ini pada sebuah pendangkalan  aqidah dan jembatan menuju Neraka. Aroma pluralisme dalam film ”?”  terasa begitu menyengat. Stereotype umat Islam yang buruk, dilukiskan  Hanung dengan cara pandang yang lebay, tendensius, dan fatal. &lt;br /&gt;Setelah Film “Perempuan Berkalung Surban” menuai kontroversi,  Sutradara Hanung Bramantyo kembali menggarap film terbarunya yang hanya  diberi tanda “?” (tanda tanya). Difilm ke-14 nya tersebut, Hanung  menggaet beberapa bintang film muda, seperti Reza Rahardian, Revalina S  Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Hengky Sulaeman, David  Chalik, dan Glenn Fredly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film ”?” merupakan hasil produksi kerjasama antara Mahaka Picture dan  Dapur Film ini, dimana Erick Thohir sebagai Produser Eksekutifnya,  Titien Wattimena (penulis naskah), Tya Subiakto (penata musik),&amp;nbsp; dan  Yadi Sugandi (penata fotografi). Untuk lokasi syuting dipilih di kota  Semarang, Jawa Tengah. &amp;nbsp;&lt;br /&gt;“Saya pilih tempat di Semarang, karena di sana ada lima agama, tapi  tidak pernah terjadi penusukan terhadap umat beragama yang berbeda. Ini  sebuah film yang menceritakan kegelisahan saya dan masyarakat Indonesia  pada umumnya. Saya ingin berstatmen dalam bentuk film,” tukas Hanung.&lt;br /&gt;Saat menyaksikan &lt;em&gt;launcing&lt;/em&gt; pemutaran film berdurasi 100 menit ini di bioskop Jakarta Teater, voa &lt;em&gt;islam &lt;/em&gt;mencatat,  ada beberapa adegan yang sangat menyengat dan melukai hati umat Islam.  Aroma pluralisme sudah bisa dirakan saat melihat poster film itu dengan  kata: “masih pentingkah kita berbeda?”. Bahkan Hanung akan memberi  doorprize senilai Rp. 100 juta kepada penonton yang memberikan judul  untuk film “?” ini.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melukai Umat Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di awal-awal film itu, penonton sudah disengat dengan hal yang  sensitif, seperti&amp;nbsp; adegan penusukan terhadap seorang pendeta bernama  Albertus. Tidak jelas apa motif penusukan yang dilakukan oleh seseorang  yang berpenampilan preman tersebut. Meski tidak menunjuk hidung secara  langsung, namun ada kesan Hanung hendak menggiring sterotype buruk,  seolah yang suka melakukan tindakan anakis datang dari kelompok agama  tertentu.&lt;br /&gt;Adegan selanjutnya, tanpa alasan yang jelas pula, sekelompok pemuda  Islam bersarung dan berpeci tiba-tiba mencerca seorang keturunan Cina  dengan panggilan ”Cino” (menyebut Cina dengan logat Jawa). Dalam film  ini, Hanung banyak menggunakan simbolik-simbolik sensasi murahan yang  didramatisir, yang berpangkal dari sebuah kemarahan terpendam.&lt;br /&gt;Dangan dalih toleransi, Hanung juga menciptakan adegan seorang  Muslimah berkerudung yang merasa nyaman bekerja di sebuah rumah makan  (restoran) yang menyajikan daging babi yang diharamkan oleh Islam.  Toleransi ala Hanung ingin mengesankan, bahwa muslimah yang diperankan  oleh Revalina&amp;nbsp; S Temat adalah muslimah yang ideal, yang bisa menghargai  sebuah perbedaan. Meski tidak sampai memakannya, tidak terlihat  kegalauan hati dari seorang Muslimah, seolah daging babi bukan sesuatu  yang diharamkan.&lt;br /&gt;Di sela adegan itu, ada seorang Muslimah yang menolak bekerja di  sebuah restoran yang sama, dengan alasan prinsip agama yang dipegang.  Namun, cara pandang Hanung yang keliru, ingin menunjukkan bahwa Muslimah  yang menolak bekerja di restoran Cina karena menyajikan daging babi itu  sabagai muslimah yang tidak toleran.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sang Murtadin &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adegan yang menyesatkan lainnya adalah ketika seorang wanita  (diperankan Endhita) yang sebelumnya beragama Islam kemudian berpindah  agama alias murtad menjadi seorang pemeluk Nasrani yang taat. Ada sebuah  ungkapa yang terlontar dari bibir sang murtadin tadi, bahwa dirinya  pindah agama tidak berarti mengkhinati Tuhan.&amp;nbsp; Pesan yang disampaikan  dalam film ini adalah manusia berhak menjadi murtad, dan itu adalah hak  asasi yang patut dihargai.&lt;br /&gt;Adegan yang lebih menyengat lagi adalah ketika seorang pemuda Muslim  (diperankan Agus Kuncoro) bersedia diajak bermain drama di sebuah gereja  pada perayaan Paskah, dengan memerankan sebagai Yesus Kristus. Mulanya  hatinya galau, tapi setelah berkonsultasi pada seorang ustadz muda  (diperankan oleh David Khalik), ditemukan jawaban yang amat sesat  menyesatkan.&lt;br /&gt;Katanya, bahwa untuk menjaga keimanan bukan terletak pada fisik,  melainkan hati. Maka masuk gereja, bahkan memerankan aktor sebagai Yesus  sekalipun bukan sesuatu yang subhat dan diharamkan. Bagi Hanung, hal  itu tak perlu dipersoalkan.&lt;br /&gt;Serasa kontras, usai memerankan Yesus, pemuda muslim yang sehari-hari  tinggal di masjid itu pun melafadzkan QS. Al Ikhlas. Hanung ingin  menggambarkan, memerankan Yesus bukan ancaman yang bisa mendangkalkan  akidah keislaman seseorang. Justru ia semakin shaleh. Inilah kampanye  pluralisme yang diusung Hanung.&lt;br /&gt;Kok bisa, QS Al Ikhlas yang menegaskan bahwa Dia (Allah Swt) Tuhan  yang Maha Esa. Tuhan tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tapi  oleh Hanung, Al Ikhlas ditafsirkan secara serampangan dengan kacamata  pluralis, yang &amp;nbsp;membenarkan Yesus sebagai anak Tuhan. Setidaknya Hanung  memnghantarkan seorang Muslim menjadi hipokrit bahkan musyrik.&lt;br /&gt;Adegan yang terasa lebay juga dilukiskan Hanung, pada saat restoran  Cina mengalami kerugian saat memasuki bulan Ramadhan dimana umat Islam  sedang berpuasa. Ada kesan, bahwa pelanggan restoran yang suka makan  daging babi itu adalah dari umat Islam. Sehingga ketika umat islam  sedang menjalankan ibadah puasa, maka restoran pun menjadi sepi. Bahkan  pada saat lebaran, pemilik restoran Cina itu lagi-lagi melarang  karyawannya untuk libur atau pulang kampung, dengan alasan restoran  merugi, karena terlalu lama libur.&lt;br /&gt;Konyolnya, diciptakan insiden penyerangan terhadap restoran Cina itu  oleh sekelompok umat Islam dengan membawa kayu dan terjadi tindakan  anarkis yang disertai pemukulan. Hanung lagi-lagi membuat stereotype  buruk atas umat Islam yang suka dengan anarkis. Bisa dibayangkan, apa  mungkin di hari lebaran umat Islam melakukan penyerangan dan perusakan.  Hanung yang mengaku Muslim nampak lebay dan tidak waras, dimana umat  Islam digambarkan sebagai makhluk yang bengis dan biadab.&lt;br /&gt;Adegan Banser yang menjaga gereja pun digambarkan sebagai hero. Oleh  Hanung, Banser NU adalah sebuah pekerjaan yang disediakan untuk para  pengangguran, seperti Soleh (diperankan oleh Reza Rahadian). Dari banyak  adegan dalam film tersebut, nampak alur cerita yang tidak sistematis,  tergesa-gesa, vulgar, sarkasme, sekedar simbolik untuk mendramatisir  kisah yang penuh amarah, dan jauh dari kualitas. Film Hanung tak ubahnya  ”sampah” yang melukai hati umat Islam.&lt;br /&gt;Hanung sepertinya pura-pura bodoh, ketika ditanya apa itu pluralisme.  Bahkan ia mengelak film garapannya itu punya motif untuk  mengkampanyekan pluralisme. “Saya tidak mengerti apa itu pluralisme.  Nanti, kalau saya bilang, film itu pluralisme, nanti golongan pluralis  akan berusaha memanfaatkan. Begitu juga kalau saya bilang ini liberal,  nanti mereka akan mengklaimnya juga.”&lt;br /&gt;Jadi istilah pluralisme buat Hanung tidak lagi sesederhana istilahnya  saja karena di dalamnya sudah ada muatan politis, pergerakan dan  keyakinan. Saya berusaha melepas diri dari itu semua. Saya adalah  peribadi yang hanya berusaha memotret semua persoalan yang berkelindan  di dalam diri saya.&lt;br /&gt;Ketika ditanya, bagaimana anda memahami pluralisme? Hanung mengaku  tidak tahu pluralisme itu apa, karena ia sangat hati-hati dengan istilah  pluralisme. “Makanya saya kasih judul film itu hanya tanda tanya,”  ujarnya berdalih.&lt;br /&gt;Bila Hanung mempersilahkan penonton memberi judul film “?” ini, maka  pantas, jika film ini diberi judul “Sang Murtadin”. Setuju??? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-5727118408702530051?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/5727118408702530051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/04/film-hanung-layak-diberi-judul-sang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/5727118408702530051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/5727118408702530051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/04/film-hanung-layak-diberi-judul-sang.html' title='Film &apos;?&apos; Hanung Layak Diberi Judul &apos;Sang Murtadin&apos;'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-2533932298894290250</id><published>2011-03-27T23:13:00.000-07:00</published><updated>2011-03-27T23:13:16.961-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Aku, Sahabat Terbaik Untuk Suamiku</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img-content" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/SAHABAT.gif&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;Tidak ada manusia yang setuju untuk melewati kehidupan ini seorang ini. Suara fitrah hati dan logikanya menyatakan dan akan selalu menuntut sebuah kesempurnaan, yaitu pasangan hidup. Betapa indah jika dalam hidup ini kita menemukan seseorang yang begitu mengerti dan menerima apa adanya kita, dan itu berarti menjadi sebenar-benarnya pengisi kekosongan kita sebagai pribadi yang "setengah". Kehadiran manusia lain tersebut dalam hidup kita menjadikan kita merasa "satu" dan genap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dan sebagai seorang yang berpasangan, siapa yang tidak ingin hadirnya sebuah rasa saling pengertian?. Semuanya pasti menginginkannya, bahkan pada pribadi yang jahat dan yang tidak pernah mengerti orang lain sekalipun, dalam hati kecilnya dia sangat membutuh kan pengertian dari orang lain, terkhusus adalah dari keluarganya sendiri. Ya begitulah adanya, walaupun hal itu secara tidak langsung mengindikasikan gambaran keegoisan dari seseorang, namun disadari atau tidak sebuah pengertian sangatlah menjadi salah satu pondasi dasar dari harmonisnya hubungan rumah tangga. Pengertian timbul karena kerelaan hati menjadikan pasangan kita bukan hanya sebagai suami lengkap dengan sederet atribut hak dan kewajibannya, namun keakraban dan kedekatan akan lebih terasa jika kita dapat menjadikan hubungan itu sebagai sebuah persahabatan yang akrab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat berarti berbagi, berbagi kebahagiaan, kesukaan, beban dan atau kesedihan. Banyak orang yang merasa lebih nyaman saat berada bersama sahabatnya. Mereka dapat melakukan apapun dan menjadi begitu sangat terbuka saat berkumpul bersama, tentu saja dengan menanggalkan semua gengsi dan aturan yang terasa begitu mengikat. Jarakpun terasa sangat dekat sekali. Rasanya tak ada yang lebih memahami dan mengerti kecuali saat bersama sahabat. Namun ketika mereka kembali dalam rumah tangga,mereka menjadi pribadi yang berbeda. Entah karena tuntutan kewajiban atau alasan apapun yang lain, akhirnya mereka menjadi bukan diri mereka sendiri. Pertanyaan yang muncul kemudian, berapa lama mereka akan bertahan dalam hidup seperti itu? semua orang butuh menjadi diri sendiri dan diterima oleh orang lain dalam apa adanya mereka. Dan ternyata begitulah, menjadi sahabat dari pasangan terdekat kita yaitu suami ternyata sangatlah dibutuhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi sahabat berarti menerima sepaket apapun yang dianugrahkan Allah kepada pasangan kita. Semua orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Seorang sahabat akan dengan pintar memaklumi dam selanjutnya mengolah semua itu supaya partnernya menjadi pribadi yang lebih baik dimasa depan. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt; ...Seorang sahabat&amp;nbsp; adalah yang ketika orang lain merendahkan dan atau memandang sebelah mata diri kita, dia akan selalu dengan tangan terbuka menerima kita apa adanya tanpa topeng dan syarat apapun...&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Menjadi sahabat berarti berani mendidik diri menjadi pengayom dan pendengar yang baik. Tidak perduli itu wanita ataupun pria, semua manusia punya saat dimana mereka akan merasa jatuh dan atau terpuruk. Disinilah arti "pekerjaan" seorang sahabat yang akan menjadi penyemangat sekaligus semangat untuk mengembalikan partnernya untuk tegak berdiri kembali seperti semula.&lt;br /&gt;Menjadi sahabat berarti melengkapi. Betapa banyak pasangan yang ingin menjadikan pasangannya sebagai obyek pelampiasan dari obsesi atau egonya sendiri. Ketika melihat pasangannya melakukan hal yang bersinggungan dengan keinginannya, seketika itu meledaklah amarahnya. Namun, bukankah pernikahan itu adalah melengkapi bukan merubah?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi sahabat berarti setia. Dimanapun dan kapanpun, seorang sahabat akan selalu merindukan sahabatnya. rasa pengertian dan suasana yang ketika bersamanya, tidak akan didapat saat berada bersama orang lain. Dan itulah yang akan membuat kita selalu akan mencintai pasangan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jadikanlah pasangan kita sebagai sahabat terbaik, dan jadilah sahabat yang baik untuk pasangan kita. Seorang sahabat&amp;nbsp; yang ketika orang lain meremehkan, merendahkan dan atau memandang sebelah mata diri kita tentang apapun, dia akan selalu dengan tangan terbuka menerima dan membahagiakan kita apa adanya tanpa topeng dan syarat apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(syahidah)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-2533932298894290250?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/2533932298894290250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/03/aku-sahabat-terbaik-untuk-suamiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/2533932298894290250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/2533932298894290250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/03/aku-sahabat-terbaik-untuk-suamiku.html' title='Aku, Sahabat Terbaik Untuk Suamiku'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-1771918935843821895</id><published>2011-03-27T23:06:00.001-07:00</published><updated>2011-03-27T23:06:39.479-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Di Antara Tanda Dekatnya Kiamat, Gempa Bumi Semakin Marak</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img-content" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Bataku/gempa_tsunamijepang2.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Badrul Tamam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Al-hamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan berbagai nikmat kepada kita. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Gempa bumi dengan skala yang besar sering terjadi pada tahun-tahun terakhir ini. Banyak korban jiwa karenanya. Kerugian materi juga tidak sedikit. Bahkan kehidupan masyarakat yang menjadi korban juga terlihat memprihatinkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sesungguhnya banyaknya gempa bumi di zaman yang sudah tua ini telah jauh-jauh hari diberitakan oleh Nabi &lt;em&gt;shallallau 'alaihi wa sallam &lt;/em&gt;empat belas abad yang lalu. Yaitu saat beliau hidup di tengah-tengah padang pasir yang tak seorangpun menguasai peta gempa bumi. Bahwa di akhir zaman akan banyak terjadi gempa bumi. Dan beliau mengaitkan femomena alam tersebut dengan semakin dekatnya hari kehancuran alam semesta (kiamat).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah &lt;em&gt;radliyallah 'anhu&lt;/em&gt; berkata, Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;لَا تَقُومُ السَّاعَةُ. . . وَحَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلازِلُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"&lt;em&gt;Tidak terjadi hari kiamat dan sehingga dihilangkannya ilmu, banyak gempa bum&lt;/em&gt;i." (HR. Bukhari, no. 978)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam Musnad Imam Ahmad, ketika Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; duduk-duduk bersama para sahabatnya, di antaranya Salamah bin Nufail perawai hadits ini, beliau menyebutkan sebuah hadits yang di antara isinya; "Sebelum terjadinya kiamat akan terjadi kematian-kematian yang mengerikan, dan sesudahnya akan terjadi tahun-tahun gempa bumi."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sesungguhnya di antara bentuk rahmat Allah Ta’ala kepada kita (umat muslim), Dia memberikan petunjuk-petunjuk akan dekatnya kiamat. Sedangkan hari kiamat tidak datang kecuali dengan tiba-tiba dan sangat mengejutkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;strong&gt;هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya.&lt;/em&gt;” (QS. Al-Zukhruf: 66)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ayat di atas menceritakan kondisi orang atheis dan orang yang lalai dari Allah dan ayat-ayat-Nya. Berbeda dengan orang beriman, ia selalu waspada terhadap adzab akhirat. Allah Ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;strong&gt;أَمْ مَنْ هُوَ قَانِتٌ آَنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآَخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;”(Apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.&lt;/em&gt;” (QS. Al-Zumar: 9)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Gempa dan Tsunami&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tsunami merupakan salah satu fenomena dari gempa bumi yang terjadi di tengah samudera yang menimbulkan gelombang besar pasang dan menghantam pantai sehingga menghancurkan rumah-rumah dan bangunan, membunuh ribuan jiwa dan meluluhlantahkan apa saja yang dilaluinya. Dan ini merupakan bukti nyata bahwa azab Allah Ta’ala datangnya tiba-tiba. Allah Ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَوْلَا أَجَلٌ مُسَمًّى لَجَاءَهُمُ الْعَذَابُ وَلَيَأْتِيَنَّهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.&lt;/em&gt;” (QS. Al-Ankabut: 53)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Allah berfirman kepada para ghafilin (orang-orang yang lalai), &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Dan ikutilah Sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya.&lt;/em&gt;” (QS. Al-Zumar: 55)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Begitu juga kiamat, ia akan datang secara tiba-tiba di saat manusia melalaikannya. Allah Ta’ala berfirman, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena Sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka Apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila kiamat sudah datang?&lt;/em&gt;” (QS. Muhammad: 18)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Karena itulah, kami mengingatkan kepada saudara-saudara seiman bahwa tanda-tanda dekatnya kiamat satu demi satu sudah nampak di hadapan kita. Karena itulah, marilah kita segera bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala, melaksanakan kebaikan-kebaikan dan terus berbekal di dunia yang fana ini untuk kehidupan yang abadi sesuai dengan firman Allah Ta’ala,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.&lt;/em&gt;” (QS. Al-Baqarah: 197)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Semoga Allah menganugerahkan kepada kita kesadaran akan fenomena alam yang terjadi disekitar kita. Semua itu menuntut agar kita mengagungkan dan membesarkan-Nya. Yaitu dengan mematuhi segala perintah-perintah serta menjauhi larangan-Nya. Wallahu Ta’ala a’lam. [PurWD/voa-islam.com]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-1771918935843821895?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/1771918935843821895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/03/di-antara-tanda-dekatnya-kiamat-gempa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1771918935843821895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1771918935843821895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/03/di-antara-tanda-dekatnya-kiamat-gempa.html' title='Di Antara Tanda Dekatnya Kiamat, Gempa Bumi Semakin Marak'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-8222893243272161207</id><published>2011-03-14T04:17:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T04:17:06.710-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibadah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Shalat Adalah Tiang Utama Islam</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img-content" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Bataku/shalat_tiang.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kita  meyakini bahwa shalat merupakan tiang utama bangunan Islam dan rukunnya  yang kedua sesudah dua kalimat syahadat. Allah telah mewajibkannya bagi  hamba-hamba-Nya lima kali dalam sehari semalam. Siapa yang melaksanakan  dengan semestinya, ia akan mendapat nur (cahaya), keselamatan, dan  petunjuk pada hari kiamat. Sebaliknya, siapa yang sengaja  meninggalkannya karena menentang kewajibannya, sungguh ia telah kafir.  Sedangkan yang meninggalkannya karena menganggapnya remeh, maka vonis  kafir terhadapnya merupakan ranah ijtihad.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Perintah  mendirikan shalat dalam Al-Qur’an sangat banyak. Bahkan menjadi perkara  yang sudah sangat maklum dalam dien berdasarkan banyaknya dalil-dalil  yang menyebutkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.&lt;/em&gt;” (QS. Al-Baqarah: 43)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;قُلْ  لِعِبَادِيَ الَّذِينَ آَمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُنْفِقُوا مِمَّا  رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا  بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَالٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Katakanlah  kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan  shalat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka  secara sembunyi atau pun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat)  yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.&lt;/em&gt;” (QS. Ibrahim: 31)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Dirikanlah  shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan  (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan  (oleh malaikat).&lt;/em&gt;” (QS. Al-Isra’: 78)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآَتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.&lt;/em&gt;” (QS. Al-Ahzab: 33)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Allah memerintahkan untuk menjaga shalat dalam firman-Nya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Peliharalah segala shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk.&lt;/em&gt;” (QS. Al-Baqarah: 238)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Allah juga menetapkan jaminan &lt;em&gt;ishmah&lt;/em&gt; (keselamatan) dan puncak selesainya perang. Allah Ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Jika  mereka bertobat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka  berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha  Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/em&gt;” (QS. Al-Taubah: 5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Allah juga menjadikan shalat sebagai tanda ukhuwah (persaudaraan) dalam agama. Allah Ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;فَإِنْ  تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي  الدِّينِ وَنُفَصِّلُ الْآَيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Jika  mereka bertobat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka  itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat  itu bagi kaum yang mengetahui.&lt;/em&gt;” (QS. Al-Taubah: 11)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; menjelaskan bahwa shalat adalah salah satu pilar utama bangunan Islam. Beliau bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;بُنِيَ  الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ  وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Islam  dibangun di atas lima pilar: Syahadat bahwa tidak ada tuhan (yang hak)  kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, . . .&lt;/em&gt; ” (Muttafaq ‘alaih)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/em&gt;juga menjelaskan bahwa meninggalkan shalat menyeret kepada kekufuran. Beliau &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/em&gt;bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya pembatas antara seseorang dengan kekufuran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat.&lt;/em&gt;” (HR. Muslim dari Jabir)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Maknanya,  yang menghalanginya dari menjadi kafir adalah selama dia tidak  meninggalkan shalat. Maka apabila ia meninggalkannya, tidak ada pembatas  antara dia dan kesyirikan, bahkan ia telah masuk ke dalamnya.  (Keterangan tambahan dari Syarah Muslim li al-Nawawi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Perjanjian  (yang membedakan) antara kami dan mereka (orang-orang kafir) adalah  shalat. Barangsiapa yang sengaja meninggalkannya maka ia telah menjadi  kafir.&lt;/em&gt;” (HR. Ahmad dan Ahlussunan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka  apabila ia meninggalkannya (shalat), tidak ada pembatas antara dia dan  kesyirikan, bahkan ia telah masuk ke dalamnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;(Keterangan tambahan dari  Syarah Muslim li al-Nawawi)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dari Abdillah bin Syaqiq al-‘Uqaili bebkata, “&lt;em&gt;Para sahabat Nabi Muhammad tidak memandang satu amal yang meninggalkannya adalah kekafiran selain shalat.&lt;/em&gt;” (HR. al-Tirmidzi dan Hakim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dan Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; diperintahkan untuk memerangi (suatu&amp;nbsp; kaum) sehingga mereka menegakkan shalat. Beliau &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; bersabda, “&lt;em&gt;Aku  diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka bersaksi bahwa  tiada Tuhan (yang hak) kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah,  mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Jika mereka melaksanakan semua  itu, maka darah dan harta mereka terlindungi dariku kecuali hak Islam,  sedangkan hisab mereka hanya kepada Allah.&lt;/em&gt;” (muttafaq ‘alaih)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Orang  yang meninggalkan shalat kelak pada hari kiamat akan dihimpun bersama  pentolan-pentolan orang kafir, yaitu Qarun, Fir’aun, Hamman, dan Ubay  bin Khalaf.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;  juga menjelaskan bahwa orang yang meninggalkan shalat kelak pada hari  kiamat akan dihimpun bersama pentolan-pentolan orang kafir. Dari  Abdullah bin Amr bin al-‘Ash, dari Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;  bahwa pada suatu hari beliau pernah membicarakan tentang shalat. Lalu  beliau bersabda, “Siapa yang menjaganya, ia akan memperoleh cahaya,  petunjuk, dan keselamatan pada hari kiamat. Dan siapa yang tidak  menjaganya, ia tidak akan punya cahaya, petunjuk, dan tidak selamat. Dan  kelak pada hari kiamat ia akan bersama Qarun, Fir’aun, Hamman, dan Ubay  bin Khalaf.” (HR. Ahmad, Thabrani, dan Ibnu Hibban)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ini adalah tulisan bersambung &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;yang ke&amp;nbsp; 62 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;dari prinsip-prinsip Islam. Diterjemahkan      oleh Badrul Tamam dari kitab &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Maa Laa Yasa’ al-Muslima Jahluhu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, DR.      Abdullah Al-Mushlih dan DR. Shalah Shawi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-8222893243272161207?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/8222893243272161207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/03/shalat-adalah-tiang-utama-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/8222893243272161207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/8222893243272161207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/03/shalat-adalah-tiang-utama-islam.html' title='Shalat Adalah Tiang Utama Islam'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-6503649469771305305</id><published>2011-02-02T23:58:00.000-08:00</published><updated>2011-02-02T23:58:29.411-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibadah'/><title type='text'>Jangan Asal Beribadah, Karena Ibadah Bersifat Tauqifiyah!</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="img-content" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Bataku/ibadah.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memilihkan untuk kita agama terbaik, Rasul paling mulia, kitab yang menghapus dan menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya, dan syariat yang paling sempurna, mudah, dan penuh hikmah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada hamba dan utusan Allah, Muhammad bin Abdillah, keluarga dan para sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sering kita dengar istilah tauqifiyah. Salah satunya dalam masalah ibadah. Bahwa ibadah bersifat tauqifiyah. Lalu apa makna dan maksud istilah tauqifiyyah tersebut?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Makna perkataan para ulama yang menjelaskan “Ibadah adalah tauqifiyah” atau “Ibadah dibangun di atas tauqif” adalah tidak boleh beribadah kepada Allah dengan satu ibadah kecuali apabila ibadah ini telah benar-benar terdapat ketetapannya dalam nash-nash syar’i (Al-Qur’an dan sunnah) bahwa itu ibadah yang telah Allah Ta’ala Syariatkan. Karena ibadah tidak disyariatkan (tidak diperintahkan) kecuali dengan adanya dalil syar’i yang menunjukkan atas perintah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Allah &lt;em&gt;'Azza wa Jalla&lt;/em&gt; berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.&lt;/em&gt;” (QS. Al-Maidah: 3) Allah Ta’ala telah menyempurnakan agama ini untuk kita, maka apa yang tidak Allah Ta’ala syariatkan sesudah turunnya ayat ini maka bukan bagian dari agama kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dari Abu Dzar &lt;em&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/em&gt;, bahwasanya Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ ، ويُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ ، إِلا وَقَدْ بُيِّنَ لَكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Tidak ada sesuatu yang mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka kecuali telah diterangkan kepada kalian.&lt;/em&gt;” (HR. Thabrani dalam al-Kabir no. 1647 dan dishahihkan dalam al-Shahihah oleh Syaikh Al-Albani &lt;em&gt;rahimahullaah&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;مَا تَرَكْتُ شَيْئًا مِمَّا أَمَرَكُمُ اللهُ بِهِ إِلاَّ وَقَدْ أَمَرْتُكُمْ بِهِ ، وَلاَ تَرَكْتُ شَيْئًا مِمَّا نَهَاكُمْ عَنْهُ إِلاَّ وَقَدْ نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Tidaklah aku tinggalkan sesuatu yang Allah perintahkan kepada kalian kecuali telah aku perintahkan kalian melaksanakannya. Dan tidak juga aku meninggalkan suatu larangan yang telah Allah larang kalian darinya kecuali telah aku larang kalian darinya.&lt;/em&gt;” (HR. al-Syafi’i dalam Musnadnya dan dihassankan Al-Albani dalam al-Shahihah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Maka apa yang tidak pernah Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; jelaskan kepada kita, maka ia bukan bagian dari agama ini dan bukan pula amalan yang bisa mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;"Ibadah  adalah tauqifiyah” &lt;/strong&gt;adalah tidak boleh beribadah kepada Allah dengan satu ibadah kecuali apabila ibadah ini telah benar-benar terdapat ketetapannya dalam nash-nash syar’i (Al-Qur’an dan sunnah) bahwa itu ibadah yang telah Allah Ta’ala syariatkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah &lt;em&gt;rahimahullaah &lt;/em&gt;berkata, “Berdasarkan pengkajian terhadap ushul syariah, kita mengetahui bahwa ibadah-ibadah yang telah Allah wajibkan atau yang Dia cintai tidak ditetapkan perintahnya kecuali dengan syariat. Sedangkan adat (tradisi) adalah apa yang biasa dikerjakan manusia dalam kehidupan dunianya untuk mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Maka hukum asal dalam masalah ini adalah tidak ada larangan. Tidak boleh dilarang kecuali apa yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Hal itu, karena perintah dan larangan adalah syariat (ajaran) Allah Ta’ala. Sedangkan ibadah harus ada perintahnya. Maka yang tidak ada ketetapan bahwa itu diperintahkan, bagaimana bisa disebut ibadah? Dan adat kebiasaan apa saja yang tidak ditetapkan bahwa itu dilarang, bagaimana bisa dihukumi dilarang?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Oleh karena inilah, Imam Ahmad dan ulama hadits lainnya berkata: Sesungguhnya hukum asal dalam ibadah adalah tauqif, tidak disyariatkan kecuali apa yang telah Allah Ta’ala syariatkan. Jika tidak demikian maka kita telah masuk dalam makna firman Allah Ta’ala,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنْ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?&lt;/em&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sedangkan adat (tradisi) hukum asalnya dimaafkan, tidak boleh dilarang. Kecuali apa yang telah Allah haramkan. Jika tidak demikian, maka kita telah masuk dalam makna firman Allah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ رِزْقٍ فَجَعَلْتُمْ مِنْهُ حَرَامًا وَحَلَالًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“&lt;em&gt;Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal"&lt;/em&gt;.” (QS. Yunus: 59)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Oleh karenanya, Allah mencela kaum musyrikin yang mereka membuat syariat dalam agama mereka yang tidak diizinkan oleh Allah dan mengharamkan sesuatu yang tidak Dia haramkan.” (Majmu’ al-Fatawa: 29/16-17)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka hukum asal dalam masalah adat (tradisi) adalah tidak ada larangan. Tidak boleh dilarang kecuali apa yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Hal itu, karena perintah dan larangan adalah syariat (ajaran) Allah Ta’ala. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Syaikh Muhammad bin Ibrahim &lt;em&gt;rahimahullaah &lt;/em&gt;berkata, “Ibadah adalah tauqifiyah, maka apa saja yang telah disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya secara mutlak, seperti itulah disyariatkannya. Sedangkan yang disyariatkan dengan terikat waktu atau tempat maka kita batasi dan kita ikat dengan tempat dan waktu tersebut.” (Fatawa wa Rasail Muhammad bin Ibrahim: 6/75)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ulama Lajnah Daimah berkata, “Ibadah dibangun di atas tauqif. Karenanya tidak boleh dikatakan bahwa ini ibadah yang disyariatkan ditinjau dari sisi asal perintahnya, jumlahnya, bentuknya, atau tempatnya kecuali dengan dalil syar’i yang menunjukan perintah itu.” (Fatawa al-Lajnah al-Daimah: 3/73)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Syaikh Ibnu Utsaimin &lt;em&gt;rahimahullaah&lt;/em&gt; berkata, “Hukum asal ibadah adalah larangan. Karenanya bagi seseorang tidak boleh beribadah untuk Allah kecuali dengan sesuatu yang tidak pernah Allah syariatkan; baik dalam kitab-Nya atau dalam sunnah Rasul-Nya &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;. Dan kapan saja seseorang ragu terhadap salah satu amal, apakah ia ibadah atau tidak, maka pada asalnya ia bukan ibadah sehingga ada dalil yang menunjukkan bahwa hal itu merupakan ibadah.” (Fatawa Nuur ‘Ala al-Darb: 1/169)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Syaikh Shalih al-Fauzan &lt;em&gt;hafizhahullah&lt;/em&gt; berkata, “Ibadah adalah tauqifiyah, tidak boleh mengamalkan suatu ibadah di satu tempat, waktu, corak ibadah tertentu kecuali dengan tauqif dan perintah dari Syaari’ (pembuat syariat/Allah Ta’ala). Adapun orang yang membuat-buat hal baru yang tidak pernah diperintahkan oleh Syaari’ dari urusan ibadah, tempatnya, waktunya, atau bentuknya maka ia adalah bid’ah.” (al-Muntaqa’ min Fatawa al-Fauzan: 13/16)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baaz &lt;em&gt;rahimahullaah&lt;/em&gt; berkata, “Ibadah adalah tauqifiyah, maka tidak disyariatkan kecuali apa yang telah dibawa oleh Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; seperti shalat lima waktu, zakat, puasa Ramadlan, haji dan ibadah-ibadah lainnya yang telah Allah syariatkan berupa shalat-shalat sunnah, shadaqah, shaum, haji, jihad dan yang selain itu yang telah ditetapkan dari Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; bukti disyariatkannya, baik berupa sabda atau amal beliau, seperti shalat Dzuha, shalat istikharah, tahiyatul masjid dan amal-amal ibadah lainnya yang telah ditunjukkan oleh dalil-dalil syar’i.” (Dinukil dari &lt;a href="http://www.binbaz.org.sa/mat/4505"&gt;www.binbaz.org.sa&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Karenanya tidak boleh dikatakan bahwa ini ibadah yang disyariatkan ditinjau dari sisi asal perintahnya, jumlahnya, bentuknya, atau tempatnya kecuali dengan dalil syar’i yang menunjukan perintah itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;(Lajnah Daimah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ringkasnya, bahwa hukum asal ibadah adalah haram dan tidak boleh ditegakkan kecuali adanya dalil syar’i yang memerintahkannya; baik berupa perintah dasar adanya, waktu, tempat, atau tata caranya. Karenanya bagi yang ingin beribadah kepada Allah harus mengetahui dan memastikan bahwa amal ibadah yang akan dikerjakannya memang benar-benar ada perintahnya dari Al-Qur’an dan sunnah. Dia juga harus memperhatikan tentang waktu, tempat, dan tata caranya karena semua itu menjadi bagian makna tauqifiyah. Wallahu a’lam bil shawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[PurWD/voa-islam.com]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-6503649469771305305?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/6503649469771305305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/02/jangan-asal-beribadah-karena-ibadah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/6503649469771305305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/6503649469771305305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/02/jangan-asal-beribadah-karena-ibadah.html' title='Jangan Asal Beribadah, Karena Ibadah Bersifat Tauqifiyah!'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-6129959679751002286</id><published>2011-02-02T23:04:00.000-08:00</published><updated>2011-02-02T23:04:40.454-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Sukses Menjadi Tim Sukses Dari Sebuah Perjalanan Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img-content" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/weddingku.gif&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;Ketika saat menjadi pengantin baru, semuanya serba indah dan nyaris sempurna. pasangan kita adalah pasangan yang paling pas dan sejati yang kita punya. Namun seiring dengan waktu, biasanya muncul kebosanan dan kejenuhan dari pribadi masing masing yang merasa telah mengenal satu sama lain, dan akhirnya semua terasa biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mungkin akan bertambah semakin kompleks setelah anak anak hadir dalam kehidupan rumah tangga. Kebersamaan yang dulu banyak terluangkan, seakan menipis sedikit demi sedikit terbalut dengan alasan demi anak, sibuk ataupun capek. Kalau sudah begini, konflikpun tak jarang akan hadir "meramaikan" suasana. Dan hubungan yang mendinginpun akhirnya menjadi jalan penyelesaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Namun,... bukankah kebosanan adalah hal yang lumrah terjadi pada setiap manusia yang hidup dalam rel yang monoton. Yang perlu dilakukan adalah sedikit meluangkan waktu untuk memoles hubungan dengan sesuatu yang baru dan lebih fresh. Tentu saja hal itu adalah hasil kreasi ekslusif dari ide suami dan istri yang jika direalisasikan akan terasa semakin meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi suami istri adalah tentang menjadi partner seumur hidup dalam melampaui berbagai hambatan, cobaan dan kesulitan. Termasuk dalam mengatasi kebosanan dan berbagai masalah apapun dalam area rumah tangga. Perjalanan waktu dengan pasangan kita adalah tentang proses belajar. Dalam belajar tentu saja akan selalu ada kesalahan dari kita, makhluk yang memang tidak sempurna. Namun diharapkan kesalahan itu adalah menjadi pemicu untuk menuju sebuah kesuksesan. Menjadi partner memang bukan masalah gampang. Perbedaan yang hadir, yang walaupun tidak kita cari pasti akan ada, mengajarkan kita arti melengkapi, mengerti, empati, toleransi, dll. &lt;br /&gt;Berangkat dari sebuah cobaan, disinilah kualitas kita yang sebenarnya di uji. Cukup sabarkah kita? Cukup pengertiankah kita? cukup dewasakah kita? dll. Kewujudan atas semua hal tersebut tentu saja akan lebih berarti dari pada yang hanya sebatas berteori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat sebuah proyek yang tanpa deadline dan selalu full dengan ujian baik senang maupun susah, itulah rumah tangga. Dan semua perjuangan itu mempunyai tujuan akhir, yaitu kebahagiaan dan kedamaian berumah tangga. Untuk mewujudkan semua itu, kebersamaan suami istri yang terkemas dalam sebuah hubungan sebagai partner yang harmonis dalam segala hal, pastinya akan sangat diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami istri adalah tim sukses dari sebuah perjalanan hidup mereka sendiri yang menuntut kelihaian dan pengendalian diri yang luar biasa. sukses adalah tentang proses, dan berlaku hanya bagi orang orang yang mau memulai. Dan kesuksesan itu insyaallah akan datang jika mereka selalu menyatukan hati dan membulatkan tekad untuk melakukan "perjalanan panjang itu" dalam konsep ibadah kepada Allah subhanahu wata'ala. Hal ini juga berlaku bagi pribadi yang&amp;nbsp; mau dan ikhlas menyerahkan hati dan diri untuk terikat dengan segala aturan yang Allah buat untuk para hamba- hambanya yang taat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(syahidah)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-6129959679751002286?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/6129959679751002286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/02/sukses-menjadi-tim-sukses-dari-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/6129959679751002286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/6129959679751002286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/02/sukses-menjadi-tim-sukses-dari-sebuah.html' title='Sukses Menjadi Tim Sukses Dari Sebuah Perjalanan Rumah Tangga'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-3285325904723991703</id><published>2011-01-21T20:21:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T20:21:48.550-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanya Jawab'/><title type='text'>Hukum Menggunakan Uang haram</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" height="150" src="http://www.metrogaya.com/files/pictures/artikel/Uang.jpg" style="float: left;" width="150" /&gt;Beberapa saat yang lalu penulis diwawancari oleh salah satu radio dakwah di Solo seputar bantuan yang akan diberikan oleh bintang film untuk korban bencana gunung Merapi. Masyarakat Islam berselisih di dalam menanggapinya, sebagian ada yang mengatakan haram, dan sebagian yang lain mengatakan halal, mana yang benar ?&lt;br /&gt;Jauh-jauh sebelumnya, juga pernah heboh berkenaan bantuan dari salah satu yayasan Amerika yang memberikan bantuan kepada salah satu pesantren yang ada di Sumatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab masalah tersebut perlu dikumpulkan dalil-dalil yang ada. Setelah diteleti ternyata ada dua kelompok dalil yang kelihatannya saling bertentangan. Sebagian dalil menjelaskan ketidak bolehan menggunakan harta haram secara mutlak, dan sebagian yang lain menjelaskan kebolehannya. Oleh karena itu para ulama berbeda pendapat dalam menyikapi dalil-dalil tersebut. Sebagian dari mereka membaginya dalam dua kaidah, sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kaidah Pertama&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;Jika harta haram tersebut berasal dari hasil &amp;nbsp;pencurian, perampokan, penipuan, korupsi dan perbuatan kriminal lainnya yang merugikan orang lain secara nyata, seperti menjadi penadah barang-barang curian, dan membeli dari tempat penadah tersebut dengan harga murah seperti yang terjadi pasar-pasar gelap, maka harta tersebut harus dikembalikan kepada yang berhak, dan haram untuk diambil atau dimanfaatkan dalam bentuk apapun.&lt;br /&gt;Tetapi jika harta tersebut tidak&amp;nbsp;&amp;nbsp; bisa dikembalikan kepada yang berhak, karena tidak diketahui beritanya ataupun karena alasan lainnya, maka boleh diinfakkan untuk kemaslahatan kaum muslimin dan tidak boleh dimakan. &amp;nbsp;Harta semacam ini &amp;nbsp;termasuk dalam katagori &lt;i&gt;“ hak manusia ”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Kaedah tersebut didasarkan pada dalil-dalil sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama &lt;/b&gt;: Firman Allah swt :&lt;br /&gt;يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيماً&lt;br /&gt;&lt;i&gt; “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu&lt;/i&gt;.” (Qs. an-Nisa’ : 29 )&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt; : Hadist Abdullah bin Umar ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda :&lt;br /&gt;لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“ Tidak diterima shalat tanpa bersuci, dan tidak diterima sedekah dari hasil penggelapan harta ghanimah.&lt;/i&gt; “ ( HR Muslim, no :&amp;nbsp; 329 )&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt; : Hadist Abu Hurairah ra, bahwasanya ia berkata :&lt;br /&gt;ثم ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ&lt;br /&gt;&lt;i&gt; “ Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo'a: "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku." Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do'anya?." ( HR Muslim, no : 1686 ) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat &lt;/b&gt;: Kisah Mughirah bin Syu’bah &amp;nbsp;:&lt;br /&gt;وَكَانَ الْمُغِيرَةُ صَحِبَ قَوْمًا فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقَتَلَهُمْ وَأَخَذَ أَمْوَالَهُمْ ثُمَّ جَاءَ فَأَسْلَمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا الْإِسْلَامَ فَأَقْبَلُ وَأَمَّا الْمَالَ فَلَسْتُ مِنْهُ فِي شَيْءٍ&lt;br /&gt;&lt;i&gt; “Dahulu Al Mughirah di masa jahiliyah pernah menemani suatu kaum, lalu dia membunuh dan mengambil harta mereka. Kemudian dia datang dan masuk Islam. Maka Nabi saw berkata saat itu: "Adapun keIslaman maka aku terima. Sedangkan mengenai harta, aku tidak ada sangkut pautnya sedikitpun&lt;/i&gt;" (HR Bukhari No : 2529)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kaedah Kedua&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;Jika harta haram tersebut berasal dari hasil &amp;nbsp;keuntungan lokalisasi pelacuran, perjudian, penjualan khomr, gaji artis dari pengambilan foto atau film porno, hasil penjualan rokok, keuntungan bank konvensional yang menggunakan transaksi riba, bantuan asing, atau harta warisan dari orang yang mempunyai profesi di atas, serta profesi-profesi lain yang pada dasarnya adalah perbuatan haram, tetapi dilakukan secara suka rela antara kedua belah pihak atau lebih, selama hal itu tidak mengikat atau tidak bersyarat serta tidak ada unsur membantu kebatilan mereka, maka mayoritas ulama membolehkan untuk memanfaatkan uang tersebut untuk kemaslahatan kaum muslimin, seperti membangun jembatan, memperbaiki jalan, membeli mobil ambulan, membuat sumur, membuat tenda-tenda penampungan korban bencana alam dan lain-lain . Harta semacam ini &amp;nbsp;termasuk dalam katagori &lt;i&gt;“ hak Allah.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Kaedah ini didasarkan pada dalil-dalil sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama &lt;/b&gt;: Firman Allah swt :&lt;br /&gt;وَلاَ تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلاَّ عَلَيْهَا وَلاَ تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“ Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.” ( Qs Al An’am : 164 )&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menunjukkan bahwa siapa saja yang bekerja pada sesuatu yang mengandung keharaman seperti di Bank Konvensional atau Asuransi Jiwa, atau perjudian ( yang mana pekerjaan tersebut adalah hasil kesepakatan antara mereka sendiri ), maka dosanya akan dia tanggung sendiri, dan dosa ini tidak menular kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt; : Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ra bahwasanya ia berkata :&lt;br /&gt;أَنَّ يَهُودِيَّةً أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَاةٍ مَسْمُومَةٍ فَأَكَلَ مِنْهَا&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“ Bahwasanya seorang wanita Yahudi datang memberikan hadiah kepada Nabi saw berupa seekor kambing yang telah dilumuri racun, lalu beliau memakannya.” (&lt;/i&gt; HR Bukhari dan Muslim )&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui bahwa kebanyakan orang Yahudi memakan harta haram seperti riba dan lain-lainnya, tetapi walaupun demikian Rasulullah saw menerima hadiah mereka. Bahkan hadiah itu berupa makanan.&lt;br /&gt;.&lt;b&gt;Ketiga :&lt;/b&gt; Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab menerima jizyah ( upeti ) dari keuntungan penjualan khomr Ahli Kitab ( &lt;i&gt;Abdur Razaq, al- Mushonaf, 8/198 )&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Upeti yang diambil Umar dari harta haram tersebut menjadi kas negara dan nantinya digunakan untuk kepentingan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat : &lt;/b&gt;Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas’ud pernah berkata : “Jika anda diajak makan oleh orang yang hartanya berasal dari riba, maka makanlah. “&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima &lt;/b&gt;: Berkata Ibrahim an Nakh’i : “ Terimalah hadiah dari orang yang hartanya dari riba, selama anda tidak menyuruhnya atau membantunya “ &amp;nbsp;&lt;i&gt;( Abdurrazaq, Mushonaf, 8/151 )&lt;/i&gt; Hal serupa juga disampaikan oleh Salman Al Farisi.&lt;br /&gt;Artinya jika dengan menerima hadiah tersebut tidak membantu kemungkarannya, maka boleh diterima, khususnya jika ada manfaatnya untuk kaum muslimin, sekaligus sebagai sarana dakwah dan ta’lif qulub ( meluluhkan hati mereka agar masuk Islam ) .&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keenam :&lt;/b&gt; Berkata Hasan Al Bashri : “ Sesungguh Allah telah menjelaskan kepada kalian bahwa Yahudi dan Nashara makan dari harta riba, walupun begitu dihalalkan bagi kalian makanan mereka “&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan &lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;Dari keterangan di atas, bisa kita simpulkan bahwa dana-dana bantuan korban bencana atau bantuan-bantuan lain dari pihak asing maupun dari artis manapun juga, selama itu menyangkut hak Allah dan tidak ada terkait dengan hak manusia, &lt;b&gt;&lt;i&gt;serta tidak mengikat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, maka hukumnya boleh diterima dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan kaum muslimin.&lt;br /&gt;Kalau kita menolak bantuan tersebut juga tidak apa-apa. Hanya saja, dikhawatirkan akan mereka gunakan untuk memperkuat kebatilan mereka, atau membangun proyek – proyek kemaksiatan lainnya, bahkan justru dimanfaatkan untuk memerangi kaum muslimin. Sehingga secara tidak langsung, seakan-akan kita telah memperkuat dan membantu kebatilan mereka dengan mengembalikan harta tersebut, padahal hal itu dilarang oleh Allah swt, sebagaimana di dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“ Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. “ &lt;/i&gt; ( QS Al Maidah : 2 ).&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;br /&gt;Klaten, Jawa Tengah, 5 Shofar 1432 H/ 10 Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dr. Ahmad Zain An Najah, MA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-3285325904723991703?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/3285325904723991703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/01/beberapa-saat-yang-lalu-penulis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3285325904723991703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3285325904723991703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/01/beberapa-saat-yang-lalu-penulis.html' title='Hukum Menggunakan Uang haram'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-4977933177212485174</id><published>2011-01-21T20:06:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T20:06:19.613-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Lestarikan Cemburu yang Syar'i Agar Suami-Istri Makin Harmonis</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img-content" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka/Cemburu.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cemburu yang syar’i? Hmm.. ada gak ya? Cemburu apalagi pada diri perempuan biasanya tidak produktif dan tak logis. Cemburu buta, namanya. Tapi bila cemburu bisa dikelola dengan baik dan yang mengelola adalah muslimah shalihah, maka cemburu ini bisa menjadi lampu kuning bagi yang dicemburui (suami) agar langkahnya tidak kebablasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cemburu bukan asal cemburu. Cemburu yang syar’i adalah rasa yang hadir ketika suami terlihat mulai menduakan hati. Bukan pada istri tapi menduakan Ilahi? Emang ada? Ketika suami tetap asyik di depan computer padahal azan sudah berkumandang, istri harus mulai cemburu. Ketika jadwal ngaji tiba suami masih saja belum siap-siap, istri juga harus pasang muka mulai cemburu. Begitu juga ketika kewajiban dakwah harus ditunaikan tapi suami mulai ogah-ogahan, cemburu pun harus segera diberi tempat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai istri, kita tak rela bila tujuan utama cinta yaitu Allah SWT diduakan. Bukan diduakan dalam makna sesembahan tapi diduakan ketika prioritas yang wajib tapi malah dinomorduakan. Nah, ini tugas istri untuk bukan sekadar mengingatkan tapi harus cemburu. Bila yang dicemburui masih juga gak nyadar, maka cemburu ini harus diungkapkan. Jangan memakai trik cemburu buta, karena laki-laki (suami) seringkali tak paham dengan makna cemburu yang diungkapkan dalam sikap oleh si istri.&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;....Cemburu antara suami dan istri harus ada, tapi cemburu yang produktif karena alasan syar’i dan bukan sekadar berdasar perasaan saja....&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itu dalam hal kewajiban. Bagaimana dengan cemburu ketika mengetahui suami mulai ‘menyerempet’ sesuatu yang berbau maksiat? Misalnya saja dalam hal interaksi dengan lawan jenis. Bukan niat hati untuk bermaksiat, tapi ada kalanya manusia lupa batas syariat ketika hatinya sudah tersentuh. Ada wanita yang ditinggal mati suaminya, anaknya banyak, dan suami berniat membantu. Tapi seharusnya bukan suami yang datang memberi santunan pada sang janda tersebut. Alangkah lebih makruf apabila si istri yang mengantarkan sumbangan agar tidak timbul fitnah. Bila suami lalai, maka istri berhak dan wajib untuk cemburu agar batas syar'i dak dilanggar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu juga niat suami untuk membantu anak yatim putri yang beranjak remaja. Biar istri yang mengurusi dan suami support dana yang diperlukan. Begitu juga dalam hal-hal lain yang yang sekiranya ada sikap dan perilaku suami yang patut dicemburui karena alasan syar’i. Jangan sampai kita menjadi istri yang acuh tak acuh atau terlalu percaya sehingga kehilangan kewaspadaan terhadap suami. Seshalih apa pun suami, toh ia adalah manusia biasa yang tak lepas dari khilaf dan dosa. Menjadi kewajiban istri untuk mencemburui dan mengingatkan agar suami segera kembali ke rel yang benar. Begitu juga ketika istri mulai khilaf, maka suami pun patut untuk cemburu.&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;....Cemburu suami-istri yang syar'i ini harus dipelihara karena bisa menjaga keharmonisan pernikahan agar tetap di jalan syariat....&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Misalnya saja istri tidak mau menutup aurat. Suami wajib cemburu karena itu artinya istri merelakan keindahan tubuhnya menjadi santapan mata-mata yang tak berhak untuk memandangnya. Suami harus segera bertindak dan tidak membiarkan istrinya keluar rumah tanpa menutup aurat. Dan masih banyak lagi hal-hal yang harus membuat suami cemburu yaitu utamanya ketika istri mulai melupakan kewajiban baik sebagai muslimah secara umum atau sebagai istri dan ibu secara khusus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, cemburu antara suami dan istri memang harus ada. Cemburu yang produktif adalah cemburu karena alasan syar’i dan bukan sekadar berdasar perasaan saja. Cemburu jenis ini memang harus dipelihara karena bisa menjaga keharmonisan pernikahan agar tetap di jalan syariat. Selamat cemburu syar’i kepada pasangan. [riafariana/voa-islam.com]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-4977933177212485174?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/4977933177212485174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/01/lestarikan-cemburu-yang-syari-agar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/4977933177212485174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/4977933177212485174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2011/01/lestarikan-cemburu-yang-syari-agar.html' title='Lestarikan Cemburu yang Syar&apos;i Agar Suami-Istri Makin Harmonis'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-1439446818358806647</id><published>2010-11-26T19:57:00.000-08:00</published><updated>2010-11-26T19:57:18.527-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Untuk Yang Terindah Dan Terdalam...Mantan Suamiku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img-content" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/selamat-tinggal.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;strong&gt;Masih&lt;/strong&gt; ingatkah engkau, saat ikatan suci terjalin atas nama cinta. Jalinan itu begitu indah karena kasih sayang. Dan Pertautan hatipun terjadi, tumbuh dari rasa kebersamaan, rasa memiliki dan rindu. Semua itu adalah cinta, sayang, dan rindu atas nama pengabdian kepada Rabbul Izzati dalam khidmatnya akad nikah. Sungguh Aku Sangat mencintaimu karena Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah dari mana dan bagaimana...namun inilah akhirnya...kita harus mengakhiri jejak yang baru kita tapaki. Dan kehidupan telah membawa kita pada garis akhir sebuah takdir. Perpisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dari matamu, aku bisa melihat kehampaan, dari tawamu, aku masih mendengar nada nada kesedihan. Dari tatapanmu, aku sangat merasakan penyesalan yang besar, dan dari sikapmu, aku menyadari hadirnya sebuah amarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dan tak perlu saling menyalahkan, tidak mencampakkan dan tidak ada yang dicampakkan. Sungguh sebuah karunia rasa dari yang Maha Kuasa, rasa dari dua manusia yang cukup dewasa untuk sama sama menyadari bahwa semua yang terjadi karena kekurangan kita sebagai manusia. &lt;br /&gt;Sebuah pembelajaran yang begitu dalam dan menyentuh untuk kita berdua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sakit dan sangat lah sakit. Namun tidak perlulah adanya perealisasian rasa sakit hati itu. Cukuplah bahasa hati kita yang menterjemahkannya. Tak perlu ada permusuhan dan atau membuang muka, tak perlu ada kata kata kasar dan saling beradu tenaga.&lt;br /&gt;Perpisahan kita bukanlah tentang benci, bukan pula tentang kemenangan atas ego.&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkanlah aku menangis, sekali ini saja. Kehidupan telah mengajarkanku tentang kehilangan. Namun mengapa perpisahan ini masih saja sangat menyakitkan. Menjadi setengah dari engkau, atas apapun baik buruknya, adalah hal yang aku syukuri. Menjadikanku pribadi yang lebih matang dan mengerti tentang hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin legowo, ikhlas dan bersyukur dalam kesedihan akan menjadikan kita, terutama aku, menjadi lebih baik. Mungkin begitulah yang dinamakan rotasi kehidupan, ada kalanya kita di bawah, kadang juga kita di atas. Begitu juga kebersamaan kita,ada saatnya kita bertemu dan ada juga saatnya kita berpisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih telah memberi kebahagiaan serta kenangan, dan menjadi bagian dari perjalanan hidupku yang penuh dengan misteri ini. Pergilah...jangan ragu!! Melangkahlah...Tapakilah jalan takdirmu selanjutnya, yang semoga lebih indah bersama seseorang kelak, doaku semoga kau bahagia dan selalu dalam lindungan Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang terindah dan terdalam...Mantan Suamiku&lt;br /&gt;(syahidah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-1439446818358806647?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/1439446818358806647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/11/untuk-yang-terindah-dan-terdalammantan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1439446818358806647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1439446818358806647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/11/untuk-yang-terindah-dan-terdalammantan.html' title='Untuk Yang Terindah Dan Terdalam...Mantan Suamiku'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-3780806506526707738</id><published>2010-11-26T19:52:00.000-08:00</published><updated>2010-11-26T19:52:46.480-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak'/><title type='text'>Malu vs Iseng Telanjang Dimuka Umum</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img-content" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/depeeee.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;"Suhu dunia" &lt;/strong&gt;semakin panas dengan maksiat wanita wanita yang dengan murah dan mudah alias enteng, pamer aurat didepan umum. Parahnya semua itu terjadi dengan alasan klise.. iseng. Mereka menyikapi dengan santai dan ogah berpikir berat ketika gambar mereka menjadi konsumsi publik. Pose pose topless, atau setengah telanjang yang telah mampir di dunia maya, dan di saksikan berjuta pasang mata, seakan bukanlah beban yang musti harus masuk dikepala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga sebagian lain berlindung atas nama seni dan memilih untuk tetap &lt;em&gt;keukeuh &lt;/em&gt;dengan pendapat mereka bahwa hal itu benar. Dengan kata lain hal yang mereka lakukan sama sekali tidak menyalahi aturan (mereka sendiri). Sayangnya batasan aturan tersebut juga tidaklah jelas alias kabur. Namun yang pasti untuk mereka, keindahan pahatan tubuh wanita adalah bernilai seni tinggi. Dan tentu saja hal itu akan menjadi agenda primer dari proses eksplorasi yang mereka lakukan. Astagfirullah...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malu..satu rasa yang sudah banyak terlupakan oleh para wanita "penjual" dan pengeksploitasi aurat itu. Padahal rasa malu adalah akhlak yang menghiasi perilaku wanita yang dapat menyinarkan cahaya dan keanggunan. Malu, juga merupakan sebuah akhlak terpuji dan fitrah yang mengkarakter pada diri setiap wanita. Akhlak yang mulia ini tidak akan kokoh tegak dalam jiwa orang yang tidak punya landasan iman yang kuat kepada Allah swt. Sebab, rasa malu adalah pancaran iman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita sebagai manusia tidaklah luput dari kesalahan dan cela. Karena alasan itulah, sebagian dari mereka mengatakan, bukan manusia yang berhak menghakimi mereka. Namun bagaimana apabila misi buka bukaan aurat disebut sebagai bagian dari totalitas pekerjaan dan atau malah dilakukan dengan iseng ditempat umum?. Masih adakah kata "pantas" untuk hal itu? apa iya makna kata "seksi" yang sering diidentikkan dengan terbukanya aurat telah sebegitu dahsyatnya membius, sampai- sampai melupakan berharganya sebuah harga diri yang justru menjadi mahkota wanita?. Hal itu tidak akan mendatangkan kerendahan kecuali pada pribadi yang bersangkutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setuju atau tidak, wanita yang tampil anggun cantik dan elegan sesuai dengan aturan Allah SWT, akan lebih kelihatan bersinar dan lebih tampil. Diterima atau diingkari, hati nurani manusia bahkan wanita-wanita yang melakukan semua itu tetaplah tahu, mengakui dan tak bisa mengingkari bahwa tidak ada kebahagiaan dan keindahan dengan maksiat.&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="text-align: justify;"&gt; ...Diterima atau diingkari, hati nurani manusia bahkan wanita-wanita yang melakukan semua itu tetaplah tahu, mengakui dan tak bisa mengingkari bahwa tidak ada kebahagiaan dan keindahan dengan maksiat...&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;So ladies, akan sangat baik bagi kita menghindarkan diri dari iseng yang membawa pada murka Allah SWT. Tak perlu ngoyo untuk tampil apalagi sampai membuka aurat didepan umum. Jika anda ingin cantik, cukup hiasi diri dengan dengan rasa malu. Karena dengan sifat ini, hanya kebaikanlah yang bakal kita raup, sebagaimana dinasehatkan dalam lembaran sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa “Malu itu tidaklah datang kecuali dengan kebaikan.” (syahidah)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-3780806506526707738?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/3780806506526707738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/11/malu-vs-iseng-telanjang-dimuka-umum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3780806506526707738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3780806506526707738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/11/malu-vs-iseng-telanjang-dimuka-umum.html' title='Malu vs Iseng Telanjang Dimuka Umum'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-7737828797241248368</id><published>2010-09-22T21:42:00.000-07:00</published><updated>2010-09-22T21:42:21.762-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Seni Meminta Maaf Kepada Suami</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img-content" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/mnta-maap-1.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;strong&gt;Semua &lt;/strong&gt;orang pasti pernah berbuat kesalahan.  Tapi terkadang kita tidak begitu mudah mengakuinya. Permintaan maaf  bukan hanya sekedar pengakuan atas perbuatan salah kita, tapi juga  pengakuan bahwa kita memahami telah berbuat sesuatu secara tidak sengaja  yang menyebabkan suami kita kesal atau marah. Ketika tiba pada saatnya  kita harus meminta maaf, mungkin anda bisa mencoba beberapa cara  sederhana dibawah ini, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Minta maaflah karena Suami, bukan karena anda.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seberapa  sering anda memulai meminta maaf dengan diikuti penyesalan? kalau anda  masih memberikan alasan kenapa anda melakukan kesalahan tersebut dan  atau masih memfokuskan diri pada yang anda alami, maka hal itu tidak  menunjukkan bahwa anda peduli pada perasaan su, namun lebih  menggambarkan bahwa anda hanya khawatir dengan apa yang anda rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;2. Dengarkan penyebab kemarahan suami marah, dan mengakulah. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sudah  sewajarnya jika semua manusia terkadang sulit mendengarkan hal negatif  tentang diri sendiri. Namun, cobalah untuk belajar mendengarkan sudut  pandang masalah menurut yang suami ketahui, agar kita mengerti. Jika  anda sudah mengetahui penyebab kemarahan suami, pastikan anda memahami  dan mengakuinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Menebus kesalahan. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika  anda sudah terlanjur menyakiti perasaan suami, maka pastikan anda  menebus kesalahan itu. Berusahalah mewujudkan permintaan maaf dengan  tindakan yang real. Anda bisa mencoba melakukan sesuatu yang diluar  kebiasaan anda sehari hari, tentunya agar suami merasa lebih baik,  contohnya memberikan sebuah hadiah atau memasakkan makanan kesukaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Instrospeksi diri.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Ada  baiknya anda melakukan introspeksi diri, apalagi jika kesalahan  tersebut adalah bukan pertama kalinya anda lakukan. tanyakan pada diri  sendiri mengapa anda sampai bisa mengulanginya lagi. Buatlah komunikasi  yang hangat dengan suami dan cobalah untuk&amp;nbsp; mencari solusi terbaik bagi  masalah tersebut.(rps)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-7737828797241248368?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/7737828797241248368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/09/seni-meminta-maaf-kepada-suami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/7737828797241248368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/7737828797241248368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/09/seni-meminta-maaf-kepada-suami.html' title='Seni Meminta Maaf Kepada Suami'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-3031700112706281689</id><published>2010-09-22T21:22:00.000-07:00</published><updated>2010-09-22T21:22:02.240-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Mulianya Menjadi Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_e0v9WzHRXmI/TJrVXPA_GpI/AAAAAAAAAIc/BaxM52Nq5OU/s1600/kasih-ibu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_e0v9WzHRXmI/TJrVXPA_GpI/AAAAAAAAAIc/BaxM52Nq5OU/s320/kasih-ibu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sekolah khusus untuk menjadi ibu, seperti sekolah menjadi  dokter,perawat, guru dan atau berbagai profesi lainnya. Memang ada  berbagai seminar dan buku-buku tentang menjadi ibu yang baik, atau  tentang bagaimana mendidik anak dan berbagai tema yang berkaitan dengan  tugas dan tanggung jawab seorang ibu. Namun tetap saja itu bukanlah  sebuah sekolah dan tidak pernah cukup untuk mempersiapkan dan melengkapi  seorang wanita untuk menjadi ibu. Menjadi ibu adalah sebuah kehormatan,  sebuah pelayanan yang tidak tampak di muka umum namun memiliki tanggung  jawab yang tidak mudah untuk dilakukan. Menuntut pengorbanan dan  kerelaan hati. Menyita 24 jam jatah hidup kita, dalam 7 hari seminggu,  52 minggu setahun. dan berbeda dengan yang mungkin dialami oleh para  pekerja kantor dengan fasilitas cuti, menjadi seorang ibu tidak ada  istilah cuti walau bagaimanapun kita lelah dan penat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menjadi ibu berarti selalu siap mengulurkan tangan menjawab kebutuhan  anak, tidak peduli rasa letih menguasai tubuh. Memberikan pelukan  hangat di saat anak merasakan kesepian. Menghibur anak kala mereka  bersedih, mendorong penuh semangat ketika mereka gagal,&amp;nbsp; dan selalu  memberikan yang terbaik untuk mereka dalam keadaan atau situasi seperti  apapun. Seperti kisah bunda hajar yang menunjukkan ketegaran, kekuatan  iman, dan ketawakalan jiwa yang luar biasa. Beliau kala itu hanya  bersama anak semata wayangnya Ismail di suatu padang tandus yang bahkan  tidak ada rumput tumbuh. Dan mendapati perbekalannya hampir habis, Hajar  berlari menuju Bukit Shafa, berharap bertemu dengan suatu kafilah yang  lewat untuk dimintai pertolongan. Tak ditemuinya seorangpun, beliau  turun untuk menuju Bukit Marwah. Begitulah, beliau dengan khawatir,  mondar-mandir hingga tujuh kali karena Ismail terus menerus menangis  kehausan. Semua hal tersebut dilakukan bunda Hajar demi membahagiakan  anaknya dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.&amp;nbsp; Dan Allah  adalah yang Maha Menepati Janji. Di tengah kekalutan, muncullah mata air  yang letaknya dekat dengan Ismail. Hajar bergegas menuju mata air  tersebut dengan penuh rasa syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ibu dan manusia biasa, terkadang kita mengeluh dan  mengasihani diri hingga terpuruk dalam kondisi kita yang mungkin sangat  sulit saat ini. Namun cukuplah kisah bunda Hajar menjadi cermin bagi  diri agar kita untuk banyak belajar menjadi wanita tegar, setegar beliau  dalam mengikhlaskan diri, menerima dan melaksanakan tugas beliau  sebagai ibu dan seorang istri. Setiap menit adalah sarana kita  bersekolah&amp;nbsp; menjadi ibu. Dan Setiap hari akan selalu ada pelajaran baru.  Tidak akan pernah habis sampai akhir hayat kita, semua Tergantung  kepada kita apakah kita mau belajar atau tidak, untuk menjadi ibu ibu  teladan bagi anak- anak kita, dan karena menjadi ibu adalah tugas yang  sangat mulia.(rps)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-3031700112706281689?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/3031700112706281689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/09/mulianya-menjadi-seorang-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3031700112706281689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3031700112706281689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/09/mulianya-menjadi-seorang-ibu.html' title='Mulianya Menjadi Seorang Ibu'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_e0v9WzHRXmI/TJrVXPA_GpI/AAAAAAAAAIc/BaxM52Nq5OU/s72-c/kasih-ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-6630577444297281229</id><published>2010-08-27T00:19:00.000-07:00</published><updated>2010-08-27T00:19:11.439-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Kepada Saudariku, Kami Iri Pada Kalian</title><content type='html'>&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="271" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/mus3.jpg" width="370" /&gt;Joana Francis adalah seorang penulis dan  wartawan asal AS. Dalam situs Crescent and the Cross,&amp;nbsp;perempuan yang  menganut agama Kristen itu menuliskan ungkapan hatinya tentang  kekagumannya pada perempuan-perempuan Muslim di Libanon saat negara itu  diserang oleh Israel dalam perang tahun 2006 lalu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 class="post_name" id="post-87"&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="post_meta"&gt;               &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post_meta"&gt;                            &lt;/div&gt;Apa yang ditulis Francis, meski ditujukan pada para Muslimah di  Libanon, bisa menjadi cermin dan semangat bagi para Muslimah dimanapun  untuk bangga akan identitasnya menjadi seorang perempuan Muslim, apalagi  di tengah kehidupan modern dan derasnya pengaruh budaya Barat yang bisa  melemahkan keyakinan dan keteguhan seorang Muslimah untuk tetap  mengikuti cara-cara hidup yang diajarkan Islam.&lt;br /&gt;Karena di luar sana, banyak kaum perempuan lain yang iri melihat  kehidupan dan kepribadian para perempuan Muslim yang masih teguh  memegang ajaran-ajaran agamanya. Inilah ungkapan kekaguman Francis  sekaligus pesan yang disampaikannya untuk perempuan-perempuan Muslim  dalam tulisannya bertajuk “Kepada Saudariku Para Muslimah”;&lt;br /&gt;Ditengah serangan Israel ke Libanon dan “perang melawan teror” yang  dipropagandakan Zionis, dunia Islam kini menjadi pusat perhatian di  setiap rumah di AS.&lt;br /&gt;Aku menyaksikan pembantaian, kematian dan kehancuran yang menimpa  rakyat Libanon, tapi aku juga melihat sesuatu yang lain; Aku melihat  kalian (para muslimah). Aku menyaksikan perempuan-perempuan yang membawa  bayi atau anak-anak yang mengelilingin mereka. Aku menyaksikan bahwa  meski mereka mengenakan pakaian yang sederhana, kecantikan mereka tetap  terpancar dan kecantikan itu bukan sekedar kecantikan fisik semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku; aku merasa iri. Aku  merasa gundah melihat kengerian dan kejahatan perang yang dialami rakyat  Libanon, mereka menjadi target musuh bersama kita. Tapi aku tidak bisa  memungkiri kekagumanku melihat ketegaran, kecantikan, kesopanan dan yang  paling penting kebahagian yang tetap terpancar dari wajah kalian.&lt;br /&gt;Kelihatannya aneh, tapi itulah yang terjadi padaku, bahkan di tengah  serangan bom yang terus menerus, kalian tetap terlihat lebih bahagia  dari kami ( perempuan AS) di sini karena kalian menjalani kehidupan yang  alamiah sebagai perempuan. Di Barat, kaum perempuan juga menjalami  kehidupan seperti itu sampai era tahun 1960-an, lalu kami juga  dibombardir dengan musuh yang sama. Hanya saja, kami tidak dibombardir  dengan amunisi, tapi oleh tipu muslihat dan korupsi moral.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perangkap Setan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mereka membombardir kami, rakyat Amerika dari Hollywood dan bukan  dari jet-jet tempur atau tank-tank buatan Amerika.&lt;br /&gt;Mereka juga ingin membombardir kalian dengan cara yang sama, setelah  mereka menghancurkan infrastruktur negara kalian. Aku tidak ingin ini  terjadi pada kalian. Kalian akan direndahkan seperti yang kami alami.  Kalian dapat menghinda dari bombardir semacam itu jika kalian mau  mendengarkan sebagian dari kami yang telah menjadi korban serius dari  pengaruh jahat mereka.&lt;br /&gt;Apa yang kalian lihat dan keluar dari Hollywood adalah sebuah paket  kebohongan dan penyimpangan realitas. Hollywood menampilkan seks bebas  sebagai sebuah bentuk rekreasi yang tidak berbahaya karena tujuan mereka  sebenarnya adalah menghancurkan nilai-nilai moral di masyarakat melalui  program-program beracun mereka. Aku mohon kalian untuk tidak minum  racun mereka.&lt;br /&gt;Karena begitu kalian mengkonsumsi racun-racun itu, tidak ada obat  penawarnya. Kalian mungkin bisa sembuh sebagian, tapi kalian tidak akan  pernah menjadi orang yang sama. Jadi, lebih baik kalian menghindarinya  sama sekali daripada nanti harus menyembuhkan kerusakan yang diakibatkan  oleh racun-racun itu.&lt;br /&gt;Mereka akan menggoda kalian dengan film dan video-video musik yang  merangsang, memberi gambaran palsu bahwa kaum perempuan di AS senang,  puas dan bangga berpakaian seperti pelacur serta nyaman hidup tanpa  keluarga. Percayalah, sebagian besar dari kami tidak bahagia.&lt;br /&gt;Jutaan kaum perempuan Barat bergantung pada obat-obatan anti-depresi,  membenci pekerjaan mereka dan menangis sepanjang malam karena perilaku  kaum lelaki yang mengungkapkan cinta, tapi kemudian dengan rakus  memanfaatkan mereka lalu pergi begitu saja. Orang-orang seperti di  Hollywood hanya ingin menghancurkan keluarga dan meyakinkan kaum  perempuan agar mau tidak punya banyak anak.&lt;br /&gt;Mereka mempengaruhi dengan cara menampilkan perkawinan sebagai bentuk  perbudakan, menjadi seorang ibu adalah sebuah kutukan, menjalani  kehidupan yang fitri dan sederhana adalah sesuatu yang usang.  Orang-orang seperti itu menginginkan kalian merendahkan diri kalian  sendiri dan kehilangan imam. Ibarat ular yang menggoda Adam dan Hawa  agar memakan buah terlarang. Mereka tidak menggigit tapi mempengaruhi  pikiran kalian.&lt;br /&gt;Aku melihat para Muslimah seperti batu permata yang berharga, emas  murni dan mutiara yang tak ternilai harganya. Alkitab juga sebenarnya  mengajarkan agar kaum perempuan menjaga kesuciannya, tapi banyak kaum  perempuan di Barat yang telah tertipu.&lt;br /&gt;Model pakaian yang dibuat para perancang Barat dibuat untuk mencoba  meyakinkan kalian bahwa asset kalian yang paling berharga adalah  seksualitas. Tapi gaun dan kerudung yang dikenakan para perempuan Muslim  lebih “seksi” daripada model pakaian Barat, karena busana itu  menyelubungi kalian sehingga terlihat seperti sebuah “misteri” dan  menunjukkan harga diri serta kepercayaan diri para muslimah.&lt;br /&gt;Seksualiatas seorang perempuan harus dijaga dari mata orang-orang  yang tidak layak, karena hal itu hanya akan diberikan pada laki-laki  yang mencintai dan menghormati perempuan, dan cukup pantas untuk menikah  dengan kalian. Dan karena lelaki di kalangan Muslim adalah lelaki yang  bersikap jantan, mereka berhak mendapatkan yang terbaik dari kaum  perempuannya.&lt;br /&gt;Tidak seperti lelaki kami di Barat, mereka tidak kenal nilai sebuah  mutiara yang berharga, mereka lebih memilih kilau berlian imitasi  sebagai gantinya dan pada akhirnya bertujuan untuk membuangnya juga.&lt;br /&gt;Modal yang paling berharga dari para muslimah adalah kecantikan batin  kalian, keluguan dan segala sesuatu yang membentuk diri kalian. Tapi  saya perhatikan banyak juga muslimah yang mencoba mendobrak batas dan  berusaha menjadi seperti kaum perempuan di Barat, meski mereka  mengenakan kerudung.&lt;br /&gt;Mengapa kalian ingin meniru perempuan-perempuan yang telah menyesal  atau akan menyesal, yang telah kehilangan hal-hal paling berharga dalam  hidupnya? Tidak ada kompensasi atas kehilangan itu. Perempuan-perempuan  Muslim adalah berlian tanpa cacat. Jangan biarkan hal demikian menipu  kalian, untuk menjadi berlian imitasi. Karena semua yang kalian lihat di  majalah mode dan televisi Barat adalah dusta, perangkap setan, emas  palsu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kami Butuh Kalian, Wahai Para Muslimah !&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Aku akan memberitahukan sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian masih  penasaran; bahwa seks sebelum menikah sama sekali tidak ada hebatnya.&lt;br /&gt;Kami menyerahkan tubuh kami pada orang kami cintai, percaya bahwa itu  adalah cara untuk membuat orang itu mencintai kami dan akan menikah  dengan kami, seperti yang sering kalian lihat di televisi. Tapi  sesungguhnya hal itu sangat tidak menyenangkan, karena tidak ada jaminan  akan adanya perkawinan atau orang itu akan selalu bersama kita.&lt;br /&gt;Itu adalah sebuah Ironi! Sampah dan hanya akan membuat kita menyesal.  Karena hanya perempuan yang mampu memahami hati perempuan. Sesungguhnya  perempuan dimana saja sama, tidak peduli apa latar belakang ras,  kebangsaan atau agamanya.&lt;br /&gt;Perasaan seorang perempuan dimana-mana sama. Ingin memiliki sebuah  keluarga dan memberikan kenyamanan serta kekuatan pada orang-orang yang  mereka cintai. Tapi kami, perempuan Amerika, sudah tertipu dan percaya  bahwa kebahagiaan itu ketika kami memiliki karir dalam pekerjaan,  memiliki rumah sendiri dan hidup sendirian, bebas bercinta dengan siapa  saja yang disukai.&lt;br /&gt;Sejatinya, itu bukanlah kebebasan, bukan cinta. Hanya dalam sebuah  ikatan perkawinan yang bahagialah, hati dan tubuh seorang perempuan  merasa aman untuk mencintai.&lt;br /&gt;Dosa tidak akan memberikan kenikmatan, tapi akan selalu menipu  kalian. Meski saya sudah memulihkan kehormatan saya, tetap tidak  tergantikan seperti kehormatan saya semula.&lt;br /&gt;Kami, perempuan di Barat telah dicuci otak dan masuk dalam pemikiran  bahwa kalian, perempuan Muslim adalah kaum perempuan yang tertindas.  Padahal kamilah yang benar-benar tertindas, menjadi budak mode yang  merendahkan diri kami, terlalu resah dengan berat badan kami, mengemis  cinta dari orang-orang yang tidak bersikap dewasa.&lt;br /&gt;Jauh di dalam lubuk hati kami, kami sadar telah tertipu dan diam-diam  kami mengagumi para perempuan Muslim meski sebagaian dari kami tidak  mau mengakuinya. Tolong, jangan memandang rendah kami atau berpikir  bahwa kami menyukai semua itu. Karena hal itu tidak sepenuhnya kesalahan  kami.&lt;br /&gt;Sebagian besar anak-anak di Barat, hidup tanpa orang tua atau hanya  satu punya orang tua saja ketika mereka masih membutuhkan bimbingan dan  kasih sayang. Keuarga-keluarga di Barat banyak yang hancur dan kalian  tahu siapa dibalik semua kehancuran ini. Oleh sebab itu, jangan sampai  tertipu saudari muslimahku, jangan biarkan budaya semacam itu  mempengaruhi kalian.&lt;br /&gt;Tetaplah menjaga kesucian dan kemurnian. Kami kaum perempuan  Kristiani perlu melihat bagaimana kehidupan seorang perempuan  seharusnya. Kami membutuhkan kalian, para Muslimah, sebagai contoh bagi  kehidupan kami, karena kami telah tersesat. Berpegang teguhlah pada  kemurnian kalian sebagai Muslimah dan berhati-hatilah !. (ln/iol)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-6630577444297281229?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/6630577444297281229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/08/kepada-saudariku-kami-iri-pada-kalian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/6630577444297281229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/6630577444297281229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/08/kepada-saudariku-kami-iri-pada-kalian.html' title='Kepada Saudariku, Kami Iri Pada Kalian'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-7551094991094000489</id><published>2010-08-17T06:46:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T06:46:11.107-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak'/><title type='text'>Husain Abdullah: Saya Menempatkan Allah Swt di atas Segalanya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="caption" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/dunia_islam/huss.jpg" width="370" /&gt;Seperti muslim lainnya, Husain Abdullah menyambut  datangnya bulan Ramadan dengan antusias. Meski bulan Ramadan kali ini  akan menjadi Ramadan yang penuh tantangan baginya karena bertepatan  dengan muslim pertandingan sepakbola Amerika (American Football).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah adalah pemain sepakbola ala Amerika yang memperkuat tim  Vikings dari Minnesota. Bulan ini ia harus berlatih keras demi  kemenangan timnya. Tapi sebagai seorang muslim yang taat, Abdullah  menyatakan bahwa ia akan tetap menjalankan puasa Ramadan.&lt;br /&gt;"Saya menempatkan Allah Swt di atas segalanya, tak ada satu pun yang  lebih penting di atas agama saya. Agama ini bukan sekedar apa yang wajib  saya lakukan, tapi ini adalah pilihan saya. Jadi, saya akan berpuasa  selama Ramadan," ujarnya mantap meski ia harus tetap berlatih di tengah  udara yang panas pada saat Ramadan.&lt;br /&gt;Beruntung, tim Viking memberikan dukungan pada Abdullah. Pihak  manajemen Vikings menyatakan akan memberikan komposisi makanan yang  dibutuhkan selama Abdullah menjalankan puasa. "Tahun lalu, Ramadan jatuh  pada awal September dan kami melihat ada penurunan dalam performanya.  Kami bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan Husain Abdullah, ia  kelihatan seperti tak punya semangat," kata pelatih Vikings, Brad  Childress.&lt;br /&gt;Untuk menghadapi Ramadan tahun ini, Abdullah berkonsultasi dengan  ahli gizi tim sepakbolanya untuk menentukan asupan makanan dan minum  bagi Abdullah selama Ramadan nanti. Ahli gizi tim Vikings ingin  memastikan bahwa Abdullah cukup mendapatkan kalori  sebagai sumber  energi dan menjaga staminanya, serta tidak mengalami dehidrasi.&lt;br /&gt;"Tahun lalu, Abdullah mempersiapkan segalanya sendiri, sekarang kami  akan membantunya menyiapkan makanan yang dibutuhkan saat berbuka dan  sahur.  Ia pemain yang berbakat dan pemain andalan di tim ini," sambung  Childress.&lt;br /&gt;Dalam musim pertandingan tahun lalu, Abdullah mengalami cedera di  bagian punggung dan panggulnya yang membuat  perjuangannya untuk bisa  turun ke lapangan lagi bertambah berat. Latihan keras harus dijalaninya  untuk menghadapi musim pertandingan tahun ini.&lt;br /&gt;Abdullah yang menghabiskan masa kanak-kanak dan remajanya di Pomona  California beradal dari keluarga besar. Ia memiliki tujuh saudara lelaki  dan empat saudara perempuan. Kakak Abdullah, Hamza, juga pemain  nasional sepakbola Amerika. Sejak usia 7 tahun, Abdullah sudah mulai  berpuasa Ramadan.&lt;br /&gt;"Saya selalu berusaha untuk menjaga kebiasaan itu. Sekarang, saya  senang karena Islam sudah mendapatkan tangapan yang lumayan positif,"  kata Abdullah.&lt;br /&gt;Selain Abdullah, sejumlah atlet muslim di AS juga berpuasa saat  Ramadan meski tetap harus menjalankan aktivitas latihannya setiap hari.  Salah satunya adalah bintang bola basket NBA, Hakeem Olajuwon. "Saya  meliihat diri saya selalu bersemangat dan penuh energi. Ketika saya  berbuka saat matahari terbenam, seteguk air rasanya nikmat sekali," kata  Olujuwon dalam bografinya yang dimuat di situs NBA.&lt;br /&gt;Situasi berbeda mungkin harus dialami oleh para pemain sepakbola  muslim di Jerman. Bulan Juli kemarin,  para pejabat organisasi sepakbola  Jerman menyatakan bahwa seorang pemain sepakbola muslim boleh tidak  puasa ketika harus bertanding saat bulan Ramadan. Pernyataan itu  didukung oleh salah satu organisasi muslim di Jerman yang beralasan  bahwa kelonggaran tidak puasa itu dilakukan jika si pemain terikat  kewajiban berdasarkan kontrak bertanding yang menjadi satu-satunya  sumber nafkah baginya dan jika puasa akan mempengaruhi performanya saat  bertanding. (ln/isc/afp)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-7551094991094000489?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/7551094991094000489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/08/husain-abdullah-saya-menempatkan-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/7551094991094000489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/7551094991094000489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/08/husain-abdullah-saya-menempatkan-allah.html' title='Husain Abdullah: Saya Menempatkan Allah Swt di atas Segalanya'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-8335321384468747523</id><published>2010-08-17T06:41:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T06:41:09.090-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Tips Istri Agar Menjadi Pusat Perhatian Suami</title><content type='html'>&lt;div class="img-content" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka/suami-istri-bahagia.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang psikoterapis Doris  Helmering menuturkan, “Wanita biasanya memiliki teman wanita yang akrab.  Teman terdekat laki-laki umumnya adalah istrinya. Ini berarti, relasi  harmonis dalam kehidupan rumah tangga sangat penting bagi laki-laki.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hal yang telah cukup dikenal –baik  dari sisi sosiologi maupun psikologi— semakin bertambah kedekatan  seorang istri dengan suaminya, maka kebahagiaan keduanya akan semakin  bertambah. Disebutkan bahwa, menurut para suami, faktor kebahagiaan  rumah tangga adalah istri yang menjadi pendamping terbaik bagi mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bukunya &lt;em&gt;Menyelami Hati Wanita&lt;/em&gt;,  Abdul Mun’im Qindil menyatakan bahwa untuk menjadi pendamping terbaik  bagi suami, berarti istri harus berusaha menjadi pusat perhatian  suaminya, dengan senyum manis senantiasa terkembang, pandangannya hangat  penuh cinta dan tutur kata lembut penuh kemanjaan. Dia harus selalu  berusaha menjadi seorang bidadari di rumahnya. Tubuhnya harum mewangi,  wajahnya cerah, perilakunya lembut, dan tutur katanya mendatangkan  kedamaian di hati, sehingga suami benar-benar merasa bahwa rumahnya  adalah surga yang penuh kenikmatan dan kesenangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia bagaikan bunga yang segar dan  menyejukkan mata. Hatinya bening sebening mata air pegunungan.  Senyumannya manis semanis telaga madu. Wajahnya terang secerah bulan  purnama. Jika suaminya sakit, dia menjadi dokter pribadinya yang  senantiasa setia menemaninya. Jika dunia gelap di matanya, dia menjadi  pelita yang siap menerangi jalannya. Jika suami kehausan, dia menjadi  pelepas dahaga yang menyejukkan. Pokoknya, apa pun yang dilakukannya  selalu menebarkan pesona di mata suaminya. Kelemahlembutannya dalam  memperlakukan suaminya sama dengan perlakuannya terhadap teman-teman  dekatnya, penuh keakraban dan senda gurau.&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;…Untuk menjadi pendamping terbaik bagi  suami, istri harus berusaha menjadi pusat perhatian suaminya. Dia harus  selalu berusaha menjadi seorang bidadari di rumahnya…&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, bagaimanakah caranya agar Anda  menjadi pendamping terbaik suami? Di bawah ini adalah beberapa tips  penting agar Anda bisa menjadi pusat perhatian suami, sebagaimana  dinyatakan Muhammad Kamil Abdul Shamad dalam bukunya &lt;em&gt;Haqa`iq  Taghfulu ‘Anha Az-Zaujat&lt;/em&gt;:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1.&amp;nbsp; MENJAGA PERASAAN SUAMI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peduli terhadap kebahagiaan suami dan  mampu memperlihatkan serta menghormati cintanya merupakan fondasi  keharmonisan sejati. Psikolog Marlin Roman menyatakan, “Manusia  menyenangi orang yang bisa menjadikannya senang. Inilah yang harus  diperhatikan dalam pendidikan dan pelatihan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Anda merasa tidak nyaman dan  membenci teman Anda, maka Anda bisa saja menghentikan interaksi  dengannya, sampai rasa benci itu hilang. Namun dengan suami, Anda tidak  bisa menghentikan interaksi Anda dengannya. Sebesar apa pun kebencian  Anda kepada suami, hanya karena dia mengabaikan beberapa hal yang  sepele, maka Anda harus tetap berada di sisinya. Anda harus bersamanya  ketika makan, bersenda-gurau dengannya, dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.&amp;nbsp; BERSABARLAH&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keberadaan Anda sebagai partner suami  menuntut Anda untuk bersabar dalam segala hal. Rasulullah bersabda, “&lt;em&gt;Orang  muslim jika dia bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguannya,  maka dia lebih baik daripada orang muslim yang tidak mau bergaul dengan  manusia dan tidak bersabar atas gangguannya.” &lt;/em&gt;(HR. At-Tirmidzi:  2431, dishahihkan oleh Al-Albani. Lihat: Shahih Al-Jami’: 6651)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah kisah menarik tentang hal  ini. Pada zaman Khalifah Al-Manshur, salah seorang menterinya,  Al-Ashma'i, melakukan perburuan. Karena terlalu asyik mengejar hewan  buruan, dia terpisah dari kelompoknya dan tersesat di tengah padang  sahara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika rasa haus mulai mencekiknya, di  kejauhan dia melihat sebuah kemah. Terasing dan sendirian. Dia memacu  kudanya ke arah sana dan mendapati seorang penghuni wanita muda dan  jelita. Dia meminta air. Wanita itu berkata, “Ada air sedikit, tetapi  aku persiapkan hanya untuk suamiku. Ada sisa minumanku. Kalau engkau  mau, ambillah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba wajah wanita itu tampak siaga.  Dia memandang kepulan debu dari kejauhan. “Suamiku datang,” katanya.  Wanita itu kemudian menyiapkan air minum dan kain pembersih. Lelaki yang  datang itu lebih pas jika disebut “bekas manusia”. Seorang tua yang  jelek dan menakutkan. Mulutnya tidak henti-hentinya menghardik istrinya.  Tidak satu pun perkataan keluar dari mulut perempuan itu. Dia  membersihkan kaki suaminya, menyerahkan minuman dengan khidmat, dan  menuntunnya dengan mesra masuk ke kemah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum pergi, Al-Ashma'i bertanya  kepada wanita itu, “Engkau muda, cantik, dan setia. Kombinasi yang  jarang sekali terjadi. Mengapa engkau korbankan dirimu untuk melayani  lelaki tua yang berakhlak buruk?”&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;…Rasulullah bersabda bahwa agama itu  terdiri dari dua bagian: syukur dan sabar…&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawaban wanita itu mengejutkan  Al-Ashma'i. Perempuan tersebut berkata, “Rasulullah bersabda bahwa agama  itu terdiri dari dua bagian: syukur dan sabar. Aku bersyukur karena  Allah telah menganugerahkan kepadaku usia muda, kecantikan, dan  perlindungan. Dia membimbingku untuk berakhlak baik. Aku telah  melaksanakan setengah agamaku. Karena itu, aku ingin melengkapi agamaku  dengan setengahnya lagi, yakni bersabar.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3.&amp;nbsp; Pelajarilah Bahasa Suami&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Laki-laki akan tetap berbicara tentang  dirinya saat menceritakan pekerjaannya. Berbeda dengan keyakinan yang  membudaya, bahwa laki-laki bicara mengenai dirinya melalui obrolan  mengenai pekerjaannya. Istri harus paham ketika suaminya bercerita  tentang pekerjaannya, maka sebenarnya dia juga sedang berbicara mengenai  masalah-masalah pribadi yang sangat dalam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suami, misalnya, pulang ke rumah sambil  marah-marah karena pimpinannya di kantor kurang menghargai kerja keras  yang dilakukannya. Penyebab yang sebenarnya dia bersikap seperti itu  mungkin karena dia takut pekerjaannya belum optimal. Jika Anda langsung  menimpalinya dengan menyaranka agar dia siap menghadapinya, bisa  menimbulkan reaksi yang tidak Anda harapkan dari dia, yaitu dia malah  tidak mau bicara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka sebaiknya Anda tidak bersikap  seperti itu, tetapi ciptakanlah suasana lembut yang membuatnya lebih  siap untuk menceritakan permasalahannya itu. Artinya, yang perlu Anda  lakukan adalah diam mendengarkan ucapannya penuh konsentrasi. Karena  pilar pertama relasi adalah mau mendengarkan.&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;…Islam telah menjadikan ketulusan seorang  istri terhadap suaminya setara dengan jihad fi sabilillah dalam hal  ganjarannya…&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;4.&amp;nbsp; Jangan Menambah Masalah&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkadang, ketika teman Anda menghadapi  masalah, mungkin Anda bisa menghadirkan kelembutan dan rasa simpati.  Dengan demikian Anda telah membantu mengurai benang kusut permasalahan  yang dihadapinya. Namun, tatkala suami Anda berada dalam kesulitan, Anda  justru berbuat kebodohan yang menambah dia gelisah dengan menyampaikan  pertanyaan-pertanyaan yang membebani, seperti: “Mengapa itu terjadi?”,  “Apa yang akan engkau perbuat?”, dan lain sebagainya. Anda menyampaikan  pertanyaan tersebut karena mengira cara itu adalah bentuk kepedulian  kepada suami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun sejatinya, dengan pertanyaan itu,  Anda menuntut suami agar meyakinkan Anda bahwa segala sesuatu akan  berjalan sesuai yang diinginkan. Hal ini menyebabkan dia menyesal telah  memberi kepercayaan kepada Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suami selalu mengatakan, “Saya tidak  suka menceritakan urusan pekerjaan kepada istri saya. Jika saya  melakukannya, justru saya tidak dapat menuntaskan masalah yang saya  hadapi.” Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Anda mau menahan  perasaan. Benar, cinta Anda begitu besar kepada suami, tetapi Anda gagal  menjadi pendamping terbaiknya, karena cinta saja tidaklah cukup. Relasi  harmonis sejati akan mendatangkan keintiman yang penuh dengan dinamika.  Inilah yang membuat pernikahan menjadi sesuatu yang agung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istri muslimah yang shalehah hidup  dengan suaminya sepenuh hati, sepenuh perasaan, sepenuh jiwa dan  raganya. Perasaan dan pikirannya tidak pernah lepas dari pasangannya.  Bukankah Islam telah menjadikan ketulusan seorang istri terhadap  suaminya setara dengan jihad &lt;em&gt;fi sabilillah&lt;/em&gt; dalam hal  ganjarannya? Seorang istri bisa menadapatkan pahala &lt;em&gt;ash-shiddiqin&lt;/em&gt;  (orang-orang jujur dan tulus) jika selalu jujur dalam tindakan dan  ucapannya. Dia juga bisa mendapatkan pahala &lt;em&gt;al-abrar&lt;/em&gt; (ahli  kebajikan) jika mampu memenuhi semua kewajiban terhadap suaminya. Dia  juga bisa mendapatkan pahala asy-syuhada jika ia mampu melewati  kesulitan dalam mengurus suami dan anak-anaknya.&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;…Rumah tangga yang baik bukanlah yang  dipenuhi dengan perabotan mewah dan modern. Tapi rumah tangga  kebahagiaan yang mampu menyatukan banyak hati yang disinari cinta dan  kasih sayang, keserasian, kesetian, dan ketulusan untuk hidup berbagi  suka dan duka dalam segala suasana…&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wanita memiliki kemampuan luar biasa  dalam menciptakan kehidupan yang baik. Jika dia memiliki impian untuk  menyulap rumahnya menjadi kebun surga yang indah, pasti dia mampu  melakukannya dengan sedikit biaya. Rumah tangga yang baik bukanlah rumah  yang selalu dipenuhi dengan perabotan mewah dan modern. Tapi rumah  kebahagiaan adalah yang mampu menyatukan banyak hati yang disinari cinta  dan kasih sayang, keserasian, kesetian, dan ketulusan untuk hidup  berbagi suka dan duka dalam segala suasana. Betapa besar perhatian Islam  dalam urusan cinta! [ganna pryadha/voa-islam.com/dbs]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-8335321384468747523?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/8335321384468747523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/08/tips-istri-agar-menjadi-pusat-perhatian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/8335321384468747523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/8335321384468747523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/08/tips-istri-agar-menjadi-pusat-perhatian.html' title='Tips Istri Agar Menjadi Pusat Perhatian Suami'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-7739852714978841048</id><published>2010-08-17T06:38:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T06:38:49.728-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Negeri Ini Belum Merdeka!</title><content type='html'>&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="235" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka/merah-putih.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" width="355" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;By: Ria Fariana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan  Indonesia dari penjajahan,  katanya. Di setiap sudut kota, kampung dan  kelurahan dihias sedemikian  rupa dengan warna dominan merah dan putih  sebagai simbol bendera  bangsa. Lampu-lampu dipasang warna-warni  menyemarakkan suasana. Di hari  H nanti tepat tanggal 17 Agustus,  biasanya banyak orang memakai baju  daerah suku masing-masing dan juga  pakaian sesuai dengan profesi  cita-cita para murid-murid. Ada yang  memakai kostum dokter, insinyur,  pilot, dll.&lt;br /&gt;Upaya untuk memperingati pun dilakukan  dengan berbagai cara mulai  dari lomba makan kerupuk hingga panjat pinang  dan tangkap belut.  Malamnya digelar tumpengan syukuran dan biasanya  disertai musik hingar  bingar untuk merayakan hari kemerdekaan RI. Tapi  untuk tahun ini, semua  hingar bingar itu kemungkinan berkurang karena  bertepatan dengan bulan  Ramadhan. Melihat fakta-fakta tersebut, kita  jadi patut bertanya neh,  benarkah kita sudah merdeka? Itu pertanyaan  awal dulu yang sederhana  sebelum kita beralih ke pertanyaan lain semisal  gimana sih cara mengisi  kemerdekaan bila memang kita sudah benar-benar  sudah merdeka? Topik  inilah yang akan bahas kali ini. So, pantengin  terus yah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Indonesia sudah merdeka,  benarkah?&lt;/strong&gt; Pertanyaan ini wajar banget muncul di  remaja cerdas kayak kamu.  Soalnya dari pertanyaan sederhana namun kritis  inilah nantinya akan  membuat kamu melek tentang apa yang sebetulnya  terjadi dengan kondisi  Indonesia yang katanya sudah merdeka ini.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;…Indonesia masih terjajah. Selamanya negeri  ini akan  terjajah bila tak ada kemauan kuat untuk keluar dari  penjajahan ini.  Ironisnya, sangat sedikit orang yang sadar bahwa bangsa  ini masih  terjajah…&lt;/blockquote&gt;Secara konstitusi, Indonesia dinyatakan  merdeka sejak tanggal 17  Agustus 1945 yang dideklarasikan oleh Sukarno  Hatta. Hal inilah yang  diyakini oleh mayoritas manusia baik dalam maupun  luar negeri tentang  kapan hari kemerdekaan Indonesia. Sejak anak TK  hingga professor  sepakat menjawab dengan tanggal tersebut.&lt;br /&gt;Faktanya, apa benar Indonesia sudah  benar-benar merdeka sejak  tanggal 17 Agustus 1945? Merdeka itu kan  artinya bebas. Bebas dari  penjajahan dalam bentuk apa pun juga. Nah,  sekarang yuk kita telusuri  apa benar kita sudah terbebas dari penjajahan  alias merdeka dalam  segala bidang?&lt;br /&gt;Merdeka secara formal konstitusional  (halah, bahasanya muluk banget  ya hehe) Indonesia bisa dibilang sudah.  Tapi merdeka secara hakiki  alias bebas menentukan nasib sendiri tanpa  didikte oleh orang lain,  hmm… kayaknya belum. Kok bisa? Coba lihat aja  hal-hal di sekitar kita  yang dekat dengan kehidupan kamu. Ketika  berangkat sekolah, berapa kamu  harus bayar angkot mengingat kenaikan BBM  yang makin mencekik  akhir-akhir ini. Trus berapa uang SPP yang harus  dibayar ortumu supaya  kamu bisa tetap sekolah, harga buku, harga baju  seragam dll. Walhasil,  kalo kamu nggak bisa bayar itu semua, jangan  harap kamu bisa menikmati  bangku sekolah seperti saat ini. Makanya,  pantas aja sampai-sampai ada  buku terbit dengan judul ‘Orang miskin  dilarang sekolah’ sebagai  sindiran betapa mahalnya harga pendidikan di  negeri ini.&lt;br /&gt;Pulang sekolah, kamu pasti merasa lapar  apalagi bagi mereka yang  uang sakunya pas-pasan jadi gak bisa jajan di  kantin sekolah. Sesampai  di rumah, makanan belum ada karena ibumu pusing  dengan harga minyak  tanah yang melambung tinggi. Sudah mahal, tuh  minyak hilang pulang dari  pasaran. Mau beli elpiji, gak punya uang untuk  beli isi satu tabung  hijau kecil itu, yang bagaimana pun harganya lebih  mahal daripada  minyak tanah. Duh pusing….katanya Indonesia kaya akan  tambang minyak  bumi, tapi harga minyak pada melambung tinggi.&lt;br /&gt;Fenomena antrean minyak tanah yang  sampai puluhan meter di banyak  daerah di Indonesia, mengingatkan kita  pada zaman penjajahan Jepang  dulu. Belum lagi antrean yang lainnya  semisal beras murah, minyak  goreng murah hingga pembagian BLT yang masih  pro dan kontra itu. Persis  kayak zaman Indonesia tempo dulu ketika  kebutuhan pokok sulit  diperoleh karena memang itu adalah salah satu  taktik penjajah dalam  mengendalikan tanah jajahannya. Bedanya kalo di  zaman penjajahan dulu  itu para pemimpin mencari cara untuk merdeka  hingga titik darah  penghabisan, lha kalo pemimpin kita sekarang malah  merdeka sendiri  sambil duduk di kursi empuk sambil menikmati tetesan  keringat dan darah  rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;…Fenomena antrean minyak tanah yang sampai  puluhan meter  di banyak daerah di Indonesia, mengingatkan kita pada  zaman penjajahan  Jepang dulu…&lt;/blockquote&gt;Pemerintah sering berdalih kalo semua  kebijakan menaikkan harga BBM  adalah untuk mengurangi angka kemiskinan.  Kalau banyak orang sanksi dan  tidak percaya terhadap tipu-tipu ini, saya  sih sangat percaya bahwa  niat pemerintah itu tulus. Angka kemiskinan  memang berkurang drastis  karena banyak rakyat mati akibat kebijakan yang  sarat dengan nuansa  pesanan asing ini. Kalo rakyat miskin banyak yang  mati kelaparan,  secara statistik hal ini akan mengurangi angka  kemiskinan yang ada di  negeri ini. Ironis!&lt;br /&gt;Seperti inikah potret merdeka yang  dicita-citakan oleh negeri ini?  Trus, kalo dipikir-pikir, kenapa juga  negeri ini seakan-akan sulit  sekali meraih kemerdekaan hakiki dalam  makna yang sebenarnya, bukan  hanya merdeka semu yang setiap tahun  diperingati dengan lomba dan  upacara. Ternyata semua itu ada jawabannya  loh.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; masih  terjajah!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yups, Indonesia sebetulnya belum  benar-benar merdeka dalam arti  sesungguhnya. Negeri ini masih terjajah  dalam banyak segi atau bahkan  di semua segi kehidupannya. Mulai dari  perekonomiannya yang sangat  kapitalistik dengan sistem riba, pendidikan  yang sekuler pol, kehidupan  sosial yang egois dan mementingkan diri  sendiri, kebudayaan yang  bisanya cuma membebek asing, politiknya berlaku  hukum rimba siapa kuat  dia yang menang, pertahanan keamanan yang masih  tergantung pada  kebijakan Amerika dan sekutunya, penegakan hukum yang  setengah hati,  dll. Belum lagi ideologinya yang nano-nano alias  campur-baur antara  kapitalis, sosialis dan sedikit Islam untuk urusan  perkawinan aja.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;…Negeri ini masih terjajah: perekonomiannya  kapitalistik  dengan sistem riba, kebudayaan membebek asing, politiknya  berlaku  hukum rimba, pertahanan keamanan masih tergantung pada kebijakan   Amerika dan sekutunya, penegakan hukum yang setengah hati…&lt;/blockquote&gt;Pernah nggak di sekolah kamu mendapat  dogma dari pelajaran PPKN  bahwa Indonesia bukan Negara agama tapi juga  bukan Negara sekuler. Trus  apaan loh? Karena semua serba bukan,  Indonesia akhirnya jadi Negara  yang bukan-bukan kayak sekarang ini.  Nggak jelas mau berpijak ke mana  or melangkah ke mana. Ibarat orang mau  membangun rumah, bentuk  pondasinya kacau balau dan gak tau apa yang  dimau. Semua serba setengah  hati. Karena pondasi atau dasar yang nggak  jelas, akhirnya banyak  masuk pesanan asing mendikte apa mau mereka untuk  dipaksakan pada  pondasi dan bangunan yang akan didirikan.&lt;br /&gt;Indonesia pun masih terjajah. Selamanya  negeri ini akan terjajah  bila tak ada kemauan kuat dari masyarakatnya  untuk keluar dari  penjajahan ini. Ironisnya, sangat sedikit orang yang  sadar bahwa bangsa  ini masih terjajah. Mayoritas yang ada malah bersikap  sebaliknya,  yaitu bersuka ria karena menganggap bahwa bangsa ini sudah  merdeka  sehingga sulit diajak nyadar dan berpikir. Lomba-lomba sekedar   lucu-lucuan giat dilaksanakan, semisal lomba balap karung, sepakbola   pake sarung, menangkap belut, makan krupuk, dll. Semua itu hanya hiburan   sesaat untuk melupakan beban hidup yang berat. Setelah lomba selesai,   masyarakat dihadapkan lagi pada masalah hidup yang menghimpit. Sungguh,   negeri ini benar-benar belum merdeka!&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayo, rebut kemerdekaan!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kita belum merdeka, kawan. Kita  butuh merebut kemerdekaan  dulu sebelum nantinya akan kita isi dengan  apa kemerdekaan ini.&lt;br /&gt;Btw, gak salah nih ngajak merebut  kemerdekaan di hari gene? Enggak  donk. Kamu udah pada &lt;em&gt;ngeh&lt;/em&gt; kan  bahwa negeri ini tuh masih belum  merdeka dan terjajah dalam semua segi  kehidupan. Hanya manusia hidup  saja yang enggan hidup dalam kondisi  terjajah. Dan cuma mayat hidup  saja yang pasrah dengan nasib buruk  sebagai bangsa terjajah. Saya yakin  kamu semua bukan termasuk golongan  zombie ini. Jadi ayo, mulai  sekarang kita bergerak untuk keluar dari  penjajahan ini. How?&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;…Ternyata kita belum merdeka, kawan. Kita  butuh merebut  kemerdekaan dulu sebelum nantinya akan kita isi dengan apa  kemerdekaan  ini…&lt;/blockquote&gt;Pertama mula, merdekakan pikiran kamu  dari semua hal berbau  penjajahan. Bebaskan diri kamu dari mental sebagai  orang terjajah.  Buang pemikiran rusak dan bobrok dari penghambaan  kepada hawa nafsu  berganti menjadi penghambaan pada Allah saja.  Campakkan sikap membebek  pada ideology dan sistem asing untuk kemudian  meyakini bahwa ideology  dan sistem dari Sang Maha adalah satu-satunya  yang mampu mengeluarkan  manusia dari penjajahan ini. Ideology dan sistem  apakah itu? Ya pasti  Islam-lah. Emang ada yang lain? Gak mungkin!&lt;br /&gt;Kedua, bila keyakinan ini telah menancap  kuat dalam benakmu, jangan  diam. Merebut kemerdekaan bukan kerja satu  orang, tapi kerja bersama  melibatkan banyak orang dari berbagai  kalangan. Ayo sebarkan keyakinan  bahwa kita harus merebut kemerdekaan  ini hanya dengan kembali pada  ideology dan sistem Islam saja. Ideologi  dan sistem Islam ini hanya  bisa terwujud dalam sebuah institusi bernama  Daulah Khilafah Rosyidah  ala Minhaj Nubuwah.&lt;br /&gt;Jangan takut susah dan menderita dalam  perjuangan merebut  kemerdekaan yang hakiki ini. Karena sungguh, tak ada  yang namanya jalan  enak bagi para pejuang. Terjal dan berliku adalah  sunnatullah  perjuangan. Dan hanya satu saja yang membedakan mental  pejuang  sebenarnya dengan yang pura-pura sok jadi pejuang. Pejuang  sejati tak  kenal kompromi dengan para penjajah. Sedangkan pejuang  gadungan selalu  mencari dalih agar kerasnya perjuangan bisa diperlunak  dengan beribu  alasan.&lt;br /&gt;Perbedaan yang lain adalah, kalo  perjuangan standar biasanya  berbumbu nasionalisme, perjuangan kita kali  ini berskala  internasionalisme. Dengan melakukan langkah di atas, kita  tak Cuma  membebaskan Indonesia dari penjajahan namun secara bertahap,  kita  membebaskan dunia secara keseluruhan. Yakinlah, saudara-saudara  kita di  belahan bumi yang lain juga sama-sama berjuang menuju  kemerdekaan  hakiki dengan Islam. Dan yang lebih asyik lagi, kemerdekaan  yang akan  kita rebut, tidak hanya berdimensi dunia saja namun bakal kita  bawa  hingga akhirat kelak berupa pahala dan surgaNya. Wow…keren kan?&lt;br /&gt;So, perjuangan belum berhenti, teman.  Perjuangan merebut kemerdekaan  ini harus dilaksanakan TANPA kekerasan.  Jangan mau kamu diadu-domba  sesama muslim oleh kaum kafir dengan  tudingan terorisme. Jangan pula  kamu mau dijebak dengan isu bom dan  sebutan Islam garis keras, radikal,  ekstrimis dan berbagai julukan  menyudutkan lainnya. Perjuangan kita  adalah perjuangan pemikiran yaitu  membebaskan umat dari pengaruh dogma  rusak semacam penyakit demokrasi  dan SEPILIS (sekularisme, pluralisme,  dan liberalisme). Kita gak butuh  bom untuk menyerang paham-paham rusak  di atas. Yang kita butuhkan hanya  pemikiran yang kuat dan tajam, bukti  akurat dan pemahaman Islam yang  utuh, nggak separuh-separuh. Itu saja  senjata kita. Plus tentunya  keimanan yang mendalam sehingga pertolongan  Allah akan segera terwujud  di tengah-tengah kita.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;…Perjuangan merebut kemerdekaan ini harus  dilaksanakan.  Jangan mau kamu diadu-domba sesama muslim oleh kaum kafir  dengan  tudingan terorisme. Jangan mau dijebak dengan isu bom dan sebutan  Islam  garis keras, radikal, ekstrimis dan berbagai julukan menyudutkan   lainnya…&lt;/blockquote&gt;Semoga tulisan sederhana ini mampu  menyadarkan kamu-kamu yang  dulunya percaya bahwa negeri ini telah  merdeka. Dan semoga tulisan ini  bisa menjadi bekal kamu untuk menularkan  semangat perjuangan merebut  kemerdekaan hakiki dari tangan penjajah  kapitalis dengan sistem  kufurnya. Yuk sama-sama kita tekadkan di hati  bahwa hidup terjajah itu  gak asik. Hidup sebagai budak ideology sekuler  itu gak keren. Yang asik  dan keren Cuma ketika kita menjadi makhluk  bebas dan merdeka dalam  sebuah sistem sempurna yaitu syariat Islam dalam  naungan Khilafah.  Untuk menuju ke sana, tentu butuh perjuangan  kita-kita.&lt;br /&gt;Pertanyaannya, maukah kamu menjadi salah  satu pejuang itu?  Imbalannya bukan hanya mulia di dunia saja namun  kebahagiaan akhirat  pun telah menunggu kita, insya Allah. Jadi, tak ada  alasan lagi kan  bagi kita untuk mangkir dari merebut kemerdekaan hakiki  dalam naungan  Ilahi? Tentu tidak! Ayo semangat! [voa-islam.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-7739852714978841048?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://izisfm.wordpress.com/' title='Negeri Ini Belum Merdeka!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/7739852714978841048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/08/negeri-ini-belum-merdeka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/7739852714978841048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/7739852714978841048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/08/negeri-ini-belum-merdeka.html' title='Negeri Ini Belum Merdeka!'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-4718948143593228973</id><published>2010-06-15T23:21:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T23:21:01.480-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spirit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Wanita Pun Punya Sifat Ksatria</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://dokter-hanny.blogspot.com/2010/06/wanita-pun-punya-sifat-ksatria.html"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;tweetmeme_url = "http://dokter-hanny.blogspot.com/2010/06/wanita-pun-punya-sifat-ksatria.html"; &lt;/script&gt;&lt;script src="http://tweetmeme.com/i/scripts/button.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="float: right; margin-left: 10px;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fdokter-hanny.blogspot.com%2F2010%2F06%2Fwanita-pun-punya-sifat-ksatria.html&amp;amp;t=Wanita%20Pun%20Punya%20Sifat%20Ksatria%20%40%20Klinik%20Dokter%20Hanny&amp;amp;src=sp" name="fb_share" style="text-decoration: none;" type="box_count"&gt;&lt;span class="fb_share_size_Small fb_share_count_wrapper"&gt;&lt;span class="fb_share_count_nub_top fb_share_no_count"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fb_share_count fb_share_no_count fb_share_count_top"&gt;&lt;span class="fb_share_count_inner"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="FBConnectButton FBConnectButton_Small" style="cursor: pointer;"&gt;&lt;span class="FBConnectButton_Text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBeYjRQ25aI/AAAAAAAAA4o/MpVLUqwWcU4/s1600/ae.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBeYjRQ25aI/AAAAAAAAA4o/MpVLUqwWcU4/s320/ae.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang wanita hanya punya sifat feminim? Saat saya bereksplorasi mencari para pejuang wanita, tiba-tiba saya dikejutkan dengan sebuah logo yang menarik perhatian saya, tampak tombak dan pedang saling menyilang dengan kitab al-Qur'an di atasnya seraya terdapat pula tulisan perpaduan huruf arab dan kanji sedangkan pada huruf latinnya bertuliskan "&lt;b&gt;Toshi Aikido Club&lt;/b&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBeav_Mr9oI/AAAAAAAAA4w/U7e7fk2r_bg/s1600/fix+logo+3+warna+raster+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBeav_Mr9oI/AAAAAAAAA4w/U7e7fk2r_bg/s320/fix+logo+3+warna+raster+copy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Telusur punya telusur, ternyata klub ini mayoritas beranggotakan para muslimah berjilbab yang pandai memainkan pedang dan tombak khususnya beladiri Aikido.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBebf3RAXUI/AAAAAAAAA44/WxT_Q7eTag0/s1600/ag.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBebf3RAXUI/AAAAAAAAA44/WxT_Q7eTag0/s320/ag.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBebonHnMHI/AAAAAAAAA5A/IU1eI3QAgJw/s1600/Amira.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBebonHnMHI/AAAAAAAAA5A/IU1eI3QAgJw/s320/Amira.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBebt_QxNcI/AAAAAAAAA5I/t8acCMfWwfU/s1600/Background+Esti-Yuwe+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBebt_QxNcI/AAAAAAAAA5I/t8acCMfWwfU/s320/Background+Esti-Yuwe+copy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mereka menamakan diri sebagai Dojo Toshi Muslimah dan cabang-cabangnya sudah tersebar di beberapa kota seperti Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Madiun, Salatiga, Sragen, Solo dan Karanganyar. Saat ini ada satu orang Sensei Aikido Dan-1 dan Aikidoka Kyu-1 yang telah menjadi sumber rujukan ilmu bagi Dojo Toshi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aikido Nishio Style menjadi disiplin ilmu pokok yang diajarkan di sini di samping beberapa keahlian lainnya seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Weaponry Special for Muslimah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Regular Aikido Classes&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Regular Tactical Self Defense Classes&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bodyguard and Personal Protection Trainings&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Short Course on Family Self Defense Tactics&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mass Handling Service and Trainings&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama bereksplorasi, saya temukan pula di Youtube sebuah film yang mendokumentasikan dr.Ella yang punya kemampuan beladiri Ninja. Dalam dunia Ninja, para wanita yang punya keahlian Ninja ini biasa disebut sebagai "&lt;b&gt;Kunoichi&lt;/b&gt;" (Ninja Wanita). Ternyata di Indonesia sudah ada perkumpulan Ninja ini termasuk dr. Ella yang menjadi anggotanya, yaitu &lt;b&gt;Ninjutsu Indonesian Club&lt;/b&gt; [&lt;a href="http://www.ninjutsu-indonesia.com/" target="_blank"&gt;www.ninjutsu-indonesia.com&lt;/a&gt;] yang didirikan sejak lama oleh San Moon warga negara Indonesia asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/bv4kE1IzKus&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/bv4kE1IzKus&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih mengejutkan lagi, Iran mungkin satu-satunya negara Islam yang mempunyai kesatuan polisi wanita dengan kemampuan taktis anti teror sebagaimana tampak pada gambar berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBefJSQFrEI/AAAAAAAAA5Q/ClEubPq5UQQ/s1600/iranianninjasyc6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBefJSQFrEI/AAAAAAAAA5Q/ClEubPq5UQQ/s320/iranianninjasyc6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bila ditilik dalam sejarah, keterlibatan para wanita dalam medan tempur sudah tidak diragukan lagi eksistensinya. Di jaman Rasulullah s.a.w. dikenal Nusaibah bintu al-Harits atau terkenal dengan nama Ummu 'Aththiyyah, muslimah yang paling banyak ikut berperang bersama Rasulullah s.a.w. Diceritakan bagaimana wanita pemberani ini dalam perang Khaibar menghadapi beberapa tentara Yahudi yang menyelusup di pertahanan belakang pasukan Rasulullah s.a.w. Selama hidupnya, ia sempat mengenyam sedikitnya tujuh peperangan. Tugas utama beliau ini dalam perang sebenarnya adalah membuat makanan bagi pasukan, mengobati yang terluka, dan merawat yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia tak kalah banyaknya mempunyai wanita-wanita pejuang, sebut saja di antaranya: &lt;a href="http://rindamiskandarmuda.mil.id/laksamana-malahayati/" target="_blank"&gt;Laksamana Laut Malahayati&lt;/a&gt; yang membentuk pasukan laut para janda (Inong Balee) melawan penjajah Portugis dan Belanda di Kerajaan Aceh dan Selat Malaka, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cut_Nyak_Dhien" target="_blank"&gt;Cut Nyak Dhien&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cut_Nyak_Meutia" target="_blank"&gt;Cut Nyak Meutia&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Martha_Christina_Tiahahu" target="_blank"&gt;Martha Christina Tiahahu&lt;/a&gt;, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBeo5X-p_eI/AAAAAAAAA5o/cat0Szy4vWo/s1600/cut-nyak-dien-041.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBeo5X-p_eI/AAAAAAAAA5o/cat0Szy4vWo/s320/cut-nyak-dien-041.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Perancis mengenal sosok wanita pemimpin perang, Jeanne d'Arc atau &lt;b&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Joan_of_Arc" target="_blank"&gt;Joan of Arc&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; (The Maid of Orléans) yang sempat memimpin pasukan Perancis dalam salah satu episode perang seratus tahun (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hundred_Years%27_War" target="_blank"&gt;Hundred Years War&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBemWkibsGI/AAAAAAAAA5g/XUVE51uub5s/s1600/Joan_of_arc.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBemWkibsGI/AAAAAAAAA5g/XUVE51uub5s/s320/Joan_of_arc.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam legenda bangsa Cina dikenal pula &lt;b&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hua_Mulan" target="_blank"&gt;Hua Mulan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; si Anggrek Hutan, tokoh wanita yang menyamar agar bisa ikut berperang menggantikan ayahnya yang sedang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hua_Mulan" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBekHEnl-lI/AAAAAAAAA5Y/J-SU3hwSgy4/s320/Hua_Mulan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah artefak bangsa Yunani diperlihatkan legenda sosok seorang pejuang wanita berkuda yang dikenal dengan "&lt;b&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Amazon_woman"&gt;Amazon&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;". Berdasarkan catatan seorang sejarawan bangsa Yunani, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Herodotus"&gt;Herodotus&lt;/a&gt;, mereka adalah sebuah bangsa yang didominasi oleh para pejuang wanita yang bermukim di sekitar Scythia atau Asia Tengah (sekarang sekitar Ukraina), beberapa sejarawan lain ada pula yang menyebutkan bermukim di sekitar Turki atau Libya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBetYRUL9PI/AAAAAAAAA5w/KH0AEx7oWu0/s1600/greek-vase-and-amazons1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBetYRUL9PI/AAAAAAAAA5w/KH0AEx7oWu0/s320/greek-vase-and-amazons1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Amazon dikenal pula dalam legenda Bangsa Persia yang mereka menyebutnya dalam beberapa sebutan seperti "Scythian", "Saka", "Sarmatian", atau "Ard-Alan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBew5rtdVmI/AAAAAAAAA54/NwTEAENvOvc/s1600/female-scythian-warrior.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBew5rtdVmI/AAAAAAAAA54/NwTEAENvOvc/s320/female-scythian-warrior.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di era dinasti Achaemenid kekaisaran Persia, disebutkan pula wanita sempat mendapat posisi sebagai panglima peperangan. Salah satu yang melegenda adalah Artemesia of Halicarnassius, salah satu panglima laut dan penasehat militar Kaisar Xerxes yang sukses dalam menggagalkan invasi bangsa Yunani pada 480 SM. Atas kesuksesannya tersebut, Kaisar Xerxes sempat berkata "&lt;i&gt;my men have become women and my women have become men&lt;/i&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBexslGWALI/AAAAAAAAA6A/WdxT8UbZZwI/s1600/aetemisia-in-battle-against-greek-guards.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBexslGWALI/AAAAAAAAA6A/WdxT8UbZZwI/s320/aetemisia-in-battle-against-greek-guards.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di era Dinasti Sassanid (Shapur)kekaisaran Persia dikenal juga unit khusus kavaleri wanita yang biasanya berasal dari suku Kurdi dan Lori, mereka punya keahlian khusus bertempur dari atas kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBezJf8Zm0I/AAAAAAAAA6I/Aeh4ew5N96Y/s1600/ancientiranianwomenwarriors1-300x210.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBezJf8Zm0I/AAAAAAAAA6I/Aeh4ew5N96Y/s320/ancientiranianwomenwarriors1-300x210.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sejarawan bangsa Romawi sempat menyebutkan eksistensi para pejuang wanita di kalangan kekaisaran Persia, khususnya saat peperangan Dinasti Sassanid Persia (224-651 SM) dengan bangsa Romawi. Disebutkan bahwa "&lt;i&gt;...dalam pasukan Persia... ditemukan pula sekelompok tentara wanita yang berpakaian dan dipersenjatai sebagaimana tentara laki-laki...&lt;/i&gt;" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBe1-YJ0LjI/AAAAAAAAA6Q/DvSaf7rUwkY/s1600/valerian-surrenders-to-shapur-260-ad-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBe1-YJ0LjI/AAAAAAAAA6Q/DvSaf7rUwkY/s320/valerian-surrenders-to-shapur-260-ad-2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam hampir di berbagai metodologi paganisme manusia, sosok wanita disebut-sebut pula sebagai sebuah sosok Dewi (&lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Goddess" target="_blank"&gt;Goddess&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;). Sebut saja seperti dalam mitos bangsa China dikenal &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Guan_Yin" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Guan Yin&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; atau Kuan Yin, sedangkan dalam mitos bangsa Yunani dikenal Dewi &lt;b&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hera" target="_blank"&gt;Hera&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, istri dari Dewa &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zeus" target="_blank"&gt;Zeus&lt;/a&gt;, yang mempunyai anak &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ares" target="_blank"&gt;Ares&lt;/a&gt;, dewa perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBe3gjLkGnI/AAAAAAAAA6Y/MVXECo-QprA/s1600/Hera_Campana_Louvre_Ma2283.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBe3gjLkGnI/AAAAAAAAA6Y/MVXECo-QprA/s320/Hera_Campana_Louvre_Ma2283.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-4718948143593228973?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/4718948143593228973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/06/wanita-pun-punya-sifat-ksatria.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/4718948143593228973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/4718948143593228973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/06/wanita-pun-punya-sifat-ksatria.html' title='Wanita Pun Punya Sifat Ksatria'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jEwL4I5g1WQ/TBeYjRQ25aI/AAAAAAAAA4o/MpVLUqwWcU4/s72-c/ae.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-4465182093239717254</id><published>2010-05-27T02:29:00.000-07:00</published><updated>2010-05-27T02:29:19.069-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pahami Bacaan Shalatmu, Semoga Mendapat Kekhusyu'an</title><content type='html'>&lt;div class="img-content"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Shalat_khusyuk.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memahami bacaan shalat serta merenunginya merupakan salah satu jalan untuk meraih kekhusyu'an. Bahkan menjadi salah satu jalan utamanya. Rasanya sangat sulit sekali bagi orang yang jahil terhadap makna-makna yang dibacanya dari Al-Qur'an dan dzikir-dzikir dalam shalat untuk mendapatkan kekhusyu'an. Hal sebagaimana yang disebutkan oleh Muhammad Shalih al-Munajid dalam 33 Sababab Lil Khusyu' Fish Shalah, pada urutan ke empat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam bagian ini, Syaikh Al-Munajid menganjurkan bagi orang yang melaksanakan shalat untuk memahami bacaan Al-Qur'an yang dilantunkan dalam shalat. Lalu beliau menunjukkan cara untuk memahami Al-Qur'an, yaitu dengan memperhatikan tafsir Al-Qur'an sebagimana yang dikatakan oleh Ibnu Jarir &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Sesungguhnya aku heran dengan orang-orang yang membaca Al-Qur'an, sedangkan ia tidak memahami takwil (tafsir)nya, mana mungkin dia dapat menikmati bacaannya." (Pendahuluan Tafsir al-Thabari, Mahmud Syakir: I/10)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karenanya, sangat dianjurkan bagi orang yang membaca Al-Qur'an untuk membaca juga kitab-kitab tafsir, jika tidak sempat dianjurkan untuk membaca ringkasannya, kalau masih juga berat dianjurkan membaca kitab-kitab yang menerangkan kalimat-kalimat yang sulitnya. Dan bagi kita, orang Ajam yang tidak berbicara dengan bahasa Arab, dianjurkan untuk membaca tarjamahnya. Semua ini agar kita bisa memahami bacaan Al-Qur'an yang dilantunkan dalam shalat sehingga kita mampu merenunginya, lalu tumbuh kekhusyu'an dalam diri kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika seseorang memahami arti dan maksud ayat yang dibacanya memungkinkan dia untuk mengulang-ulang ayat tersebut guna lebih meresapinya dan memperkuat perasaannya. Dalam sebuah hadits disebutkan, "&lt;em&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; pernah berdiri melaksanakan qiyamul lail semalaman hanya membaca satu ayat yang diulang-ulangnya hingga pagi, yaitu firman Allah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yang maknanya kurang lebih, &lt;em&gt;"Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."&lt;/em&gt; (QS. Al-Maidah: 118)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seseorang yang memahami makna ayat yang dibaca, tentunya akan mungkin untuk berinteraksi langsung dengan ayat tersebut. Yaitu dengan bertasbih ketika melewati ayat tasbih, dan berdoa ketika melewati ayat yang mengandung permintaan, berta'awwudz (meminta perlindungan) ketika melewati ayat yang mengandung perlindungan, memohon surga ketika melewati ayat surga, dan berlindung dari neraka ketika melewati ayat yang membicarakan tentang neraka dan kengerian siksanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Imam Muslim dalam Shahihnya meriwayatkan dari Hudzaifah r&lt;em&gt;adliyallah 'anhu,&lt;/em&gt; berkata,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ . . . فَقَرَأَهَا يَقْرَأُ مُتَرَسِّلًا إِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا تَسْبِيحٌ سَبَّحَ وَإِذَا مَرَّ بِسُؤَالٍ سَأَلَ وَإِذَا مَرَّ بِتَعَوُّذٍ تَعَوَّذَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;"Suatu malam aku shalat bermakmum kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau membaca Al-Qur'an dalam shalatnya dengan berlahan (tidak tergesa-gesa). Apabila beliau sampai pada ayat yang mengandung tasbih, beliau bertasbih. Apabila sampai pada ayat yang mengandung permintaan, beliau meminta (berdoa). Dan apabila sampai pada ayat yang mengandung perlindungan, beliau berta'awwudz (memohon perlindungan)."&lt;/em&gt; (HR. Muslim, no. 772)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَكَانَ إِذَا مَرَّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ سَأَلَ، وَإِذَا مَرَّ بِآيَةِ عَذَابٍ تَعَوَّذَ، وَإِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيْهَا تَنْزِيْهٌ لِلَّهِ سَبَّحَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;"Suatu malam aku shalat bermakmum kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Maka apabila sampai pada ayat rahmat, beliau meminta rahmat. Apabila sampai pada ayat adzab, beliau berlindung darinya. Dan apabila sampai pada ayat yang di dalamnya mengandung makna menyucikan Allah, beliau membaca tasbih." &lt;/em&gt;(HR. Imam al-Marwazi dalam Ta'dzim Qadris Shalah. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami', no. 4782)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagian ulama salaf juga membaca ayat dengan diulang-ulang karena terkesan dengan makna dan kandungannya. Hal ini tidak lain karena mereka memahami apa yang mereka baca. Qatadah bin al-Nu'man, seorang sahabat Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;, melakukan qiyamullailnya tanpa membaca surat apapun, kecuali surat Al-Ikhlash yang dibacanya berulang-ulang. (Atsar riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Baari 9/59 dan Ahmad dalam Musnadnya III/43)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sa'id bin 'Ubaid al-Thaiy telah meriwayatkan sebuah atsar, ia pernah mendengar Sa'id bin Jubair mengimami pada bulan Ramadlan. Pada shalat tersebut, Sa'id hanya membaca ayat berikut ini secara berulang ulang,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ (70) إِذِ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلَاسِلُ يُسْحَبُونَ (71) فِي الْحَمِيمِ ثُمَّ فِي النَّارِ يُسْجَرُونَ (72&lt;/span&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;" Kelak mereka akan mengetahui,ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api." &lt;/em&gt;(QS. Al-Mukmin: 70-72)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Al-Qasim telah meriwayatkan bahwa dia pernah melihat Sa'id bin Jubair melakukan qiyamullail dengan hanya membaca ayat,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;"Dan peliharalah dirimu dari (adzab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)." &lt;/em&gt;(QS. Al-Baqarah: 281) dan beliau mengulang-ulang bacaan ayat ini sampai 20 kali lebih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang laki-laki dari Bani Qais yang dikenal dengan Abu Abdullah telah meriwayatkan, "Pada suatu malam kami menginap di rumah Al-Hasan (al-Bashri), maka di tengah malam ia bangun dan shalat. Dan ternyata yang dibacanya hanyalah ayat berikut secara berulang-ulang hingga waktu sahur, yaitu firman Allah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;وَآَتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;"Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat dzalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)."&lt;/em&gt; (Qs. Ibrahim: 34)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada pagi harinya kami bertanya, "Wahai Abu Sa'id, mengapa engkau tidak melampaui ayat ini dalam bacaan sepanjang malam?" Al Hasan menjawab, "Aku memandang ayat ini mengandung pelajaran yang mendalam. Karena tidaklah aku menengadahkan pandangan mataku dan tidak pula menundukkannya, melainkan pasti melihat nikmat. Sedangkan nikmat-nikmat Allah yang belum diketahui, masih sangat banyak." (Al-Tadzkirah, karya Imam al-Qurthubi, hal. 125)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid juga menjelaskan bahwa meragamkan bacaan surat, ayat, dzikir, dan do'a dalam shalat bisa membantu menghadirkan kekhusyu'an. Namun, kekhusyu'an ini tidak akan diperoleh kecuali oleh orang yang mengetahui maknanya dan memahami kandungannya, sehingga ketika ia membacanya seolah dia sendiri yang bermunajat dan meminta kepada Allah secara langsung. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berikut ini kekhusyu'an &lt;em&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; dalam shalatnya sehingga tumbuh rasa takutnya kepada Allah sampai-sampai air mata beliau tertumpah membasahi bumi. Diriwayatkan dari 'Atha, dia dan 'Ubaid bin 'Umair pernah datang menemui 'Aisyah radliyallah 'anha. Kemudian 'Ubaid berkata, "Ceritakanlah kepada kami hal yang paling menakjubkan yang pernah Anda lihat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;'Aisyah menangis lalu becerita, "Pada suatu malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bangun, lalu berkata, "Hai 'Aisyah biarkan aku menyembah Tuhanku malam ini, sesungguhnya aku suka dekat denganmu dan aku menyukai apa yang engkau sukai."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;'Aisyah melanjutkan kisahnya, "Sesudah itu beliau bangkit dan berwudlu', lalu berdiri untuk shalatnya. Beliau terus-menerus menangis dalam shalatnya sehingga pangkuannya basah, dan terus menangis hingga tanahnya basah. Setelah itu Bilal datang untuk memberitahukan akan masuknya waktu Shubuh. Tetapi, setelah Bilal melihat beliau menangis, maka ia bertanya, "Wahai Rasulullah, Anda menangis, padahal Allah sudah mengampuni semua dosamu yang terdahulu dan yang kemudian?" &lt;em&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; menjawab,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;أَفَلاَ أَكُوْنَ عَبْدًا شَكُوْرًا، لَقَدْ نَزَلَتْ عَلَيَّ اللَّيْلَةَ آيَةٌ، وَيْلٌ لِمَنْ قَرَأَهَا وَلَمْ يَتَفَكَّرْ فِيْهَا (إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ. . . . الآية كُلُّهَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;"Tidak bolehkan aku menjadi hamba yang banyak bersyukur? Sesungguhnya malam ini telah diturunkan kepadaku beberapa buah ayat. Celakalah bagi orang membacanya tapi tidak memikirkan makna yang terkandung di dalamnya: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi . . . &lt;/em&gt;(QS. Al-Baqarah: 164) seluruhnya." (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Al-Albani dalam Al-Shahihah, no. 68, menyatakan sanad hadits ini jayyid –baik-)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengetahui dan memahami makna apa yang dibaca di dalam shalat menjadi sarana wajib untuk bisa merenungkan dan mentadabburi setiap gerakan dan dzikir-dzikir dalam shalat. Dari perenungan dan tadabbur yang mendalam ini akan memunculkan sentuhan jiwa sehingga matapun akan bisa menangis. Allah berfirman tentang Ibadurrahman, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآَيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;"Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta." &lt;/em&gt;(Q.S Al-Furqan 73)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Al-Shalah, pernah menyatakan: "Ada satu hal yang ajaib, yang dapat diperoleh oleh orang yang merenungi makna-makna Al-Qur'an. Yaitu keajaiban-keajaiban Asma dan Sifat Allah. Itu terjadi, tatkala orang tadi menuangkan segala curahan iman dalam hatinya, sehingga ia dapat memahami bahwa setiap Asma dan Sifat Allah itu memiliki tempat (bukan dibaca) di setiap gerakan shalat. Artinya bersesuaian. Tatkala ia tegak berdiri, ia dapat menyadari ke-Maha Terjagaan Allah, dan apabila ia bertakbir, ia ingat akan ke-Maha Agung-an Allah." &lt;strong&gt;Wallahu a'lam Bis shawab. . .&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh: Badrul Tamam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-4465182093239717254?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/4465182093239717254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/05/pahami-bacaan-shalatmu-semoga-mendapat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/4465182093239717254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/4465182093239717254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/05/pahami-bacaan-shalatmu-semoga-mendapat.html' title='Pahami Bacaan Shalatmu, Semoga Mendapat Kekhusyu&apos;an'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-3987560993586910229</id><published>2010-05-22T22:03:00.000-07:00</published><updated>2010-05-22T22:03:25.238-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Sepak Bola, Piala Dunia Dan Gerakan Dajjalisme</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img-content" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/piala-dunia-world-cup-2010.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.mata-elang.blogspot.com/"&gt;&lt;strong&gt;oleh: Ruyatna  Al-Bantany&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”&lt;/em&gt; (Qs Al-Hadid: 20)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Protokol Zionis versi  Rothchild menyebutkan “Konspirasi akan membakar semangat &lt;img alt="" height="189" src="http://www.voa-islam.com/photos/mumtaz/Ruyatna-Al-Bantany.jpg" style="float: left;" width="153" /&gt;rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam waktu tidak lama lagi ruang publik kita akan disuguhi tontonan akbar seputar perhelatan sepakbola sejagat yang akan meramaikan dan menghiasi layar kaca di rumah kita,&amp;nbsp; dan bisa dipastikan sebagian dari kita baik sadar atau tidak sadar akan ikut larut dalam ruang imajinasi yang melalaikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Piala Dunia 2010 yang sedianya dilaksanakan di Afrika Selatan saat ini memang belum dimulai, namun aroma atmosfernya sudah terasa menyengat di seluruh dunia tak terkecuali di negeri yang mayoritas muslim ini. Para &lt;em&gt;gibol&lt;/em&gt; (baca: penggila bola) mungkin saat ini tengah melakukan persiapan atau tepatnya ritual untuk menyambut tamu agung bernama piala dunia ini. Industri media cetak dan elektronik negeri ini pun tak kalah sengit untuk ikut larut&amp;nbsp; dan berpesta pora dalam balutan epistemologi kapitalisme meraup materi sebesar-besarnya menjelang piala dunia ini.&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="text-align: justify;"&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;…Dajjal  akan muncul sebagai individu, sebagai  gejala sosial budaya global dan  sebagai kekuatan gaib yang tidak tampak…&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Paras manis sepakbola memang begitu memikat para penikmat dan maniak bola. Betapa tidak, sepakbola saat ini bukan hanya sebagai olahraga tapi sudah menjadi agama baru buat mereka para pemain kesayangan mereka pun&amp;nbsp; bak menjadi nabi seketika, seolah alam tidak sadar mereka berteriak memekak telinga “not only as sport but also as religion.” Jelas tidak heran kalau kemudian Johan Cruijjf sang legendaris sepakbola asal Belanda menyebutkan, “Mereka yang tidak mengerti sepakbola adalah mereka tanpa hati nurani.” Fakta &amp;nbsp;tersebut memang tidak mungkin diulas di sini, tapi penulis ingin mengatakan bahwa saat ini sepakbola sekarang sudah bergeser menjadi agama baru bagi para penganutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sepak bola, Piala Dunia&amp;nbsp; dan Sistem Dajjal&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ahmad Thomson dalam bukunya “Sistem Dajjal” menyebutkan bahwa Dajjal akan muncul sebagai individu, sebagai gejala sosial budaya global dan sebagai kekuatan gaib yang tidak tampak. Dan saat ini yang baru muncul adalah fenomena yang terkait dengan tatanan sosial, budaya, politik, pendidikan, ekonomi, hukum dan moralitas yang mengalami kekacauan (&lt;em&gt;chaos&lt;/em&gt;) akibat dari kekuatan atau ideologi yang tidak nampak tadi. Sedangkan Dajjal sebagai individu menurut Thomson memang saat ini belum nampak. Namun yang harus digarisbawahi, bahwa dalam sistem Dajjal ini nilai-nilai yang ditawarkannya adalah seperangkat nilai yang paradoks dengan iman dan tauhid, semuanya berbasis syahwat, materi serta berusaha menggiring manusia kepada kekufuran, karena memang worldview dari sistem Dajjal ini adalah kekufuran sejati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu bagaimana relevansi gerakan Dajjalisme ini dengan fenomena sepakbola di atas atau katakanlah dengan piala dunia yang sebentar lagi akan membuat gegap gempita setiap sudut bumi dari timur dan barat selatan maupun utara. Sejenak mari kita &lt;em&gt;review&lt;/em&gt; kembali ingatan kita akan fenomena kerusakan moral dan sosial akibat gerakan Dajjalisme di lapangan hijau ini baik di tingkat dunia maupun lokal.&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;…fatwa  mufti Al-Azhar yang mengharamkan fanatik sepakbola terhadap para  supporter Mesir, ternyata tidak mendapat tanggapan…&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin masih hangat dalam ingatan kita bagaimana fatwa mufti Al-Azhar yang mengharamkan fanatik sepakbola terhadap para supporter Mesir ternyata tidak mendapat tanggapan, yang terjadi malah sebaliknya para supporter fanatikus sepakbola dari negeri piramida itu justru terlibat kerusuhan dengan sesama supporter Al-Jazair setelah pertandingan prakualifikasi piala dunia&amp;nbsp; yang dimenangkan Aljazair November 2009 lalu, ironis sepakbola rupanya lebih legit ketimbang fatwa sang mufti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerusuhan antar supporter akibat fanatik sepakbola bukan hal yang aneh lagi dalam ingatan kita, Tragedi Heysel, Belgia, pada Piala Champions Eropa&amp;nbsp; tahun 1985 memakan korban nan memilukan, disusul empat tahun kemudian meletus tragedi&amp;nbsp; Hillsborough dikota Sheffield pendukung fanatik Liverpool meregang nyawa sia-sia lagi-lagi karena tumbal sepakbola. Kemudian mari kita tengok bumi pertiwi kita ini, fenomena kerusuhan Jakmania, The Viking, Bobotoh atau Bonek, Aremania, Hooligan Mania, ikut mewarnai kerusakan moral dan sosial akibat “agama baru” bernama sepakbola ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian mari&amp;nbsp; kita jalan-jalan&amp;nbsp; sejenak ke negara Jerman sana, umat muslim Jerman&amp;nbsp; menjadi saksi atas&amp;nbsp; pelecehan terhadap Islam dan Rasulullah yang dilakukan oleh supporter klub Schalke lewat yel-yel lagu klub mereka, di mana dalam lagu tersebut tersembul bait yang menyebutkan, “Muhammad adalah seorang Nabi yang tidak memahami sepakbola.” Namun dari semua warna yang ada Nabi memilih warna kebesaran Schalke, biru dan putih,” jelas hal tersebut merupakan penghinaan dan membuat muslim jerman marah.&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;…Lagi-lagi logika sepakbola sudah  menjadi “agama baru” bukan hanya sekedar olahraga bagi para  fanatikusnya…&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagi-lagi logika sepakbola sudah menjadi “agama baru” bukan hanya sekedar olahraga bagi para fanatikusnya. Dalam piala dunia nanti entah mana lagi yang akan dijadikan tumbal fanatisme dan&amp;nbsp; logika “agama baru”&amp;nbsp; tersebut dan kita pun dipaksa untuk “mengimaninya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Euforia Piala Dunia dan nasib Umat Islam yang tertindas&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agaknya sentilan penuh canda yang cukup menohok dari seorang ustadz, beliau mengatakan bahwa saat piala dunia tengah berlangsung maka dapat dipastikan sebagian umat Islam akan rajin “qiyamulail” setiap malam, kiblatnya adalah televisi dan wiridnya adalah teriakan “Goaalllll…!!! Goaaallll..! atau mungkin wirid lain yang membuatnya lebih khusyuk sampai matahari pagi tersenyum kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;…sebagian umat Islam akan rajin qiyamulail setiap malam, kiblatnya adalah televisi dan wiridnya adalah teriakan “Goaalllll…!!! Goaaallll..!…&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun di saat yang sama di belahan bumi Islam di sana, Palestina, Irak, Afghanistan, Patani Thailand dan lainnya tengah berkecamuk mempertahankan akidah dan berlomba-lomba menjemput syahid fi sabilillah demi membeli surganya Allah dengan tetesan darahnya. Mereka berjuang melawan kebiadaban tentara Zionis, berhadapan dengan mortir mematikan yang siap menyalak setiap saat mengantarkan para mujahidin menuju syahid fi sabilillah. Sedangkan kita masih&amp;nbsp; terlena dalam buaian Dajjalisme berselimut euphoria semu seraya berteriak dalam igauan mimpi.. Goaaaalllllll…!! &lt;em&gt;Wallahu a’lam&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.mata-elang.blogspot.com/"&gt;[Penulis adalah Anggota Kajian Zionisme International (KaZI), Alumni  SMUN 1 Jasinga - Bogor]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-3987560993586910229?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/3987560993586910229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/05/sepak-bola-piala-dunia-dan-gerakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3987560993586910229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3987560993586910229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/05/sepak-bola-piala-dunia-dan-gerakan.html' title='Sepak Bola, Piala Dunia Dan Gerakan Dajjalisme'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-2925075747479064096</id><published>2010-05-22T21:59:00.001-07:00</published><updated>2010-05-22T21:59:48.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Haruskah Berhenti Makan Sebelum Kenyang?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img-content" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Bataku/kekenyangan_makan.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya: Bagaimana keshahihan hadits berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;em&gt;Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang&lt;/em&gt;.“&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjawab:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hadits ini memang diriwayatkan dari sebagian sahabat yang bertugas sebagai utusan, namun sanadnya dhaif. Diriwayatkan bahwa para sahabat tersebut berkata dari Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ’alaihi wasallam&lt;/em&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arab" style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;em&gt;Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang&lt;/em&gt;.“&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maksudnya yaitu bahwa kaum muslimin itu hemat dan sederhana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maknanya benar, namun sanadnya dhaif, silakan periksa di &lt;em&gt;Zaadul Ma’ad &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Al Bidayah Wan Nihayah&lt;/em&gt;. Faidahnya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;sebaiknya seseorang baru makan jika sudah lapar atau sudah membutuhkan. Dan ketika makan, tidak boleh berlebihan sampai kekenyangan. Adapun rasa kenyang yang tidak membahayakan, tidak mengapa. Karena orang-orang di masa Nabi &lt;em&gt;shallallahu ’alaihi wasallam&lt;/em&gt; dan masa selain mereka pun pernah makan sampai kenyang. Namun mereka menghindari makan sampai terlalu kenyang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terkadang Rasulullah&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ’alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;mengajak para sahabat ke tempat sebuah jamuan makan. Kemudian beliau menjamu mereka dan meminta mereka makan. Kemudian mereka makan sampai kenyang. Setelah itu barulah Rasulullah&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ’alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;makan beserta para sahabat yang belum makan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terdapat hadits, di masa Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ’alaihi wasallam&lt;/em&gt;, ketika sedang terjadi perang Khandaq, Jabir bin Abdillah Al Anshari mengundang Nabi&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ’alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;untuk memakan daging sembelihannya yang kecil ukurannya beserta sedikit gandum. Kemudian Rasulullah&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ’alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;mengambil sepotong roti dan daging, kemudian beliau memanggil sepuluh orang untuk masuk dan makan. Mereka pun makan hingga kenyang kemudian keluar. Lalu dipanggil kembali sepuluh orang yang lain, dan demikian seterusnya. Allah menambahkan berkah pada daging dan gandum tadi, sehingga bisa cukup untuk makan orang banyak, bahkan masih banyak tersisa, hingga dibagikan kepada para tetangga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan suatu hari, Nabi&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ’alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;menyajikan susu pada &lt;em&gt;Ahlus Shuffah&lt;/em&gt; (salah satunya Abu Hurairah, pent). Abu Hurairah berkata: “Aku minum sampai puas.” Kemudian Nabi&lt;em&gt;shallallahu ’alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;bersabda: “&lt;em&gt;Ayo minum lagi, Abu Hurairah&lt;/em&gt;.“ Maka aku minum. Kemudian Nabi&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ’alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;em&gt; bersabda&lt;/em&gt;: “&lt;em&gt;Ayo minum lagi&lt;/em&gt;.“ Maka aku minum lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian Nabi&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ’alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;bersabda: “&lt;em&gt;Ayo minum lagi&lt;/em&gt;.“ Maka aku minum lagi, lalu aku berkata “Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, tidak lagi aku dapati tempat untuk minuman dalam tubuhku”. Kemudian Nabi &lt;em&gt;shallallahu ’alaihi wasallam &lt;/em&gt;mengambil susu yang tersisa dan meminumnya. Semua ini adalah dalil bolehnya makan sampai kenyang dan puas yang wajar, selama tidak membahayakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.ibnbaz.org.sa/mat/38"&gt;http://www.ibnbaz.org.sa/mat/38&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan: &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak mengapa makan sampai kenyang, asal tidak berlebihan&amp;nbsp; dan membahayakan dirinya, berdasarkan pada beberapa kisah para sahabat yang disebutkan di atas. Adapun riwayat tentang berhenti makan sebelum kenyang statusnya lemah, jadi tidak bisa digunakan sebagai dasar hukum. Penilaian serupa juga disampaikan oleh Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam Minhajul Muslim, "Saya tidak mengetahui siapa yang mengeluarkan riwayat tersebut, sepertinya itu hanya atsar dari sahabat &lt;em&gt;ridwanullah 'anhum&lt;/em&gt; dan bukan hadits nabawi, Wallahu a'lam." (Minhajul Muslim, hal. 99)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(PurWD/voa-islam.com)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-2925075747479064096?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/2925075747479064096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/05/haruskah-berhenti-makan-sebelum-kenyang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/2925075747479064096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/2925075747479064096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/05/haruskah-berhenti-makan-sebelum-kenyang.html' title='Haruskah Berhenti Makan Sebelum Kenyang?'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-8065716259433803938</id><published>2010-05-19T21:42:00.000-07:00</published><updated>2010-05-19T21:42:33.261-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Jilbab: Pakaian Modern Berkarakter Positif</title><content type='html'>&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="235" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/jilbab-modern-remaja.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" width="355" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;By: &lt;a href="http://www.facebook.com/home.php?#%21/riafariana?ref=ts"&gt;Ria  Fariana&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Satu  kali, sebuah situs tentang cewek memberikan tips bagaimana caranya  tampil PD dengan &lt;em&gt;tank top&lt;/em&gt; meskipun lengan tangan besar. Saya pun merespon bahwa berpakaian menutup aurat (kerudung plus jilbab) adalah solusi cerdas bagi cewek tanpa harus meributkan ukuran lengan. Kelanjutannya adalah masing-masing bertahan pada pendapatnya. Situs tersebut menyatakan bahwa kita harus menghargai pilihan orang dalam memilih pakaian. Saya pun tidak keberatan karena pendapat tentang kerudung dan jilbab itu juga pendapat pribadi sebagai seorang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sobat muslimah, dari sedikit uraian di atas terlihat bahwa ada sebuah ketidakpedulian di kalangan kita. Ketika kita mengatakan bahwa solusi berpakaian seorang perempuan adalah dengan jilbab dan kerudung, seolah-olah kita dituding tidak menghargai gaya berbusana orang lain. Padahal, seringkali mereka yang tidak menutup aurat itulah yang tidak menghargai busana muslimah dengan jilbab dan kerudungnya.&lt;br /&gt;Kamu masih ingat kan kasus jilbab sekitar tahun 90-an? Kalau gak ingat, boleh kok tanya ke ortu, kakak atau tante kamu. Saat itu muslimah berjilbab diusir dari kelas sekolah negeri karena mempertahankan diri untuk menutup auratnya. Okelah, itu tahun jadul (jaman dulu). Kasus yang baru-baru saja terjadi adalah presenter salah satu TV swasta bernama Sandrina Malakiano. Presenter yang akhirnya memutuskan menutup aurat dengan busana muslimah ini dilarang tampil di depan layar TV lagi dengan berbagai dalih.&lt;br /&gt;Jadi, dari contoh dua kasus di atas bisa terlihat sebetulnya siapa yang tidak menghargai siapa. Apabila seseorang mengakui dirinya sebagai muslimah, maka sudah ada aturan khusus tentang tata cara berpakaiannya. Jadi tidak bisa semau gue atas nama kebebasan memilih atau bahkan memakai dalih HAM.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara berbusana cewek  modern&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sobat muslimah, banyak orang salah mengira kalau modern itu adalah berpakaian yang mengumbar aurat. Tank top, rok mini, you can see (&lt;em&gt;everything&lt;/em&gt;?), bahkan pusar pun diobral adalah gaya berbusana cewek modern. Orang yang berpendapat begini pasti sedang mabok. Coba deh kamu perhatikan film kartun Flinstone yang settingnya adalah zaman batu. Atau mungkin film Robin Hood dan Xena yang settingnya adalah zaman kuno abad pertengahan. Baju yang dipakai di sana sangat minim, hampir semua aurat terutama pemeran cewek diobral semua.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;…banyak orang salah  mengira kalau modern itu adalah berpakaian yang mengumbar aurat: tank top, rok mini, you can  see (&lt;em&gt;everything&lt;/em&gt;?), bahkan pusar pun diobral  adalah gaya berbusana cewek  modern. Orang yang berpendapat begini  pasti sedang mabok…&lt;/blockquote&gt;Trus, gimana donk dengan beberapa suku di Indonesia yang pakaian tradisionalnya adalah koteka semisal suku Asmat? Coba deh kamu lihat, bagaimana kehidupan dan tingkat berpikir suku tersebut. Seharusnya menjadi tugas bersama untuk membina suku-suku pedalaman yang masih awam terhadap Islam dan hukum menutup aurat. Bukan malah dijadikan tontonan dengan alasan melestarikan budaya bangsa. Kasihan mereka. Bayangkan bila kamu yang di posisi mereka berpakaian minim kemudian menjadi bahan tontonan. Pasti rasanya tak nyaman.&lt;br /&gt;Tak ada orang yang bilang kalo mereka hidup di zaman modern. Yang ada adalah mereka hidup di zaman batu, kuno, jadul dan yang utama jahiliyah alias bodoh. Yang namanya modern adalah ketika manusia itu jelas bedanya dengan binatang yaitu ketika akalnya dimanfaatkan secara sempurna. Akal inilah yang menuntun manusia untuk mempunyai malu dan iman. Jika malu dan iman ada maka otomatis manusia akan memilih busana yang menutup aurat sebagai gaya berbusananya.&lt;br /&gt;Hal ini pas banget dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dalam QS. An-Nur: 31 dan Al-Ahzab: 59 bahwa kerudung dan jilbab adalah pakaian muslimah bila mereka keluar rumah. Rasional dan masuk akal, itulah ciri-ciri Islam. Termasuk juga dalam mengatur cara berbusana perempuan, Islam jauh lebih modern daripada agama ataupun ideology mana pun di dunia ini. Ini karena memang Islam diturunkan oleh yang Mahamenciptakan manusia sendiri, jadi Ia pula yang berhak mengaturnya pula.&lt;br /&gt;Di atas semua itu, modern atau tidaknya seseorang bisa dilihat dari pola pikirnya. Pola pikir inilah yang akan menentukan pola sikap dia termasuk dalam hal memilih pakaian. Jadi meskipun gelar selangit, rumah di kawasan elit, mobil keluaran terbaru tapi memakai rok mini dan tank top, sudah langsung bisa dilihat kualitas pola pikirnya. Semua materi duniawi yang disebutkan tersebut cuma aksesoris saja, tidak menyentuh intinya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jilbab, pakaian modern&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gals, jilbab itu pakaian perempuan modern dan beradab. Dari busana ini pula, terlihat identitas seseorang apakah ia muslimah atau bukan. Jilbab adalah pakaian takwa yang merupakan bukti tunduknya seorang hamba kepada penciptanya. Siapa saja yang memperolok pakaian takwa ini, itu artinya ia juga memperolok Sang Pencipta yang menurunkan aturan tersebut. Naudzubillah.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;…jilbab itu pakaian perempuan modern dan beradab. Dari busana ini pula terlihat identitas apakah ia muslimah atau bukan. Jilbab adalah pakaian takwa…&lt;/blockquote&gt;Tak jarang muslimah berjilbab mendapat cobaan berupa suara-suara miring semisal disebut ‘sok alim-lah’, ‘sok suci’, dan berbagai sebutan lainnya. Biar saja, Non. Daripada juga menjadi orang yang sok kafir dan menjadi pembangkang perintah Allah, itu jauh lebih buruh dan hina untuk dilakukan. Cuekkin saja komentar-komentar tak penting seperti itu.&lt;br /&gt;Sedangkan bagi kamu yang masih belum berkerudung (apalagi belum berjilbab) karena satu dan lain hal, mulai saat ini niatkan dirimu untuk berubah. Kamu tak akan pernah tahu kapan tibanya sang ajal. Gak usah menunggu berjilbab ketika sudah menikah. Atau bahkan ada juga yang bernazar untuk berjilbab ketika keterima di perguruan tinggi negeri (PTN). Lalu apabila tidak keterima di PTN, kewajibab berjilbab tersebut bisa gugur? Tentu saja tidak.&lt;br /&gt;Yang namanya wajib ya wajib saja hukumnya, tidak usah menunggu persyaratan tertentu semisal kalau keterima di PTN. Bila pun misalnya cewek itu ketrima di PTN, maka itu artinya niatnya tidak karena Allah, tapi karena sekadar memenuhi nazar saja. Bukannya tidak mungkin, dia berjilbabnya juga setengah hati karena salahnya niat sedari awal. Di tengah jalan, ia akhirnya membuka jilbabnya dan kembali umbar aurat sebagaimana orang-orang kafir bersikap.&lt;br /&gt;Sobat muslim, berjilbab itu indah. Tapi bukan karena lantas terlihat indah ini kita mau berjilbab. Betapa banyak perempuan berjilbab karena setelah mematut diri di depan cermin, mereka merasa lebih cantik. Jadi ketika berjilbab membuat dirinya tidak terlihat cantik, maka orang semacam ini tidak akan mau berjilbab. Banyak sekali ungkapan yang menyatakan enggan berjilbab karena pakaian tersebut hanya akan membuat dirinya terlihat gemuk dan tidak menarik. Meskipun tahu bahwa jilbab adalah perintah Allah, mereka lebih mementingkan apa kata manusia daripada kata-kata atau firman Allah. Semoga kamu bukan tipe perempuan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;…berjilbab  itu indah. Tapi bukan karena lantas terlihat indah ini kita mau  berjilbab…&lt;/blockquote&gt;&lt;strong&gt;Berjilbab, mutiara dalam etalase&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perempuan berjilbab ibarat mutiara indah dalam etalase. Orang yang lalu-lalang bisa melihat tanpa bisa menyentuh, apalagi menodai. Mutiara ini hanya bisa dibeli dengan harga mahal dan seizin penjualnya. Tak jarang mutiara dalam etalase ini dilengkapi dengan kunci pengaman agar terjaga kemurniannya.&lt;br /&gt;Bandingkan dengan perempuan yang tidak berjilbab. Mereka ini ibarat mutiara yang diobral di kaki lima. Semua orang tidak hanya bisa melihat, tapi juga menyentuhnya. Tak jarang tangan-tangan yang menyentuh mutiara tersebut ternyata bernoda sehingga membuat si mutiara tak lagi putih cemerlang. Cacat-cela pun hinggap di permukaannya yang indah. Bila si penjual lengah, bisa jadi ada maling yang menyusup dan mencuri mutiara itu dari tempatnya berada.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;…Perempuan berjilbab ibarat mutiara indah dalam etalase. Perempuan yang tidak berjilbab ibarat mutiara yang diobral di kaki lima…&lt;/blockquote&gt;Kedua perumpamaan di atas menunjukkan betapa mulia dan terjaganya perempuan muslimah yang berjilbab. Harga yang harus ditebus bagi orang yang ingin memiliki mutiara di etalase dengan kaki lima juga tak sama. Mutiara dalam etalase berharga mahal, bahkan seluruh mata uang di dunia ini tak bisa membelinya. Mutiara ini hanya bisa dibeli dengan taruhan nyawa dan pertanggungjawaban dunia akhirat. Nilainya pun dihargai Allah dengan imbalan surga.&lt;br /&gt;Ya, mutiara dalam etalase adalah muslimah berjilbab yang hanya bisa disentuh oleh laki-laki beriman yang berani mengucapkan akad nikah di depan wali dan saksi. Nama Allah sebagai jaminan bahwa laki-laki ini akan menjaga si muslimah hingga kelak dipertanggungjawabkan di hadapan pengadilan-Nya. Mutiara ini terjaga kehormatan dan harga dirinya, setara dengan upayanya untuk tunduk pada aturan-Nya pula.&lt;br /&gt;Mutiara kaki lima, kita semua sudah tahu bagaimana nasibnya. Di antara kedua pilihan ini, muslimah cerdas pastilah tahu harus memilih yang mana. Karena sudah sunnatullah bahwa Allah akan memasangkan wanita baik-baik dengan laki-laki yang baik pula, begitu sebaliknya (QS. An-Nur: 36). Ini adalah janji Allah. Tapi seorang muslimah salihah bukan tujuan tersebut yang menjadi incarannya. Ridha Allah adalah segalanya di atas semua tujuan.&lt;br /&gt;Jadi, mulai sekarang luruskan niatmu bila sebelumnya ada niat lain mengotori keputusanmu untuk berjilbab. Oya, kalo baru sebatas bisa berkerudung, tingkatkan untuk bisa mengenakan kerudung plus jilbabnya (semacam baju kurung yang longgar, lebar dan tebal). Yakin deh, niat-niat duniawi itu umurnya tidak bertahan lama. Betapa banyak muslimah yang berjilbab karena sekadar ingin agar segera bisa bersuami, setelah nikah menanggalkan kerudung bahkan jilbabnya. &lt;em&gt;Na’udzubillah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Atau mungkin berjilbab karena supaya mudah dapat pekerjaan karena akhir-akhir ini banyak perusahaan yang lebih menyukai perempuan berpakaian sopan. Bila ini tujuannya, yakin deh ketika di rumah, perempuan seperti ini pasti dengan mudah umbar aurat karena tidak di lingkungan kerja lagi.&lt;br /&gt;Namun bila yang menjadi tujuan adalah ridha Allah semata, apa pun halangan dan rintangan yang menghadang karena keputusannya dalam berjilbab, hal itu tak akan menggoyahkannya. Sebaliknya, ia akan semakin tegar dalam mempertahankan identitasnya sebagai muslimah berjilbab.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;…berjilbab itu ternyata keren karena menunjukkan karakter positif seorang perempuan yang punya prinsip. Jangan pernah diombang-ambingkan tren mode berbusana jahiliyah berkedok modern…&lt;/blockquote&gt;Jadi sobat muda muslimah, berjilbab itu ternyata keren karena menunjukkan karakter positif seorang perempuan yang punya prinsip. Kamu tak akan pernah diombang-ambingkan oleh tren mode berbusana jahiliyah berkedok modern. Karena trend berjilbab adalah mode busana everlasting yang tak akan lekang oleh zaman. Oleh karena itu, tak ada pilihan lain bagi seorang perempuan yang sudah meng&lt;em&gt;azzam&lt;/em&gt;kan diri atau bertekad kuat menjadi seorang muslimah kecuali berbusana sesuai dengan yang ditentukan oleh Islam. So, ayo berjilbab mulai sekarang! Sip deh ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-8065716259433803938?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/8065716259433803938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/05/jilbab-pakaian-modern-berkarakter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/8065716259433803938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/8065716259433803938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/05/jilbab-pakaian-modern-berkarakter.html' title='Jilbab: Pakaian Modern Berkarakter Positif'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-630566655391396835</id><published>2010-05-06T00:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T00:17:26.685-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Mendudukkan Hukum Bersalaman Sesudah Shalat</title><content type='html'>&lt;div class="img-content"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Bataku/SLmn_voa.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh:  Badrul Tamam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bersalaman  sesudah shalat merupakan fenomena umum shalat berjama'ah di  masjid-masjid negeri ini. Ketika imam selesai salam yang diikuti makmum,  segera ia menghadap ke makmum dan menjabat tangan mereka. Kemudian para  makmum saling bersalaman dengan orang yang di sebelah kanan dan  kirinya, dan sering ditambah orang yang di depan dan di belakangnya.  Bahkan sering orang yang selesai melaksanakan sunnah juga menyalami  (menjabat tangan) kawan yang duduk di sampingnya, walaupun sudah bertemu  dan bertegur sapa sebelum shalat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-630566655391396835?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/630566655391396835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/05/mendudukkan-hukum-bersalaman-sesudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/630566655391396835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/630566655391396835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/05/mendudukkan-hukum-bersalaman-sesudah.html' title='Mendudukkan Hukum Bersalaman Sesudah Shalat'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-5286922007299280503</id><published>2010-05-05T23:50:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T23:50:28.707-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Membongkar Kesesatan Doraemon, Dragon Ball, dan Sincan</title><content type='html'>&lt;div class="img-content"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Bataku/Doraemon_kris.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anak-anak  ibarat 'kertas putih' yang dapat dituliskan apa saja pada dirinya. Pada  masa anak-anak, apa saja yang dilihat dan didengar dapat membekas di  dalam sanubarinya yang masih polos, jika telah terukir di dalam hatinya,  akan tergambar dan tersalurkan jika kelak mereka menjadi dewasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak  dipungkiri lagi, banyak beredar kisah-kisah menarik yang dikemas  sedemikian rupa agar disukai anak-anak; kebanyakannya termasuk  kisah-kisah fiktif yang dibumbui dengan cerita-cerita kebohongan,  syirik, kebobrokan akhlaq, dan gambar bernyawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-5286922007299280503?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/5286922007299280503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/05/membongkar-kesesatan-doraemon-dragon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/5286922007299280503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/5286922007299280503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/05/membongkar-kesesatan-doraemon-dragon.html' title='Membongkar Kesesatan Doraemon, Dragon Ball, dan Sincan'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-3205873433674551233</id><published>2010-05-01T02:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-01T02:10:19.137-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Buah</title><content type='html'>&lt;img alt="" class="caption" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tafakur/ladang.jpg" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;Segerombolan murid-murid sekolah dasar berjalan menapaki tepian parit  di persawahan dan ladang nan luas. Mereka mengikuti langkah guru mereka  yang sesekali menunjuki mana jenis pohon yang mungkin belum mereka  ketahui.&lt;br /&gt;“Anak-anakku, inilah pepohonan yang mungkin sering kamu sebut, tapi baru  kali ini kamu jumpai,” ujar sang guru ketika mereka berhenti di tanah  kosong di sebuah ladang. “Di sini ada pohon cabai, tomat, terung,  mentimun, pepaya, jagung,” tambah sang guru sambil menunjuk ke  ladang-ladang yang telah mereka lewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak mengangkat tangan sambil berdiri di sebuah kumpulan  pohon jangkung yang berdaun seperti telapak tangan terbuka. “Pak guru,  kalau ini pohon apa?” ucapnya kemudian.&lt;br /&gt;Sambil berjalan pelan, Pak Guru mendekati sang penanya. “Anak-anakku,  ini pohon singkong,” jawab sang guru.&lt;br /&gt;“Kenapa ia tidak berbuah, seperti pohon-pohon lain di ladang ini,  Pak?” tanya yang lain.&lt;br /&gt;“Kamu salah, anak-anakku. Tidak semua buah bisa ditampilkan ke  permukaan. Karena sesuatu hal, ia disembunyikan,” jawab sang guru.&lt;br /&gt;“Disembunyikan?” tanya murid yang lain.&lt;br /&gt;“Ya. Karena pohon singkong bertubuh kurus dan jangkung, ia  menyembunyikan buahnya di akar. Perhatikanlah!” jelas sang guru sambil  bersusah payah mengangkat pohon singkong hingga akarnya tercerabut.&lt;br /&gt;Tampaklah sebuah pemandangan yang mungkin baru untuk anak-anak.  Mereka mendapati sebuah pohon dengan akar yang begitu besar. Itulah yang  disebut guru mereka sebagai buah yang disembunyikan.&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;Dinamika hidup dengan berbagai variasinya, hampir selalu berujung  pada satu tujuan: mendapatkan hasil atau buah. Berbagai variasi buah pun  menjadi target mereka. Ada  yang berkerja untuk mendapatkan gaji,  keuntungan usaha bagi para pebisnis, kehidupan berumah tangga yang  kemudian menghasilkan berbagai aset keluarga, kehidupan berorganisasi  yang membuahkan berbagai keuntungan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sayangnya, kepicikan daya pandang sebagian kita kadang menutup adanya  keberadaan buah-buah lain yang tidak selalu tampak di permukaan. Dan  boleh jadi, buah yang tidak tampak itu, sebenarnya jauh lebih bernilai  dari apa yang bisa dilihat, dipegang, dan kemudian habis dimakan.  (muhammadnuh@eramuslim.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-3205873433674551233?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/3205873433674551233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/05/buah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3205873433674551233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3205873433674551233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/05/buah.html' title='Buah'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-5865787600400925307</id><published>2010-04-28T21:58:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T21:58:01.421-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Kisah Tragis Ahli Ibadah yang Mati Su’ul Khatimah</title><content type='html'>&lt;div class="pd-rating" id="pd_rating_holder_345301_post_1506" style="display: inline-block;"&gt;&lt;div id="PDRTJS_345301_post_1506_msg_1" style="float: left; padding: 0px 4px; text-align: center;"&gt;1&lt;/div&gt;&lt;div id="PDRTJS_345301_post_1506_msg_2" style="float: left; padding: 0px 4px; text-align: center;"&gt;0&lt;/div&gt;&lt;div id="PDRTJS_345301_post_1506_msg" style="float: left; padding-left: 5px; text-align: left;"&gt;Rate This&lt;/div&gt;&lt;img alt="Quantcast" border="0" height="1" src="http://pixel.quantserve.com/pixel/p-ab3gTb8xb3dLg.gif" style="display: none;" width="1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;script charset="utf-8" type="text/javascript"&gt; PDRTJS_settings_345301_post_1506 = {  "id" : "345301",  "unique_id" : "wp-post-1506",  "title" : "Kisah+Tragis+Ahli+Ibadah+yang+Mati+Su%27ul+Khatimah",  "item_id" : "_post_1506",  "permalink" : "http%3A%2F%2Fizisfm.wordpress.com%2F2010%2F04%2F29%2Fkisah-tragis-ahli-ibadah-yang-mati-suul-khatimah%2F" }&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="235" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Mati_voaislam.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" width="355" /&gt;&lt;/div&gt;Janganlah  kita terlampau puas dengan amal shalih yang sudah kita  lakukan dan  bersandar padanya. Apalagi diikuti dengan merasa bangga  diri dan merasa  sudah pasti menjadi ahli surga. Akibatnya, tidak lagi  berharap kepada  rahmat Allah dan kemurahan-Nya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya  perbuatan hamba ditentukan pada akhir hayatnya. Dan  kita tidak tahu di  atas kondisi apa mengakhiri kehidupan kita, apakah&amp;nbsp;  husnul khatimah  (akhir hayat yang baik) atau su’ul khatimah (akhir  hayat yang buruk).&lt;br /&gt;&lt;span id="more-1506"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  &lt;em&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; bersabda, “&lt;em&gt;Sesungguhnya   segala&amp;nbsp; perbuatan ditentukan bagian akhirnya.&lt;/em&gt;” (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Artinya,  barangsiapa yang telah ditetapkan oleh Allah beriman di  akhir hayatnya,  meskipun sebelumnya dia kufur dan selalu melakukan  maksiat, menjelang  kematiannya ia akan beriman. Ia meninggal dalam  keadaan beriman dan  dimasukkan ke dalam surga. Demikan juga dengan  orang yang sudah  ditentukan kafir atau fasik di akhir hayatnya,  meskipun sebelumnya ia  beriman, maka menjelang kematiannya ia akan  melakukan kekufuran. Ia  meninggal dalam keadaan kufur dan akan  dimasukkan ke dalam neraka.&lt;br /&gt;Dari  Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi  wasallam&lt;/em&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;فَإِنَّ  الرَّجُلَ مِنْكُمْ لَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ  بَيْنَهُ وَبَيْنَ  الْجَنَّةِ إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ  كِتَابُهُ فَيَعْمَلُ  بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ وَيَعْمَلُ حَتَّى مَا  يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ  النَّارِ إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ  الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ  بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya  ada salah seorang dari kalian beramal dengan  amalan ahli surga sehingga  jarak antara dirinya dengan surga hanya  hanya tinggal satu hasta, tapi  (catatan) takdir mendahuluinya lalu dia  beramal dengan amalan ahli  neraka, lantas ia memasukinya. Dan  sesungguhnya ada salah seorang dari  kalian beramal dengan amalan ahli  neraka sehingga jarak antara dirinya  dengan neraka hanya tinggal satu  hasta, tapi (catatan) takdir  mendahuluinya, lalu ia beramal dengan  amalan ahli surga, lantas ia  memasukinya.&lt;/em&gt;” (HR. Bukhari dan  Muslim)&lt;br /&gt;Dalam  riwayat Sahl bin Sa’ad al Sa’idi, “Sesunggunya ada seorang  dari kalian  benar-benar melakukan amalan ahli surga, dalam apa yang  nampak kepada  manusia. . . .” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Karenanya,  kita harus senantiasa berdoa supaya Allah senantiasa  memberikan  keteguhan hati di atas kebenaran dan kebaikan serta  memberikan kepada  kita husnul khatimah. Sebaliknya kita juga berlindung  kepada Allah dari  su’ul khatimah dan kesudahan yang buruk.&lt;br /&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallaahu  ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; senantiasa berdoa,&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;يَا  مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Wahai  Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati di  atas agama-Mu.&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;Dalam  riwayat muslim beliau &lt;em&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam &lt;/em&gt;bersabda,   “sesungguhnya hati semua manusia berada di antara dua jari Allah,   seolah-olah hanya satu hati. Allah berbuat sekehendak-Nya.” Lalu beliau   berdoa,&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;اللَّهُمَّ  مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى  طَاعَتِكَ&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Wahai  Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada  ketaatan  kepada-Mu.&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sebab  Su’ul Khatimah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ibnu  Hajar al Haitami berkata, “Sesungguhnya akhir hayat yang buruk   diakibatkan bibit keburukan yang terpendam dalam jiwa manusia, yang   tidak diketahui orang lain. Kadang-kadang seseorang melakukan   perbuatan-perbuatan ahli neraka, namun di dalam jiwanya terpendam bibit   kebaikan. Maka, menjelang ajalnya bibit kebaikan itu tumbuh dan   mengalahkan kejahatannya. Sehingga ia mati dalam keadaan husnul   khatimah.”&lt;br /&gt;Abdul  Aziz bin Dawud berkata, “Aku hadir pada seseorang yang sedang  ditalqin  (dibimbing untuk mengucapkan kalimat syahadat), akan tetapi ia  tidak  mau. Lalu aku bertanya tentang orang ini. Ternyata ia seorang  peminum  khamer.”&lt;br /&gt;Pada  kesempatan yang lain ia berkata, “Berhati-hatilah dengan dosa,  karena  dosa bisa menjerumuskan seseorang ke dalam su’ul khatimah.”&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Berhati-hatilah  dengan dosa, karena dosa bisa  menjerumuskan seseorang ke dalam su’ul  khatimah.&lt;br /&gt;Abdul  Aziz bin Dawud&lt;/blockquote&gt;&lt;strong&gt;Kisah  Tragis seorang ahli Ibadah yang mati Su’ul Khatimah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manshur  bin Ammar mengisahkan, dulu kala aku punya seorang teman  yang suka  melampaui batas, lalu bertaubat. Aku melihat dia banyak  beribadah dan  shalat tahajjud. Suatu ketika aku putus komunikasi  dengannya. Dan  menurut kabar dari orang-orang, ia sedang sakit. Maka  aku pergi ke  rumahnya dan anak perempuannya datang menemuiku. Dia  bertanya, “Siapa  yang engkau ingin temui?” Aku menjawab, “Si fulan.”  Maka ia  mengizinkanku masuk dan akupun bergegas ke dalam rumah.Aku  melihatnya  sedang tebaring di atas ranjang yang terletak di tengah  rumah. Mukanya  terlihat kehitaman, kedua matanya tertutup dan kedua  bibirnya bengkak  dan menebal.&lt;br /&gt;Aku  berkata padanya dengan perasaan takut melihatnya, “Wahai  saudaraku,  perbanyaklah mengucap &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Laa Ilaaha Illallaah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.”   Ia membuka kedua matanya dan menatapku dengan penuh kemarahan, lalu ia   tak sadarkan diri. Kembali kuulangi perkataanku kedua kalinya, wahai   saudaraku perbanyaklah mengucap &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Laa Ilaaaha Illallaah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.”   Pada saat aku mengulanginya untuk ke tiga kalinya, lalu ia membuka   matanya dan berkata, “Wahai Manshur, saudaraku, kalimat ini telah   menjauh dariku.”&lt;br /&gt;Aku  bergumam, “Tiada daya dan tiada upaya melainkan dengan izin  Allah, Dzat  Mahatinggi dan Mahamulia.”&lt;br /&gt;Kemudian  aku bertanya padanya, “wahai&amp;nbsp; saudaraku, di manakah shalat,  puasa,  tahajud dan shalat malammu?”&lt;br /&gt;Ia  menjawab, “Aku melakukan semua itu bukan untuk Allah &lt;em&gt;Subhanahu  wa  Ta’ala&lt;/em&gt; dan taubatku hanyalah taubat&amp;nbsp; palsu. Sebenarnya aku   melakukan semua itu supaya aku dikenal dan disebut-sebut orang, aku   melakukannya dengan maksud pamer kepada orang lain. Bila aku menyepi   seorang diri, aku masuk ke dalam rumah dan memasang tirai-tirai, lalu   aku minum khamer dan menantang Tuhan dengan kemaksiatan-kemaksiatan. Aku   terus melakukan itu sampai beberapa masa. Kemudian aku ditimpa  penyakit  hingga hampir binasa. Saat itu juga aku suruh anak  perempuanku, &lt;em&gt;‘ambilkanlah  aku mushaf!&lt;/em&gt;’ dan aku berdoa, ‘&lt;em&gt;Ya  Allah, demi kebenaran  Al-Qur’an yang agung, sembuhkanlah aku!&lt;/em&gt;’  Dan aku berjanji tidak  akan kembali melakukan dosa untuk selamanya.  Maka Allah membebaskanku  dari penyakit.&lt;br /&gt;Setelah  sembuh, aku kembali kepada keadaan semula, hidup  berpoya-poya dan  berhura-hura. Syetan telah membuatku lupa dengan  perjanjian yang telah  kuikrarkan kepada Tuhanku. Aku terlena dalam  keadaan itu sampai beberapa  saat lamanya hingga aku menderita sakit  hampir mati karenanya. Lalu aku  perintahkan keluargaku membawaku ke  tengah-tengah rumah seperti  biasanya. Kemudian aku suruh mereka  mengambilkan mushaf dan aku mulai  membacanya. Lalu aku acungkan mushaf  itu seraya berdoa, ‘&lt;em&gt;Ya Allah,  demi kehormaan kalam-Mu yang ada  dalam mushaf ini, bebasknalah aku dari  penyakitku!.&lt;/em&gt;’ Maka Allah  mengabulkan permintaanku dan menyembuhkan  penyakitku.&lt;br /&gt;Kemudian  aku kembali hidup bersenang-senang dan akupun jatuh sakit  lagi. Lalu  aku perintahkan keluargaku membawaku ke tengah-tengah rumah  seperti yang  engkau lihat sekarang ini. Kemudian aku menyuruh mereka  mengambilkan  mushaf untuk kubaca, tetapi mataku sudah tidak bisa  melihat saru  huruf-pun. Aku pun menyadari bahwa Allah sudah murka  kepadaku. Lalu aku  acungkan mushaf itu di atas kepalaku sembari  memohon, ‘&lt;em&gt;Ya Allah,  demi kehormatan mushaf ini, bebaskalah aku dari  penyakit ini, wahai  penguasa bumi dan langit!&lt;/em&gt;’ Tiba-tiba aku  mendengar seperti suara  memanggil, ‘engkau bertaubat tatkala engkau  sakit, dan engkau kembali  kepada perbuatan dosa tatkala engkau sembuh.  Betapa banyak Dia  menyelamatkanmu dari kesusahan, dan betapa bayak Dia  menyingkap bala’  cobaan tatkala engkau diuji. Tidaklah engkau takut  dengan kematian? Dan  engkau telah binasa di dalam  kesalahan-kesalahan’.”&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;‘Engkau bertaubat tatkala engkau sakit,  dan engkau  kembali kepada perbuatan dosa tatkala engkau sembuh. Betapa  banyak Dia  menyelamatkanmu dari kesusahan, dan betapa bayak Dia  menyingkap bala’  cobaan tatkala engkau diuji. Tidaklah engkau takut  dengan kematian? Dan  engkau telah binasa di dalam kesalahan-kesalahan’.&lt;/blockquote&gt;Manshur  bin ‘Ammar berkata, “sungguh demi Allah aku keluar dari  rumahnya dengan  air mata tertumpah merenungkan ‘ibrah yang baru  kulihat, dan belum  sampai di pintu rumahku, sampailah kabar bahwa dia  sudah meninggal.” [PurWD/voa-islam.com]&lt;br /&gt;(Sumber:  &lt;em&gt;Mi’ah Qishash wa Qishah fi Anis ash-Shalihin wa Samir  al Muttaqin, &lt;/em&gt;Muhammad  Amin al Jundi, (edisi Indonesia: &lt;em&gt;101  kisah teladan&lt;/em&gt;,&amp;nbsp;  Mitra Pustaka Yogyakarta, Cet XI November 2006).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-5865787600400925307?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/5865787600400925307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/kisah-tragis-ahli-ibadah-yang-mati-suul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/5865787600400925307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/5865787600400925307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/kisah-tragis-ahli-ibadah-yang-mati-suul.html' title='Kisah Tragis Ahli Ibadah yang Mati Su’ul Khatimah'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-3495947951775896439</id><published>2010-04-28T21:53:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T21:53:39.521-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Komite Fatwa Saudi: Shalat Berjamaah di Masjid Hukumnya Wajib</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="caption" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/syaikhabdulazizalsyaikh.jpg" width="370" /&gt;Komite Tetap Untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa (&lt;em&gt;Al  Lajnah Ad Da'imah Lil Buhuts Al 'Ilmiyah wal Ifta'&lt;/em&gt;) Kerajaan Saudi  Arabia, pada hari Rabu kemarin (28/4) mengeluarkan fatwa tentang  wajibnya shalat berjamaah di Masjid, tersirat keluarnya fatwa tersebut  untuk mengkritisi pernyataan sebelumnya yang dikeluarkan oleh direktur  komisi Amar Ma'ruf nahyi Munkar cabang Mekkah, Syaikh Ahmad Al-Ghamdi  yang dalam pernyataannya yang menimbulkan kontroversi tersebut ia  menyatakan bahwa toko-toko tidak perlu ditutup pada waktu jam-jam  shalat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pernyataan dari komite ilmiyah dan fatwa Saudi menyatakan  bahwa dalam beberapa hari terakhir beberapa surat kabar telah  menerbitkan artikel dari beberapa penulis yang mengatakan pentingnya  shalat di masjid, karena ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa hal  itu hanyalah sunnah dan di sisi lain ada sebagian lain mengecam  penutupan toko pada waktu jam shalat masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Komite menambahkan: "Tidak ada keraguan bahwa shalat lima waktu di  masjid adalah wajib dengan mengikuti dalil-dalil dari Al-Qur'an dan  Sunnah yang menekankan wajibnya shalat jamaah di masjid."&lt;br /&gt;Komite menganggap bahwa "pelaksanaan shalat berjamaah di masjid,  merupakan cara pembinaan dan merupakan syiar Islam, dan menganggap bahwa  meremehkan ritual ini bagi umat Muslim, bertentangan dengan dalil-dalil  yang ada di al-Quran dan Sunnah".&lt;br /&gt;Pernyataan Komite tersebut di tandatangani oleh Mufti besar Arab  Saudi, Syaikh Abdul Aziz Al-Syaikh.&lt;br /&gt;Fatwa ini datang menyusul pernyataan Syaikh Ahmad Al-Ghamdi, yang  telah memicu perdebatan luas di kalangan ulama Saudi, ketika ia  mengatakan bahwa siapapun tidak berhak untuk mencela orang-orang yang  menganjurkan menentang penutupan toko di waktu shalat.&lt;br /&gt;Secara umum toko-toko ditutup di Arab Saudi pada waktu masuk shalat  lima waktu dan polisi agama akan melakukan razia bagi pemilik toko yang  tidak menutup tokonya pada waktu jam shalat tiba.&lt;br /&gt;Sebelumnya Syaikh Ahmad Al-Ghamdi juga telah memicu kontroversi dalam  pernyataannya yang membolehkan ikhtilat, karena menurutnya ikhtilat  tidak terlarang dalam agama Islam.(fq/aby)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-3495947951775896439?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/3495947951775896439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/komite-fatwa-saudi-shalat-berjamaah-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3495947951775896439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3495947951775896439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/komite-fatwa-saudi-shalat-berjamaah-di.html' title='Komite Fatwa Saudi: Shalat Berjamaah di Masjid Hukumnya Wajib'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-2998286116391958969</id><published>2010-04-13T21:24:00.001-07:00</published><updated>2010-04-13T21:24:45.051-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Jangan Jadi Korban Mode 'Berpakaian Tapi Telanjang'</title><content type='html'>&lt;div class="img-content"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/berpakaian-tapi-telanjang.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;Saat ini banyak banget muslimah yang sudah menutup aurat. Di satu sisi, senang sih karena itu artinya syariat Islam sudah bisa diterima oleh masyarakat Indonesia. Kerudung dan jilbab menjadi pemandangan umum dan tak lagi dipandang aneh seperti yang terjadi belasan tahun lalu. Namun di sisi lain, ada banyak pemandangan tak sedap berkaitan dengan fenomena muslimah berjilbab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Berpakaian tapi telanjang. Rasulullah pernah ‘meramalkan’ akan datangnya zaman ini. Maksudnya apa tuh? Berpakaian sih berpakaian, tapi seluruh lekuk liku tubuh pemakainya terlihat semua. Mulai dari celana legging yang ketat sehingga membentuk (maaf) underwear hingga kaos transparan yang jelas-jelas menunjukkan ukuran bra seseorang. Parahnya, di atas kepala menutup rambutnya ada sehelai kain yang dililitkan ke leher sehingga seringkali kalung dan anting-antingnya terlihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih tentunya melihat pemandangan seperti di atas itu. Gimana enggak, bila fungsi pakaian yang seharusnya adalah menutupi aurat malah digunakan sebaliknya. Kerudung yang seharusnya menjadi identitas seorang muslimah, disalahgunakan pada potongan yang jelas-jelas malah bertentangan dengan definisi menutup aurat sendiri. Tak jarang orang mencibir tentang karena salah paham tentang fenomena muslimah berjilbab. Padahal jelas-jelas, mereka sangat jauh dari definisi berjilbab yang dimaksud oleh Islam. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;…Kerudung yang seharusnya menjadi identitas seorang muslimah, disalahgunakan pada potongan yang jelas-jelas malah bertentangan dengan definisi menutup aurat sendiri…&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan antipati dulu bila kamu mendapati ada teman muslimah kamu yang berpakaian seperti ini. Bukan tak mungkin mereka itu ternyata belum tahu bagaimana seharusnya seorang muslimah berpakaian. Mereka ini hanyalah korban mode (kormod) yang sekarang lagi ngetren dipraktikkan banyak selebritis tanah air. Karena blow up media yang terus-menerus, akhirnya gaya berpakaian asal para selebritis itu lengkap dengan kerudungnya dijadikan panutan oleh masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslimah, semoga kamu bukan menjadi bagian dari mereka yang kormod itu. Di mana-mana yang namanya korban pasti nggak enak banget. Lebih baik kamu menjadi pelopor di tengah-tengah temanmu dengan tampil beda. How? Pakailah pakaian muslimah yang syar’i atau yang sesuai dengan apa maunya Islam. Coba kamu buka Al-Qur'an surat Al Ahzab 59 dan An-Nur 31. Di sana ada tuh, perintah dari Allah tentang bagaimana seharusnya muslimah menutup aurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit tentang kedua surat di atas yaitu perintah Qur’an sebagai firman Allah agar para muslimah itu menutup aurat dengan kerudung dan jilbab. Kerudung adalah kain yang menutupi rambut, telinga, leher dan menjulur hingga ke dada untuk menutupi ‘perhiasan alami’ kita. Sedangkan jilbab adalah baju longgar tanpa potongan di tengah menjulur hingga mata kaki dan sebagai baju luar menutup baju dalam yang biasa dipake ketika di dalam rumah. Kalo kamu ragu, bisa tuh dicek di kamus bahasa Arab yang kompatibel alias terpercaya untuk definisi jilbab.&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;…So muslimah, berpakaianlah sebagaimana seharusnya seorang perempuan muslim itu berpakaian. Gak usah aneh-aneh sok ikutan mode tapi malah kesannya telanjang…&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, moga aja sedikit penjelasan ini membuat kamu makin cerdas tentang definisi kerudung dan jilbab. Juga paham bagaimana seharusnya muslimah itu berpakaian yang layak menurut Qur’an, bukan semaunya sendiri ikut-ikutan selebritis. Jangan sampai kamu turut ambil bagian menjadi perempuan yang berpakaian tapi telanjang. Ih…naudzhubillah deh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So muslimah, berpakaianlah sebagaimana seharusnya seorang perempuan muslim itu berpakaian. Gak usah aneh-aneh sok ikutan mode tapi malah kesannya telanjang. Setuju kan? Muslimah shalihah yang cerdas pasti gak nolak kan? Pasti itu. Sip deh ^_^ [riafariana/voa-islam.com]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-2998286116391958969?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/2998286116391958969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/jangan-jadi-korban-mode-berpakaian-tapi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/2998286116391958969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/2998286116391958969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/jangan-jadi-korban-mode-berpakaian-tapi.html' title='Jangan Jadi Korban Mode &apos;Berpakaian Tapi Telanjang&apos;'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-1067696491530521167</id><published>2010-04-09T20:46:00.001-07:00</published><updated>2010-04-09T20:46:58.690-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Islam Lebih Banyak Memperjuangkan Hak-Hak Perempuan daripada Kristen</title><content type='html'>&lt;span class="title"&gt;&lt;/span&gt;     &lt;div class="meta"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img align="left" alt="" height="246" src="http://www.muslimdaily.net/berita/muslim_woman_spain.jpg" width="324" /&gt;"Memeluk agama Kristen ternyata hanya membatasi kebebasan perempuan, sementara ketika memeluk Islam, justru kebebasan perempuan diperjuangkan." begitu ungkap muslimah Spanyol, Laura Rodriguez, ketua organisasi persatuan muslimah Spanyol yang selama ini memperjuangkan hak-hak perempuan muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laura Rodriguez lahir dalam keluarga Katolik dan lulus dari sekolah Katolik, namun kemudian masuk Islam dan sekarang menjabat sebagai wakil dari muslimah Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Islam memberi saya hak, di mana hal tersebut tidak ada di dalam agama kristen. Seperti kebebasan pribadi, hak-hak ekonomi, hak mewakili kepentingan seseorang di pengadilan, hak untuk mendapat pendidikan, pekerjaan dan kebutuhan biologis." kata Rodriguez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Islam, dalam agama Kristen, seorang wanita tidak dapat naik banding langsung dalam hukum agama. Seorang wanita juga tidak berhak mendapat keintiman dalam hubungan suami istri. Jadi fungsi wanita dibatasi hanya melahirkan anak-anak. Wanita juga tidak memiliki hak dalam masalah perceraian dan pemakaian alat kontrasepsi." tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, wanita Hispanik bahkan tidak bisa membuka rekening bank tanpa izin dari suaminya," kata Yusuf Ordones Fernandez, sekretaris Federasi Muslim Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas ketika muncul pertanyaan mengapa di negara-negara Kristen, perempuan semakin banyak terlibat dalam kehidupan sosial daripada di negara-negara Muslim, Laura Rodriguez menjawab kalau negara-negara Barat sekarang ini tidak hidup dalam aturan agama Kristen, tetapi hidup dalam undang-undang sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Laura, masalah justru muncul di dalam undang-undang sekuler ketika berhadapan dengan hak-hak perempuan muslimah. Fakta membuktikan kalau undang-undang tersebut tidak dapat melindungi hak-hak mereka, khususnya kaum perempuan imigran. Ketidakadilan itulah yang kemudian mendorong Laura Rodriguez berusaha meringankan penderitaan mereka entah bagaimana caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Laura, hak asasi manusia yang digembar-gemborkan dunia Internasional hingga saat ini justru lebih banyak menciptakan masalah di Eropa. Di sisi lain, Eropa terus menggambarkan Islam sebagai agama yang buruk dengan menunjukkan kepada masyarakatnya contoh-contoh buruk dari Islam, dari para pemeluknya yang kolot, para pemimpinnya yang tiran dan lalim, serta wanita-wanitanya yang tampak menjadi budak tertindas dan tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika kami memegang ajaran Islam di Spanyol secara wajar, media Eropa dan Barat tidak memberi perhatian sedikitpun, tetapi ketika seorang pezinah dirajam di negara muslim, media barat dengan bersemangat terus memberitakan dan menyorotinya, bahkan kadang menyebut hukums Islam seperti rajam sebagai tragedi bagi dunia" kata Yusuf Ordones Fernandez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Fernandes, Islam di Spanyol terus dihubungkan dengan ekstremisme, terorisme dan imigrasi, walaupun sebenarnya sejarah dan budaya Spanyol tidak lepas dari kebesaran Islam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perempuan muslimah sebenarnya ingin berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial di Barat, tetapi orang Eropa tidak membolehkannya. Jika saya ingin mendapatkan pekerjaan atau bergabung dengan organisasi masyarakat, maka pasti aku dtolak karena aku memakai jilbab, "- kata Laura Rodriguez tegas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;strong&gt;muslimdaily.net&lt;/strong&gt;/Cno]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-1067696491530521167?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/1067696491530521167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/islam-lebih-banyak-memperjuangkan-hak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1067696491530521167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1067696491530521167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/islam-lebih-banyak-memperjuangkan-hak.html' title='Islam Lebih Banyak Memperjuangkan Hak-Hak Perempuan daripada Kristen'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-5527102255562947419</id><published>2010-04-09T20:44:00.001-07:00</published><updated>2010-04-09T20:44:54.306-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Anak'/><title type='text'>Agar si Buah Hati Menjadi Percaya Diri</title><content type='html'>&lt;div class="img-content"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/anak-percaya-diri.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;Para pakar menilai, percaya diri adalah faktor penting yang menjadi penentu seseorang akan sukses atau gagal. Karenanya, para pakar psikologis banyak mengemukakan teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri. Rasa percaya diri tidak didapatkan begitu saja, melainkan ia harus diasah dan dipupuk sejak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sejak usia dua tahun, anak mulai menentukan sikapnya terhadap lingkungan di sekelilingnya. Beberapa psikolog perkembangan berpendapat bahwa kepercayaan diri merupakan salah satu sense pertama yang masuk ke dalam penentuan-penentuan sikap tersebut. Kemudian kekuatan perasaan percaya diri yang mulai terbentuk pada usia tersebut sangat bergantung pada perhatian yang diterima sang anak dan sikap orangtua dalam memenuhi kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada fase tersebut, anak menunjukkan sinyal-sinyal perkembangan dengan menampakkan hasrat independensinya; memiliki kebebasan berbicara, berjalan, dan bermain. Semua hal itu berhubungan dengan kebutuhan untuk menegaskan dirinya yang hanya bisa diwujudkan dengan memperkenankannya mengambil langkah-langkah independensi. Hal tersebut juga ditegaskan teori perkembangan yang menyatakan bahwa kita harus menghormati kepribadian anak-anak, membiarkan mereka untuk berkembang secara alamiah. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;…Tak sedikit anak yang tumbuh dewasa tanpa memiliki kepercayaan diri yang tinggi, sehingga mereka tak mampu mengandalkan diri dalam urusan apa pun…&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak sedikit anak-anak yang tumbuh dewasa dengan tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Sehingga mereka tidak mampu mengandalkan diri mereka sendiri dalam urusan apa pun, baik yang besar maupun kecil. Mereka tidak bisa mengambil inisiatif dan selalu menunggu seseorang berkata, “Lakukanlah hal ini dan itu.” Jika menghadapi masalah, tak sedikit anak perempuan yang tidak mampu mengambil keputusan, cenderung menjauhi masalah, dan hanya bisa menangis. Bisa jadi hal demikian merupakan kesalahan para orangtua, disebabkan beberapa hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp; Orangtua terlalu berlebihan dalam mengawasi dan membatasi, baik dalam persoalan besar maupun kecil; seringkali mengucapkan, “Jangan melakukan itu, jangan melakukan ini.” Sehingga anak kehilangan spontanitas dan kepercayaan diri dalam bertindak. Maka jangan heran jika kemudian dia lebih banyak menunggu seseorang untuk mengoreksinya dan menjamin bahwa dirinya melakukan hal yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp; Selalu menyalahkan dan mengkritisi apa pun yang dilakukan oleh anak-anak, mencari-cari kesalahan mereka, dan memarahinya jika melakukan kesalahan-kecil yang tidak berarti. Maksudnya, anak-anak lebih banyak dimarahi daripada diberi pujian atas berbagai usaha yang dilakukannya. Sikap demikian justru akan menghancurkan motivasi anak-anak untuk bertindak dan melakukan sesuatu yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp; Tidak memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berbicara di hadapan orang lain, ditakutkan mereka akan melakukan kesalahan atau berbicara tentang hal-hal yang tidak diinginkan. Termasuk juga apabila memperkenankan mereka untuk berbicara, setelah terlebih dulu memberitahu mereka apa-apa saja yang boleh dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp; Selalu memberi peringatan kepada anak-anak tentang bahaya dari sesuatu hal, sehingga membuat mereka senantiasa membayangkan hal-hal buruk dan menyayangkan bahwa mereka dikelilingi segala marabahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp; Senantiasa menganggap remeh mereka dan membanding-bandingkan mereka dengan orang lain. Kedua hal tersebut membuat mereka berpikir bahwa mereka tidak bernilai sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp; Menjadikan mereka sebagai objek candaan, dan mengejek mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.&amp;nbsp; Tidak memperhatikan permintaan-permintaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.&amp;nbsp; Orangtua terlalu banyak memberi perhatian kepada mereka dengan sikap yang menunjukkan kekhawatiran tentang –misalnya– kesehatan, masa depan mereka, dan lain-lainnya. [ganna pryadha/voa-islam.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilansir dari &lt;em&gt;Tansyi`at Al-Fatat Al-Muslimah&lt;/em&gt;, karya Hanan ‘Atiyah Al-Juhani.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-5527102255562947419?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/5527102255562947419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/agar-si-buah-hati-menjadi-percaya-diri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/5527102255562947419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/5527102255562947419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/agar-si-buah-hati-menjadi-percaya-diri.html' title='Agar si Buah Hati Menjadi Percaya Diri'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-6535341548042260262</id><published>2010-04-05T02:51:00.001-07:00</published><updated>2010-04-05T02:51:56.831-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pacaran Berkedok Ta'aruf Makin Marak di Dunia Maya</title><content type='html'>&lt;div class="img-content"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/taaruf-pacaran-ikhwan-akhwat.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;strong&gt;BELAKANGAN &lt;/strong&gt;ini ta’aruf mengalami penyempitan makna. Bahkan dalam praktiknya, banyak yang mengidentikkan ta’aruf dengan pacaran. Salah satu penyebabnya adalah maraknya ta’aruf yang dilakukan oleh para ikhwan maupun akhwat di dunia maya. Padahal, sejatinya yang mereka lakukan itu adalah pacaran berkedok ta’aruf, karena dalam aksinya, tiada lagi hijab dalam interaksi bagi akhwat dan ikhwan bukan mahram, seakan bebas landas, curhat di jejaring sosial facebook, hujat-hujatan. Itulah pacaran terselubung dengan membawa topeng ta’aruf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan-ikhwan yang menggunakan profil islami tak pernah kehabisan ide dalam melegalkan pacaran. Jika orang-orang yang tidak membawa agama berani terang-terangan mengatakan pacaran, tapi tidak dengan pemuda pemudi yang berciri khas agama, mereka berpacaran dengan embel-embel ta’aruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Entah apa yang ada di benak mereka, apakah ta’aruf dipahami sesuai syariat atau sengaja menyelewengkan dari makna yang sebenarnya, banyak ikhwan dengan mudahnya mengatakan ingin ta’aruf dengan akhwat yang diincarnya melalui dunia maya tanpa perantara pihak ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar-komentar di jejaring sosial sudah sulit lagi dipilah, mana yang untuk umum mana yang harusnya dijadikan rahasia dirinya dengan Allah, facebook menjadi keranjang sampah juga menjadi diary bagi sebagian orang. Akhwat dan ikhwan berpacaran pun sudah mulai berani membuat status in relationship dengan pasangan yang disebutnya sedang ta’aruf. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;... Komentar-komentar di jejaring sosial sudah sulit lagi dipilah, mana yang pacaran dan mana yang ta’aruf. Belum ada ikatan apapun mereka sudah berani memanggil umi-abi...&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak sedikit juga ikhwan genit dan akhwat ganjen saling memberi perhatian di tempat umum. “Sudah shalatkah ukhti? Jangan telat makan ya..” tulis sang ikhwan.&amp;nbsp; Sang akhwat pun tak mau kalah, membalasnya dengan kata-kata senada, “Syukron ya akhi atas perhatiannya, semangat belajar ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula komentar yang lebih liar, “Eh iya ukhti kelihatan anggun dengan jilbab itu, hehehehe.” Maka si akhwat balik menjawab, “Ah, akhi nih bisa aja, ntar ana GR nih, heeeeee…” Masya Allah, itukah yang disebut ta’aruf?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu penulis banyak menemukan pencerahan di dunia maya dengan banyak berteman, namun jadi ilfil (ilang feeling) setelah mengetahui sepak terjang beberapa ikhwan akhwat, teriaknya agama, tapi murah terhadap lawan jenis, menebar simpati dan basa-basi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memakai kedok ta’aruf untuk melegalkan pacaran. Belum ada ikatan apapun sudah berani memanggil “umi-abi” atau “abang-adik.” Tak sedikit pula ditemui akhwat berjilbab lebar yang masih membudidayakan pacaran. Tanpa malu-malu lagi. Apakah semua itu dilakukan karena ketidaktahuan akhwat tentang bagaimana Islam mengatur pergaulan dengan lawan jenis? Wallahu a’lam. Yang pasti ada juga yang biasa berkomentar pacaran haram, tapi dirinya masih juga berpacaran, namun memakai kedok ta’aruf. Padahal praktiknya sami mawon.&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;...akhwat jangan mudah terpedaya pada ikhwan di dunia maya yang belum diketahui secara jelas identitasnya...&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya benar-benar lurus memahami kata ta’aruf seperti yang diajarkan oleh Nabi kita, jangan sampai menjadikan ta’aruf untuk menghancurkan keagungan Islam. Telah jelas dalam Islam, bagaimana hendaknya kita menjaga diri kita agar tidak terjatuh pada perkara-perkara yang membuat Allah murka. Jangan memakai istilah ta’aruf jika hanya sebatas ingin menjadi uji coba bermain hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati akhwat biasanya lembut dan mudah tersentuh, korban yang pertama akan merasakan terluka oleh ta’aruf coba-coba tadi tentunya para akhwat. Begitu juga para akhwat, jangan mudah terpedaya pada ikhwan dunia maya yang belum diketahui secara jelas identitasnya. Apa yang ditampilkan dalam dunia maya, profil, kata-kata, tidak dapat dijadikan tolak ukur untuk menilai karakter yang sesungguhnya, juga tidak dapat cukup untuk menggambarkan pribadinya secara utuh, tetap waspada. [&lt;a href="http://www.facebook.com/joelie.anna?ref=ts"&gt;Yuli Anna Pendamba Surga&lt;/a&gt;/voa-islam.com]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-6535341548042260262?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/6535341548042260262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/pacaran-berkedok-taaruf-makin-marak-di.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/6535341548042260262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/6535341548042260262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/pacaran-berkedok-taaruf-makin-marak-di.html' title='Pacaran Berkedok Ta&apos;aruf Makin Marak di Dunia Maya'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-3944184171520820274</id><published>2010-04-04T20:55:00.001-07:00</published><updated>2010-04-04T20:55:50.632-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Dinamika Keluarga</title><content type='html'>&lt;img alt="" class="caption" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/jendela/dinamika_keluarga.jpg" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga tak ubahnya seperti negara. Ada pimpinan, menteri, rakyat, kebijakan, dan aturan. Layaknya negara, dinamika politik keluarga pun mesti dinamis. Karena dengan begitulah, keluarga menjadi hidup, hangat, dan produktif.&lt;br /&gt;Indahnya hidup berkeluarga. Di situlah orang belajar banyak tentang berbagai hal. Mulai masalah pendidikan, hubungan sosial antar anggota keluarga, ekonomi, pertahanan, komunikasi, organisasi, dan politik. Mungkin, itulah sebabnya, orang yang sukses dalam berkeluarga, insya Allah, akan sukses berkiprah di masyarakat. Bahkan, negara dan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada empat aspek yang selalu muncul dalam dinamika keluarga. Pertama, tiap anggota keluarga memiliki perasaan dan idea tentang diri sendiri yang biasa dikenal dengan harga diri atau self-esteem. Kedua, tiap keluarga memiliki cara tertentu untuk menyampaikan pendapat dan pikiran mereka yang dikenal dengan komunikasi. Ketiga, tiap keluarga memiliki aturan permainan yang mengatur bagaimana mereka seharusnya merasa dan bertindak yang selanjutnya berkembang sebagai sebuah sistem nilai keluarga. Yang terakhir, tiap keluarga memiliki cara dalam berhubungan dengan orang luar dan institusi di luar keluarga yang dikenal sebagai jalur ke masyarakat.&lt;br /&gt;Cuma masalahnya, tidak semua pimpinan keluarga peka dengan dinamika yang ada. Kadang juga terlalu tegang menyikapi kesenjangan antara idealita dengan realita. Ketidakpekaan dan ketegangan inilah yang kerap membuat dinamika keluarga menjadi redup. Para anggota menjadi ikut kikuk, bungkam, dan takut.&lt;br /&gt;Setidaknya, itulah yang kini dirasakan Pak Deden. Bapak lima anak ini mestinya bahagia dengan anugerah Allah berupa isteri shalihah dan anak-anak yang sehat dan cerdas. Tapi, entah kenapa ia agak bingung menatap perkembangan bawahannya.&lt;br /&gt;Itu terjadi ketika beberapa masalah tidak sampai ke telinganya. Ia justru baru tahu setelah beberapa tetangga cerita. Masalah rapot sekolah anak-anaknya, misalnya. Pak Deden baru tahu ada pengambilan rapot ketika seorang tetangga menyapa. “Gimana rapot anak-anak, Pak Deden?” suara seorang bapak ketika Pak Deden mau berangkat ke kantor. Apa, rapot? Pak Deden terhenyak.&lt;br /&gt;Lebih parah lagi, ketika Pak Deden mendapati kenyataan kalau anak-anaknya belum bisa terima rapot. Alasannya begitu sederhana. Ada beberapa pembayaran sekolah yang belum lunas. Lha, kenapa ia tidak tahu. Kenapa tak seorang pun yang menyampaikan masalah penting itu. Termasuk, isteri tercintanya.&lt;br /&gt;Ada pemandangan lain yang tidak asing buat tetangga Pak Deden. Di sekitar rumah Pak Deden, banyak anak-anak bermain. Ada yang bersepeda, main bola, berkejar-kejaran, main petak umpet, dan lompat tali. Suara hiruk pikuk teriakan anak-anak begitu menderu meramaikan perkampungan rumah Pak Deden. Tapi, cuma ada satu pengecualian. Para tetangga nyaris tak pernah menemukan anak-anak Pak Deden membaur dalam permainan itu. Alasannya? Mereka mendengar kalau Pak Deden begitu ketat soal aturan bermain anak-anak: kalau nggak ada hubungan dengan pelajaran sekolah, bermain bisa di rumah. Titik.&lt;br /&gt;Di satu sisi, para tetangga boleh heran dengan aturan Pak Deden tadi. Tapi, mereka juga dibuat kagum dengan kenyataan yang ada. Anak-anak Pak Deden kalem-kalem. Jarang bicara, tenang, tidak pernah blingsatan. Mereka pendiam. Ritme hidupnya begitu teratur. Pagi berangkat sekolah, pulang sekolah tidur siang, mandi sore, belajar, makan sore, shalat Maghrib, ngaji, shalat Isya, belajar, dan kemudian tidur. Kecuali hari Ahad mereka tampak bisa bermain keluar rumah. Itu pun tak lebih dari satu jam. Selebihnya, bermain di rumah atau nonton tivi.&lt;br /&gt;Kalau ada yang bertamu ke rumah Pak Deden, pasti akan mengira kalau rumah yang sedang dikunjungi tidak punya anak, atau anak-anaknya sedang pergi. Karena suasana rumah itu begitu tenang, nyaris tanpa teriak dan celoteh anak-anak. Padahal, anak-anak Pak Deden ada di ruang lain. Karena begitulah aturannya: kalau ada tamu, tak boleh diganggu.&lt;br /&gt;Lalu, apa semua itu yang jadi sebab komunikasi macet. Apa aturan-aturan ketat itu yang menjadikan keluarga Pak Deden terasa ‘aneh’ di mata tetangga-tetangganya. Gelap. Pak Deden bingung sendiri.&lt;br /&gt;Sebelumnya, ia yakin betul kalau aturan dan dinamika keluarganya begitu istimewa. Tenang. Teratur. Bahkan, ia sempat terheran-heran dengan pemandangan unik keluarga teman kerjanya. Bayangkan, buat menentukan menu sarapan saja, suara riuh anak-anak rekannya itu terdengar nyaring bersahut-sahutan, “Saya nasi goreng! Mie goreng! Nasi uduk! Ketupat sayur!” Sungguh, sebuah pemandangan yang nyaris tak pernah terjadi di keluarga Pak Deden.&lt;br /&gt;Ada satu lagi yang sulit terlupakan buat Pak Deden. Anak-anak rekan kerjanya itu begitu bebas memilih kendaraan pergi ke sekolah. Padahal, mereka masih sekolah dasar. Ada yang naik bus, bersepeda, jalan kaki. Apa nggak bahaya. Apa nggak sebaiknya diantar. Apa nggak…? Sederet kekhawatiran Pak Deden tiba-tiba menyeruak.&lt;br /&gt;Pemandangan itu mengingatkan Pak Deden dengan anak-anak di rumah. Dari lima anak, cuma si sulung yang bisa naik sepeda. Selebihnya, belum berani. Pak Deden takut kalau terjadi apa-apa dengan anak-anaknya. Ia pernah dengar, anak tetangganya terjatuh hingga patah tulang tangan ketika belajar sepeda.&lt;br /&gt;Sang teman begitu enteng bicara ketika Pak Deden menanyakan ‘kebebasan’ anak-anak rekannya itu, “Hidup ini perjuangan, Den. Hadapi, jangan lari!”&lt;br /&gt;Ah, perlu banyak hal buat Pak Deden untuk menemukan pilihan-pilihan lain dari sebuah aturan. Bagaimana pun, diam itu tak sehat. Banyak penyakit yang mengendap. Perlu ada terobosan agar gairah keluarganya bisa lebih hidup. Dinamis. Agar tidak ada lagi kesunyian-kesunyian yang dipaksakan. (muhammadnuh@eramuslim.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-3944184171520820274?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/3944184171520820274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/dinamika-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3944184171520820274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/3944184171520820274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/dinamika-keluarga.html' title='Dinamika Keluarga'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-2815745736882460860</id><published>2010-04-03T02:31:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T02:31:13.123-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Kisah Seorang Wartawati yang Menyamar, Mengenakan Cadar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="caption" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/niqab.jpeg" width="370" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="margin-10-10" id="tanggal"&gt;&lt;a class="text-link" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?url=http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/ketika-seorang-wartawati-menyamar-mengenakan-cadar.htm"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sosok perempuan mengenakan baju abaya hitam lengkap dengan cadarnya menjadi pusat perhatian para pengunjung mall Itäkeskus di kota Helsinki, kota terbesar di negara Finlandia. Tak seorang pun tahu bahwa sosok dibalik niqab itu bukan seorang perempuan Muslim betulan tapi seorang wartawati, non-Muslim, dari surat kabar Helsingin Sanomat, salah satu surat kabar terbesar di kawasan Skandinavia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama wartawati itu Katja Kuokkanen. Ia sengaja menyamar menjadi menjadi perempuan Muslim karena ingin merasakan sendiri bagaimana rasanya mengenakan busana muslim lengkap dengan cadarnya di tengah masyarakat Finlandia yang masih asing dengan agama Islam, bagaimana rasanya ditatap dengan pandangan aneh dan takut dari orang-orang disekitarnya. Kuokkanen menuliskan pengalaman dan perasaannya saat dan setelah mengenakan niqab. Inilah yang ditulisnya ...&lt;br /&gt;Niqab dari bahan sifon berwarna hitam kadang melorot dan menutupi kedua mata saya. Suatu ketika saya tersandung dan membentur bahu seorang laki-laki di sebuah toko barang-barang etnik. Laki-laki itu membuat gerakan tangan meminta maaf, tapi dengan sikap tak acuh seperti yang biasa terjadi. &lt;br /&gt;Lalu lelaki itu menengok ke arah saya dan menyadari bahwa saya seorang perempuan yang mengenakan abaya dan cadar, pakaian khas perempuan Muslim. Tiba-tiba laki-laki itu&amp;nbsp; dengan sedikit membungkuk mengulangi lagi permohonan maafnya. Saya mengira dia orang Arab dari dialegnya saat meminta maaf. Saat itu saya merasakah hal yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya karena diperlakukan dengan begitu hormat oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="caption" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/niqab2.jpeg" width="370" /&gt;Dari toko etnis, saya menuju stasiun metro. Ketika saya naik ke sebuah metro berwarna oranye. Saya menerima reaksi yang tak terduga. Seorang lelaki mabuk berteriak kepada tiga temannya di dalam metro yang padat penumpang.&lt;br /&gt;"Hei, lihat itu ada salah satu pemandangan neraka !" teriak lelaki mabuk tadi.&lt;br /&gt;Mendengar teriakan itu, penumpang lain serta merta memalingkan pandangannya, tidak mau melihat ke arah wajah saya yang bercadar. Tapi tiba-tiba seorang perempuan menegur saya, "Barang Anda jatuh," kata seorang perempuan setengah baya sambil menyerahkan jepit rambut saya yang terjatuh di bangku sebelah.&lt;br /&gt;Saya tidak bisa mengucapkan terima kasih pada perempuan itu, karena kalau saya mengatakan sesuatu, kemungkinan penyamaran saya akan terbongkar.&lt;br /&gt;Lalu, ketika seorang gadis asal Somalia yang bekerja sebagai penjaga toko, membantu saya membetulkan cadar, ia berkata bahwa jarang sekali perempuan Muslim di Helsinki yang mengenakan busana seperti yang saya kenakan. Gadis Somalia itu juga bilang bahwa ia sebisa mungkin menghindari busana warna hitam. Ia menganggap warna hitam sebagai warna yang dramatis dan mengundang pandangan banyak orang.&lt;br /&gt;"Kerudung warna-warni yang cerah lebih bagus," kata gadis itu seraya mengatakan bahwa kaum perempuan Muslim di Finlandia bebas menentukan sendiri untuk menutup bagian mukanya.&lt;br /&gt;Dan di mall Itäkeskus, saya melihat banyak orang yang memandangi saya dengan tatapan aneh bahkan takut. Seorang lelaki muda hampir saja menumpahkan minuman kaleng yang dipegangnya saat melihat saya dengan raut muka panik.&lt;br /&gt;Saya sendiri mulai membiasakan diri mengenakan abaya dan cadar. Saya mulai merasakan pakaian ini sangat nyaman dan hangat, meski saya agak kesulitan untuk melihat sesuatu dengan jelas karena cadar yang saya kenakan.&lt;br /&gt;Kemudian saya memutuskan untuk pergi ke pasar yang dibuka di area parkir di lantai paling atas mall Puhos. Di penyeberangan jalan, saya bertemu dengan seorang perempuan tua asal Somalia yang dengan pelan mengucapkan "Assalamu'alaikum".&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="caption" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/niqab3.jpeg" width="370" /&gt;Saya tersentuh mendengar salam itu. Selama ini saya tidak pernah bergaul dengan perempuan Muslim. Dan saya selalu menerima salam seperti itu dalam banyak kesempatan. Setiap Muslimah dari berbagai usia dan dari berbagai etnis, yang mengenakan busana muslimah selalu mengucapkan "Assalmua'alaikum" saat berpapasan dengan saya. Ketika itu saya tidak mengerti apa arti ucapan itu, sampai saya akhirnya tahu bahwa ucapan itu mengandung doa kesejahteraan dan kesalamatan.&lt;br /&gt;Lalu, seorang lelaki yang sedang berdiri di depan sebuah toko memanggil saya. "Hello ! Hei ! Tunggu!" teriak lelaki tadi. Saya tidak menoleh karena saya pikir seorang perempuan Muslim sangat menjaga kemuliaannya dan tidak akan menjawab panggilan seperti itu.&lt;br /&gt;Beberapa jam setelah berkeliling dengan mengenakan busana abaya dan cadar, saya kembali ke stasiun Metro. Perjalanan saya selanjutnya adalah Kamppi Center.&lt;br /&gt;Selama perjalanan, wartawati itu merenungkan pengalamannya sepanjang hari ini, atas reaksi setiap orang terhadap abaya dan cadar yang dikenakannya dan ia merasakan sendiri bahwa mengenakan abaya dan cadar rasanya tidak seburuk yang orang lain pikirkan. Ia pun tanpa ragu menegaskan, mengenakan abaya dan cadar, "Sama sekali tidak buruk. Jika Anda memakainya, Anda akan merasakan kedamaian."&lt;br /&gt;Kisah ini menjadi ironi di saat negara-negara Eropa ramai-ramai mulai melarang jilbab dan cadar. Seharunya mereka yang memberlakukan larangan itu, membaca kisah wartawati Helsinki ini sehingga tidak perlu ada kebijakan larangan berjilbab atau bercadar yang sejatinya diberlakukan karena sikap Islamofobia masyarakat Barat. (ln/helsingin online)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-2815745736882460860?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/2815745736882460860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/kisah-seorang-wartawati-yang-menyamar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/2815745736882460860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/2815745736882460860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/04/kisah-seorang-wartawati-yang-menyamar.html' title='Kisah Seorang Wartawati yang Menyamar, Mengenakan Cadar'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-1662058274798204503</id><published>2010-03-24T00:42:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T00:45:02.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Aku ingin menjadi SITI KHADIJAH</title><content type='html'>&lt;table id="imgt" style="height: 386px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td id="imgw"&gt;&lt;img height="376" id="imgb" src="http://rlv.zcache.com/i_love_khadijah_heart_t_shirt-p235860250385642421ckqb_400.jpg" width="376" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr id="ddl" style="display: none;"&gt;&lt;td&gt;Gambar gagal dimuat.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;a href="http://www.zazzle.com/i_love_khadijah_heart_t_shirt-235860250385642421" id="rp" target=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://rlv.zcache.com/i_love_khadijah_heart_t_shirt-p235860250385642421ckqb_400.jpg" id="imgs" target=""&gt;&lt;/a&gt;Aku ingin menjadi SITI KHADIJAH&lt;br /&gt;Menjalin agung sebuah cinta&lt;br /&gt;Menafkahkan hartanya pada FISABILILLAH&lt;br /&gt;Aku ingin sezuhud FATIMAH&lt;br /&gt;Akur tanpa jelak setiap perintah&lt;br /&gt;Aku mengagumi dan mahukan kejayaan&lt;br /&gt;Gedung ilmu SITI AISYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Aku ingin menyelami ketabahan SITI HAJAR&lt;br /&gt;Mengedong puteranya yang masih merah&lt;br /&gt;Dipadang pasir yang merekah&lt;br /&gt;Bukannya wanita penggoda&lt;br /&gt;Fitrah dari sejarah SITI ZULAIKHA&lt;br /&gt;Pun jiwaku ingin sekudus RABIATUL ADAWIYAH&lt;br /&gt;Tenggelam asyik dalam nikmat UBUDIYAH&lt;br /&gt;Biar tersingkap segala hijab&lt;br /&gt;Dua cinta takkan berpadu dalam satu hati&lt;br /&gt;Lantas ku serah cinta suci ini pada satu perjuangan&lt;br /&gt;Bagai cekalnya hati ZAINAB AL GHAZALI&lt;br /&gt;Terluka terseksa terhina terpenjara&lt;br /&gt;Terkurung jasad dicelahan janji kaku&lt;br /&gt;Teguh istiqamah menjunjung akidah dakwah&lt;br /&gt;Demi Islam bukannya menyerah galang gantinya&lt;br /&gt;Atau setidaknya aku impikan hidup semulia MARYAM JAMEELAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berteman pena menongkah kepayahan&lt;br /&gt;Ruh jihad perlu disemarakkan&lt;br /&gt;Dan biarlah aku yang menyemarakkan obornya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduhai..meskipun aku hanyalah perawan&lt;br /&gt;Yang jiwanya tak sekental ASMA&lt;br /&gt;Belum teruji dengan deraian airmata ATIQAH&lt;br /&gt;Tak mampu tersenyum bagai KHASA yang tabah..&lt;br /&gt;Namun relalah aku…&lt;br /&gt;Relalah aku menjadi sayap kiri perjuangan&lt;br /&gt;Kan kuteguh menatang amanah ini&lt;br /&gt;Mewarisi kegemilangannya&lt;br /&gt;SERI KANDI UMMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kerana Islam merindui&lt;br /&gt;Kemunculan peribadi mukminah&lt;br /&gt;Muslimah mujahidah…&lt;br /&gt;Yang rela mati dalam keunggulan iman&lt;br /&gt;Terpanggang gagah bagai harumya pusara MASYITAH…&lt;br /&gt;Jika Islam itu kan kudaulatkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tanpa wanita lelaki lemah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-1662058274798204503?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/1662058274798204503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/aku-ingin-menjadi-siti-khadijah-pesan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1662058274798204503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1662058274798204503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/aku-ingin-menjadi-siti-khadijah-pesan.html' title='Aku ingin menjadi SITI KHADIJAH'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-771041233494481022</id><published>2010-03-24T00:33:00.001-07:00</published><updated>2010-03-24T00:33:41.905-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Damba Cintamu, Sahabat Sejati</title><content type='html'>&lt;div class="img-content"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/sahabat-sejati-yuli.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;Seorang sahabat sejati&lt;br /&gt;Membantumu menjadi dirimu sendiri&lt;br /&gt;Mengisi gersang jiwamu dengan ketulusan hati&lt;br /&gt;Memotivasi gundahmu dengan sebening cinta kasih&lt;br /&gt;Menuntun langkahmu tanpa lelah dan pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat sejati ikhlas menemani&lt;br /&gt;Setiap musim di lubuk hati&lt;br /&gt;Ketika kegundahan menghampiri&lt;br /&gt;Ia menabur pupuk kasih sayang&lt;br /&gt;Ketika tangis duka menyerang&lt;br /&gt;Ia tegar bagaikan karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sahabat sejati&lt;br /&gt;Menjadi sumur menampung air matamu&lt;br /&gt;Ketika badai amarah mencabik-cabikmu&lt;br /&gt;Ia bak pelangi yang gemulai&lt;br /&gt;setia meredam amukan emosimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat sejati&lt;br /&gt;Mengenali tiap jengkal perubahan bahasa hatimu&lt;br /&gt;Laksana ranting mampu merangkai ceria dan tawamu&lt;br /&gt;Menemani saat jatuh bangunmu&lt;br /&gt;Tanpa lelah ataupun pamrih&lt;br /&gt;Ia menjadi ladangmu menitip benih&lt;br /&gt;Menyemai putik kisah haru biru&lt;br /&gt;Tanpa jeda yang&amp;nbsp; bisa diungkapkan melalui kosakata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat sejati&lt;br /&gt;Dengan untaian cinta menegur khilafmu&lt;br /&gt;Memisahkan kebenaran dari kesalahanmu&lt;br /&gt;Bukan membenarkan keburukanmu&lt;br /&gt;Ia hadir saat kau butuh &lt;br /&gt;Ia menjadi tempat bersandar&lt;br /&gt;membagi tawa juga luka&lt;br /&gt;Menampung keluhmu &lt;br /&gt;lalu menyimpannya di cawan rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat sejati&lt;br /&gt;Kuat dan ikhlas menemani perjuanganmu menuju surga&lt;br /&gt;Sekuat Umar mulia dalam membela Rasulullah&lt;br /&gt;Seikhlas Abu Bakar mulia &lt;br /&gt;Berkorban jiwa raga demi kejayaan Islam&lt;br /&gt;Tak lekang oleh hambatan&lt;br /&gt;Tak goyah oleh ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat sejati adalah &lt;br /&gt;Setia membantumu menaiki tebing sumbing kehidupan&lt;br /&gt;Senantiasa bersamamu mengarungi luasnya samudera &lt;br /&gt;Tak kan alpa menyebutmu dalam sujud khusyuknya. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/joelie.anna?ref=ts"&gt;[Yuli Anna Pendamba Syurga]&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-771041233494481022?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/771041233494481022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/damba-cintamu-sahabat-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/771041233494481022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/771041233494481022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/damba-cintamu-sahabat-sejati.html' title='Damba Cintamu, Sahabat Sejati'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-8732199403530653302</id><published>2010-03-19T20:52:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T20:55:52.848-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Mengimani Wajah Yesus yang Hangus di Wajan Babi?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft" height="235" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/penampakan-yesus-panci-wajan.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" width="355" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging babi yang digoreng terlalu lama, mengakibatkan daging hangus dan gosong sehingga menyisakan bekas hitam di wajan penggorengan. Gosong hitam itu membentuk siluet abstrak seolah-olah ada lukisan kabur yang menyerupai mata, hidung dan mulut. Kalau dicocok-cocokkan dan dimirip-miripkan maka bentuknya seolah membentuk lukisan wajah Yesus. Umat Kristen heboh, sebagian bahkan meyakini itu sebagai “Kuasa Ilahi” dan “penampakan” Yesus di atas penggorengan.&lt;br /&gt;Kejadian bermula pada tengah malam, saat sedang menunggu daging babi (bacon) panggang kesukaannya, Toby Elles (22) tiba-tiba tertidur pulas. Toby terbangun setelah seluruh ruangan penuh dengan asap hitam akibat daging babi yang sedang dipanggangnya gosong terbakar.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-1406"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Malam itu benar-benar kejadian yang penuh mukjizat. Satu jam ruangan penuh asap dan saya baru terbangun,” kata kasir Halifax Bank of Salford di Lancaster ini.&lt;br /&gt;Begitu terbangun, Toby sadar telah meninggalkan panci panggangan di atas kompor. Dengan panik dia segera menuju dapur untuk mematikan api dan menyelamatkan panci penuh daging babi yang mulai terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;…Dari mana mereka tahu itu wajah Yesus, padahal mereka belum pernah tahu wajah Yesus yang asli? Dari mana mereka bisa pastikan itu gambar wajah Yesus, padahal zaman dulu belum ada kamera, handycam dan mesin foto copy?…&lt;/blockquote&gt;Setelah semua beres, sambil berdoa Toby kemudian membersihkan panci panggangan dari daging gosong yang melekat di panci tersebut.&lt;br /&gt;“Benar-benar kuasa ilahi telah berkarya dalam rumah saya. Ketika saya membersihkan panci tersebut, tiba-tiba muncul wajah Yesus Kristus, yang terlukis dari bekas panggangan daging saya,” kata Toby.&lt;br /&gt;Sebelum kejadian mengerikan tersebut, Toby dan teman sekamarnya berniat membuat makanan ringan sambil minum bir sebelum tidur.&lt;br /&gt;“Setelah menyalakan kompor listrik dan memanggang daging di atas panci, saya memutuskan untuk beristirahat di sofa,” katanya.&lt;br /&gt;Hampir selama satu jam Toby tertidur pulas di atas sofa, hingga akhirnya terbangun karena asap yang memenuhi ruangan.&lt;br /&gt;“Beruntung kami menggunakan kompor listrik sehingga dengan mudah kami matikan. Lalu saya mengambil panci yang berisi daging yang gosong tersebut dan mulai membersihkannya,” katanya.&lt;br /&gt;Ketika Toby sedang membersihkan panci, JC, rekan sekamarnya, berkata sambil melihat wajah Yesus yang muncul dari panci tersebut.&lt;br /&gt;“Ini merupakan karunia dari Tuhan. Aku tidak akan menggosok bersih. Aku akan memasang di dinding sebagai berkah bagi keselamatanku,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENAMPAKAN YESUS KEPADA KANG MAMAN, URANG SUNDA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Penginjil &lt;i&gt;urang Sunda &lt;/i&gt;yang menamakan dirinya Kang Maman, dalam ceramah kesaksiannya mengaku mantan Muslim. Kini ia aktif memberikan ceramah kesaksian di gereja dengan tema yang sangat provokatif dan kental dengan bumbu dustanya. Salah satu kesaksiannya dimuat dalam tabloid &lt;i&gt;‘Zaitun’ &lt;/i&gt;menampilkan kesaksian dengan judul provokatif “Dianiaya dan Dibakar Akibat Menjadi Kristiani.” (edisi 36 Th II). Rubrik “Kesaksian” di tabloid Kristen ini menyebutkan, Kang Maman adalah seorang pelawak kondang asal Sunda, anggota grup lawak terkenal dari Bandung yang dipimpin oleh pelawak terkenal asal Jawa Barat.&lt;br /&gt;Di tabloid rohani Kristen itu, Kang Maman mengaku bernama asli Muhammad Shalat. Mengaku pindah iman ke Kristen bermula ketika melakukan shalat pada malam hari, Kang Maman mendengar gemuruh angin di ruangan shalat. Saat itu, hadir seorang berjubah putih dan berselendang merah membara serta membawa sebuah tongkat. Lelaki itu mengucapkan salam dengan suara menggelegar, “Syalom, syalom!”&lt;br /&gt;Lelaki tak dikenal itu terus-menerus menatap ke arah Kang Maman. Tiba-tiba orang itu berucap, “Anakku, akulah Isa Almasih, dan Akulah Yesus Kristus. Akulah jalan yang lurus dan akulah yang terkemuka di dunia dan di akhirat.”&lt;br /&gt;Penampakan itulah awal kisah Kang Maman menjadi orang Kristen. (kisah selengkapnya baca tulisan terdahulu: &lt;a href="http://www.voa-islam.com/trivia/christology/2010/02/08/3176/foto-yesus-berhadiah-mobil-bmw-%28menjawab-testimoni-dusta-penginjil-sunda/"&gt;“Foto Yesus Berhadiah Mobil BMW (Menjawab Testimoni Dusta Penginjil Sunda.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BENARKAH ITU PENAMPAKAN YESUS?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari validitas cerita Toby Elles nun jauh dari Lancester maupun pengakuan Kang Maman di Sunda di atas, ada satu hal yang patut dipertanyakan. Benarkah penampakan dan siluet hasil gosongnya daging babi di penggorengan itu menyerupai wajah Yesus?&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;PERTAMA&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Dari mana mereka tahu itu wajah Yesus, padahal mereka belum pernah tahu wajah Yesus yang asli? Dari mana mereka bisa pastikan itu gambar wajah Yesus, padahal zaman dulu belum ada kamera, handycam dan mesin foto copy?&lt;br /&gt;Visualisasi wajah Yesus yang beredar di seluruh dunia saat ini, adalah hasil daya khayal para pelukis dan pemahat patung. Karena pada masa Yesus masih hidup, tak ada satu orang pun yang mengabadikan wajah Yesus dalam bentuk lukisan maupun patung.&lt;br /&gt;Terbukti, dengan adanya fakta bahwa gambar Yesus di seluruh dunia itu berbeda-beda. Di Eropa, wajah Yesus disesuaikan dengan kultur setempat berkulit putih, rambut panjang ala Eropa. Di Afrika, Yesus dilukiskan berkulit hitam, rambut keriting, hidung lebar sama seperti orang Afrika asli.&lt;br /&gt;Kristen sekte Saksi Yehowah menggambarkan Yesus sebagai sosok tinggi kekar, rambut pendek lurus hitam lebat, jenggot dan jambang tebal.&lt;br /&gt;Sementara di Jawa, Yesus digambarkan seperti orang Jawa, pakai blangkon, pakai kemeja Jawa, kulit warna sawo matang, dan seterusnya. Bisa dibayangkan seandainya diadakan pameran gambar wajah Yesus internasional, maka ada ribuan gambar wajah Yesus. Jika masih hidup, mungkin Yesus akan kaget terheran-heran melihat gambar dirinya bermacam-macam model dan gayanya.&lt;br /&gt;Soal foto Yesus ini, H Insan Mokoginta (Wencelclaus) menampilkan berbagai macar versi wajah Yesus yang beredar di berbagai negara di dunia, antara lain sbb:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/trivia/christology/2010/02/08/3176/foto-yesus-berhadiah-mobil-bmw-%28menjawab-testimoni-dusta-penginjil-sunda/"&gt;&lt;img alt="" height="391" src="http://www.voa-islam.com/photos/yesus-maria-1.jpg" width="249" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini foto, gambar atau lukisan? Jika foto, berarti ini manusia jaman sekarang, dipilih yang cantik dan ganteng kemudian dipotret, lalu dikatakan inilah Maria dan Yesus. Padahal mungkin saja saat ini mereka berdua masih hidup.&lt;br /&gt;::&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/trivia/christology/2010/02/08/3176/foto-yesus-berhadiah-mobil-bmw-%28menjawab-testimoni-dusta-penginjil-sunda/"&gt;&lt;img alt="" height="178" src="http://www.voa-islam.com/photos/yesus-disalib.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau Yesus itu adalah Tuhan, Tuhan mana lagi yang dia panggil? Jika Yesus Tuhan, &lt;i&gt;kok &lt;/i&gt;Tuhan mati?&lt;br /&gt;::&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/trivia/christology/2010/02/08/3176/foto-yesus-berhadiah-mobil-bmw-%28menjawab-testimoni-dusta-penginjil-sunda/"&gt;&lt;img alt="" height="383" src="http://www.voa-islam.com/photos/yesus-maria-7.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maria dan Yesus bagi suku bangsa ini mungkin adalah yang tercantik dan terganteng&lt;br /&gt;::&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/trivia/christology/2010/02/08/3176/foto-yesus-berhadiah-mobil-bmw-%28menjawab-testimoni-dusta-penginjil-sunda/"&gt;&lt;img alt="" height="353" src="http://www.voa-islam.com/photos/yesus-maria-6.jpg" width="249" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maria dan Yesus menurut versi Guadalupe. Wajah Yesus persis seperti anak wanita.&lt;br /&gt;::&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/trivia/christology/2010/02/08/3176/foto-yesus-berhadiah-mobil-bmw-%28menjawab-testimoni-dusta-penginjil-sunda/"&gt;&lt;img alt="" height="348" src="http://www.voa-islam.com/photos/yesus-maria-5.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wajah Maria dan Yesus ini menurut versi bangsa apa ??&lt;br /&gt;::&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/trivia/christology/2010/02/08/3176/foto-yesus-berhadiah-mobil-bmw-%28menjawab-testimoni-dusta-penginjil-sunda/"&gt;&lt;img alt="" height="369" src="http://www.voa-islam.com/photos/yesus-maria-4.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maria dan Yesus versi orang Timur Tengah. Bahasa Arab yang tertulis di atas adalah :&lt;br /&gt;Ummu Allah = ibunya Allah. Yasu’ (Yasu’a) Almasih =Yesus Almasih.&lt;br /&gt;::&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/trivia/christology/2010/02/08/3176/foto-yesus-berhadiah-mobil-bmw-%28menjawab-testimoni-dusta-penginjil-sunda/"&gt;&lt;img alt="" height="345" src="http://www.voa-islam.com/photos/yesus-4.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;The Good Sheperd adalah julukan kepada Yesus sebagai Pengembala yang baik&lt;br /&gt;::&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/trivia/christology/2010/02/08/3176/foto-yesus-berhadiah-mobil-bmw-%28menjawab-testimoni-dusta-penginjil-sunda/"&gt;&lt;img alt="" height="284" src="http://www.voa-islam.com/photos/yesus-3.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yesus Kristus versi orang Bolivia dengan wajah yang sangat berbeda.&lt;br /&gt;::&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/trivia/christology/2010/02/08/3176/foto-yesus-berhadiah-mobil-bmw-%28menjawab-testimoni-dusta-penginjil-sunda/"&gt;&lt;img alt="" height="283" src="http://www.voa-islam.com/photos/yesus-maria-3.jpg" width="249" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini wajah Yesus versi orang Indian yang sedang menggendong dua orang anak.&lt;br /&gt;::&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/trivia/christology/2010/02/08/3176/foto-yesus-berhadiah-mobil-bmw-%28menjawab-testimoni-dusta-penginjil-sunda/"&gt;&lt;img alt="" height="403" src="http://www.voa-islam.com/photos/yesus-maria-2.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maria dan Yesus menurut suku&amp;nbsp; Apache. Maria sedang menggendong Yesus.&lt;br /&gt;::&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/trivia/christology/2010/02/08/3176/foto-yesus-berhadiah-mobil-bmw-%28menjawab-testimoni-dusta-penginjil-sunda/"&gt;&lt;img alt="" height="343" src="http://www.voa-islam.com/photos/yesus-2.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yesus berambut kribo mirip orang Ambon.&lt;br /&gt;::&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/trivia/christology/2010/02/08/3176/foto-yesus-berhadiah-mobil-bmw-%28menjawab-testimoni-dusta-penginjil-sunda/"&gt;&lt;img alt="" height="343" src="http://www.voa-islam.com/photos/yesus-1.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lion of Judah adalah salah satu julukan buat Yesus, sebagai singanya orang Yahudi.&lt;br /&gt;::&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/trivia/christology/2010/02/08/3176/foto-yesus-berhadiah-mobil-bmw-%28menjawab-testimoni-dusta-penginjil-sunda/"&gt;&lt;img alt="" height="373" src="http://www.voa-islam.com/photos/yesus-6.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang ini Yesus versi mana lagi?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KEDUA&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Kalau dilihat dengan daya imaginasi, maka banyak sekali lukisan abstrak di dunia. Mega di langit, pantulan sinar di kaca, tumpukan pasir, pegunungan yang dilihat dari jauh, dan masih banyak lagi. Semua bentuk lukisan abstrak ada di alam, bila dicocok-cocokkan, maka muncullah bias yang membentuk lukisan apapun, baik manusia maupun berbagai jenis binatang secara alami.&lt;br /&gt;Sebuah tembok yang berlumut dan berwarna kehitam-hitaman diamat-amati agak lama, bisa saja muncul lukisan abstrak yang seolah-oleh membentuk monyet. Ini bukan berarti monyet punya mukjizat yang disebut penampakan monyet pada &lt;img alt="" height="458" src="http://www.voa-islam.com/photos/mumtaz/yesus-siberia.jpg" width="184" /&gt;sebuah dinding.&lt;br /&gt;Bahkan &lt;i&gt;–maaf–&lt;/i&gt; kotoran ayam atau kotoran kambing di kandang yang bertumpuk sangat banyak, bila diamat-amati agak lama, bisa jadi akan terlihat lukisan abstrak yang menyerupai bentuk mata, mulut, hidung, telinga, rambut dan mahkota duri yang mirip dengan wajah Yesus seperti yang terpampang di rumah orang Kristen itu. Apakah dengan demikian bisa diyakini bahwa mukjizat penampakan Yesus di kandang ayam atau kandang kambing? Itu bukan hal yang aneh. Juga bukan penampakan dan bukan pula mukjizat.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KETIGA&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Jika segala sesuatu yang mirip Yesus diyakini sebagai “kuasa ilahi” dan penampakan Yesus, bagaimana dengan banyakinya orang yang wajahnya mirip lukisan Yesus yang beredar saat ini? Apakah orang-orang itu diimani sebagai penampakan Yesus ke dunia?&lt;br /&gt;Contohnya orang yang mirip Yesus dan dianggap sebagai anak Allah oleh para pengikutnya adalah Sergei Torop, mantan polisi lalu lintas Rusia yang dijuluki sebagai “Jesus of Siberia” (Yesus dari Siberia).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KEEMPAT&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, jika penggorengan daging babi itu mirip dengan wajah seseorang, apakah itu diyakini sebagai penampakan orang tersebut? Karena bagi seseorang, penggorengan itu mirip Yesus, tapi menurut orang lain, siluet itu mirip wajah Gombloh, penyanyi pop asal Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KELIMA&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, fenomena penampakan Yesus itu adalah faktual. Mungkinkah Yesus menampakkan diri dalam penggorengan daging babi? Mengingat Yesus dalam Bibel menyatakan bahwa misinya untuk meniadakan hukum Taurat. (Lukas 16:17, Matius 5:17).&lt;br /&gt;Dalam Alkitab versi &lt;i&gt;Today’s English &lt;/i&gt;1992, dijelaskan bahwa pengertian menggenapi yang dimaksud dalam ayat ini adalah &lt;i&gt;“to make their teachings come true” &lt;/i&gt;(untuk menunjukkan arti yang sesungguhnya).&lt;br /&gt;Dan salah satu ajaran Taurat yang digenapi Yesus itu adalah mengharamkan babi secara mutlak:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan lagi babi, karena sungguhpun kukunya terbelah dua, ia itu bersiratan kukunya, tetapi ia tiada memamah biak, maka haramlah ia kepadamu. Janganlah kamu makan dari pada dagingnya dan jangan pula kamu menjamah bangkainya, maka haramlah ia kepadamu”&lt;/i&gt; (Imamat 11:7-8).&lt;br /&gt;Jika Taurat dan Injil sama-sama mengharamkan babi, mungkinkah Yesus menampakkan diri dalam penggorengan babi? Padahal babi sangat diharamkan Tuhan yang Maha Qudus (Yehovah Quadash) yang menguduskan umat-Nya: &lt;i&gt;“Sebab Akulah Tuhan, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus”&lt;/i&gt; (Imamat 11:44 ).&lt;br /&gt;Mungkinkah Yesus yang makshum (suci dari dosa) itu menampakkan diri dalam penggorengan babi, jika Tuhan telah umat-Nya untuk menyentuh daging babi, kareana segala yang menyentuh daging babi menjadi najis (Imamat 11:26-27).&lt;br /&gt;[taz/dailymail, metro, bordom, terangdunia, sabili]&lt;b&gt;LANCASTER [voa-islam.com] &lt;/b&gt;—&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-8732199403530653302?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/8732199403530653302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/mengimani-wajah-yesus-yang-hangus-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/8732199403530653302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/8732199403530653302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/mengimani-wajah-yesus-yang-hangus-di.html' title='Mengimani Wajah Yesus yang Hangus di Wajan Babi?'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-2320617472686760511</id><published>2010-03-19T20:41:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T20:41:09.504-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Ternyata Orang Islam Yang Pertama Ngopi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img-content" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/kopi-yuk.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;Sejak Bani Utsmaniyah di Turki pertama kalinya menemukan&amp;nbsp; minuman kopi, lima abad yang lalu, maka popularitas kopi mulai menyebar ke Eropa dan Timur Tengah, Amerika dan di seluruh dunia, ada ratusan juta orang yang biasanya memulai hari mereka dengan secangkir kopi panas dengan baunya yang menawan setiap pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun perbedaan pendapat menganai manfaat dan mudharat kopi, sejumlah penelitian dan studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa ia memiliki banyak manfaat, dimana kopi mengandung banyak nutrisi yang berguna seperti kalsium, serta ratusan senyawa gizi biologis aktif seperti polyphenol dan antioksidan lain untuk melawan akar panas yang menyebabkan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Bahkan, orang Amerika bergantung pada kopi untuk mendapatkan sekitar 70% dari antioksidan yang mereka butuhkan. Beberapa penelitian juga menghubungkan antara mengkonsumsi kopi dan manfaat kesehatan bagi pasien dengan diabetes tipe II, dalam hal mengurangi resiko dan komplikasi dan membantu dalam mengendalikan kadar gula darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut dicatat bahwa sejarawan menyebutkan bahwa&amp;nbsp; duta besar Utsmaniyah untuk Paris pada abad keenam belas adalah orang pertama yang membawa kopi ke Perancis, dan memperkenalkan minuman kopi panas kepada orang-orang Perancis, dan sejak itu mereka mulai mencintai kopi, tidak ada minuman lain yang menempati kedudukan penting dalam hidup mereka. &lt;br /&gt;(sumber:aljazeera.net)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-2320617472686760511?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/2320617472686760511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/ternyata-orang-islam-yang-pertama-ngopi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/2320617472686760511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/2320617472686760511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/ternyata-orang-islam-yang-pertama-ngopi.html' title='Ternyata Orang Islam Yang Pertama Ngopi'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-4167930502375462991</id><published>2010-03-16T23:07:00.001-07:00</published><updated>2010-03-16T23:07:41.630-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Belajar Dari Suporter Sepak Bola</title><content type='html'>&lt;span class="title"&gt;&lt;/span&gt;     &lt;div class="meta"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="" src="http://www.muslimdaily.net/berita/jihad_suporter.jpg" /&gt;&lt;strong&gt;“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka dalam Keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). bagi orang-orang yang berbuat kebaikan diantara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar. (yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, Maka Perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung”.(Ali Imron : 169-172)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;Bila melihat para supporter bola, saya sering ingat dengan para pendukung mujahidin di dunia maya dan nyata. Sungguh pemandangan yang sangt kontras sekali . Bila para supporter sepak bola semakin antusias bila klub sepkbola kesayangannya sedang beraksi maka supporter mujahidin bungkam seribu bahasa dan berlepas tangan dari aksi yang di lakukan para mujahidin, tapi tidak semua para supporter mujahidin itu lari dari gelanggang dalam mendukung mujahidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para supporter sepak bola rela mati dan mempertaruhkan nyawa dan total berkorban demi klub sepak bola yang mereka bela tapi para supporter mujahidin hanya numpang tenar dan numpang nama “mujahid” bila keadaan aman dan tidak membahayakan nyawa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah ayat yang akan menjadi renungan para pendukung mujahidin dimanapun mereka berada, agar tetap tegar dalam memperjuangkan pemikiran, dakwah dan jihad para mujahidin di saat senang dan susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlaku sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika dia wafat atau terbunuh kalian akan berpaling ke belakang (menjadi murtad)? Barang siapa berpaling ke belakang, maka ia tidak mendatangkan mudharat sedikitpun pada Allah dan Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (QS Ali Imran: 44)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kita semua berkaca dari ayat itu, walaupun ayat itu di tujukkan kepada Rasulullah, tapi bisa untuk bermuhasabah diri kita dalam perjuangan ini. Dimana ayat ini bertanya bila Rasul meninggal apakah para sahabat akan kembali kebelakang dan meninggalkan dakwah dan jihad. Ini juga bisa jadi gambaran buat diri kita, apakah dalam perjuangan dakwah dan jihad, bila diantara kita terbunuh dalam perjuangan, apakah kita kan menjadi lemah dan berbalik kebelakang dan meninggalkan amal yang paling agung yaitu : jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka belajar kepada para supporter bola sangatlah penting dan perlu, mereka menjual dirinya untuk mati membela klub sepak bola yang mereka cintai, dan kita sudah melakukan perjanjian jual-beli kepada Allah dengan sadar, tidak juga memberikan pembelaan kepada mujahidin yang saat ini namanya dan citranya sedang di bikin buruk oleh musuh-musuh Allah, mari kita buka lagi ayat jual beli yang tidak pernah akan merugi ini.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar”. (At-Taubah:111)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini sebenarnya ditujukan untuk diri penulis pribadi yang begitu penakut dan kerdil, tak pernah berkorban layaknya para mujahidin yang teguh di jalan dakwah dan jihad hingga ajal menjemput, tapi penulis ingin memberikan kontribusi walaupun kecil kepada para mujahidin yang berjihad dengan tulisan dan pikiran, agar kelak di akhirat penulis bisa mendapat ampunan dari Allah karena duduk-duduk tidak berdakwah dan berjihad membela dienNya yang hari ini dihinakan dan dinista oleh musuh-musuh Allah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah ampuni hamba-Mu yang tidak mampu berbuat apa-apa, semoga amal yang kecil ini berharga untuk perjuangan dalam membela DienMu.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;[&lt;strong&gt;muslimdaily.net&lt;/strong&gt;/Hanif]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-4167930502375462991?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/4167930502375462991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/belajar-dari-suporter-sepak-bola.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/4167930502375462991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/4167930502375462991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/belajar-dari-suporter-sepak-bola.html' title='Belajar Dari Suporter Sepak Bola'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-5460168075652725613</id><published>2010-03-16T21:22:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T21:22:12.691-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>My Name is Khan: Ketika Amerika Jadi Jelek</title><content type='html'>&lt;div class="img-content" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/khan2.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Oleh: Amran Nasution&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya My Name Is Khan yang beredar sejak tengah Februari di gedung-gedung bioskop Jakarta, adalah sebuah film India biasa yang berkisah tentang percintaan antar-manusia. Tapi tempat kejadian atau setting yang diambil, San Francisco, Amerika Serikat, setelah dua menara kembar WTC, New York, rubuh ditubruk pesawat bajakan teroris, 11 September 2001, membuat film ini berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; My Name Is Khan menjadi media untuk memberitahukan dunia apa yang sesungguhnya terjadi di Amerika Serikat pada waktu itu. Lebih penting lagi: inilah film yang mengungkapkan penderitaan kaum Muslim Amerika Serikat setelah serangan teror World Trade Center (WTC), sesuatu yang selama ini tak banyak diketahui publik dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjadi korban fitnah, dituduh teroris oleh polisi atau FBI. Tak terhitung jumlah yang ditangkap, untuk belakangan dilepaskan karena tak ada bukti. Itu masih belum apa-apa. Tak terhitung jumlah Muslim jadi korban pengeroyokan atau penganiayaan dari orang-orang Amerika yang marah di jalan-jalan. Para wanita dibuka paksa jilbabnya. Tak terhitung rumah atau properti milik Muslim dijarah atau dirusak. Semua tindakan itu rasis. Betapa tidak?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;img alt="" height="458" src="http://www.voa-islam.com/photos/khan.jpg" width="349" /&gt;&lt;br /&gt;Ada segerombolan orang Arab yang konon dipimpin Usamah Bin Ladin dituduh melakukan teror dengan menubrukkan pesawat&amp;nbsp; terbang ke gedung World Trade Center. Akibatnya, dua menara kembar itu rubuh, dan sekitar 3000 orang di dalamnya tewas. Sungguh peristiwa yang mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mengapa kemudian yang menjadi korban pembalasan adalah&amp;nbsp; ummat Islam di Amerika Serikat --&amp;nbsp; berjumlah sekitar 7 juta di antara 300 juta penduduk Amerika Serikat -- yang tak tahu menahu peristiwa teror itu? Jelas ini adalah akibat sikap rasisme yang bersemayam di lubuk hati banyak orang Amerika Serikat. Sikap rasis inilah dulu yang mengakibatkan musnahnya orang Indian dari Benua Amerika, atau menyebabkan terjadinya perbudakan selama ratusan tahun terhadap orang hitam dari Afrika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa rasisme kepada Muslim setelah 11 September memang sungguh memalukan. Soalnya, Amerika Serikat selama ini selalu ditonjolkan sebagai negara kampiun demokrasi, pendukung persamaan hak, dan pelindung hak azasi manusia. Tapi melalui My Name Is Khan dipertontonkan betapa jelek Amerika Serikat setelah 11 September 2001. Polisinya jelek, wartawannya jelek, tetangganya jelek, bahkan remajanya pun jelek. Semua tak bersahabat. Semua penuh kebencian dan rasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TANPA TARI DAN NYANYI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti disebutkan di atas, My Name Is Khan adalah film percintaan yang romantik. Sebagaimana kebanyakan film Bollywood, ia kemudian menjadi melankolis, penuh adegan menguras air mata, untuk kemudian semua berakhir happy ending.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizwan Khan (diperankan aktor paling top dunia saat ini dari Bollywood, Shah Rukh Khan) seorang pemuda Muslim asal Mumbai, India, pergi merantau ke San Francisco, atas sponsor adik kandungnya, Zakir, yang sudah lebih dulu menetap di sana, dan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizwan penderita Asperger’s syndrome, semacam penyakit Autis yang lebih ringan. Hal itu membuatnya tampak beda dengan manusia lain. Ia sangat cerdas, mampu memperbaiki nyaris semua jenis mesin, tapi kesulitan berinter-aksi dengan orang baru. Ia amat takut warna kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas bantuan Zakir, Rizwan bekerja sebagai pramuniaga produk kecantikan yang terbuat dari herbal. Semua tampak berjalan lancar. Rizwan, Zakir dan istrinya, Haseena, seorang psikolog yang memakai jilbab, tampak hidup rukun. Mereka taat beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pekerjaan, Rizwan berkenalan dengan seorang perawat kecantikan, Mandira (diperankan artis nomor 1 India, Kajol Devgan). Mandira, menjalani hidup sebagai janda dengan satu anak, Sameer alias Sam, setelah ditinggal pergi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, Rizwan dan Mandira terpaut asmara lalu menikah dan menetap di luar San Francisco, di tempat mana mereka mengusahakan salon kecantikan kecil. Mandira mau pun Sameer menambahkan Khan di belakang nama mereka. Keluarga ini akrab dengan tetangganya, Mark, seorang wartawan dengan istri (Sarah) dan seorang anak (Reese). &lt;br /&gt;Semua tampak berbunga-bunga. Tapi berbeda dengan film India biasa, di sini tak ada adegan tarian dan nyanyian untuk resep penyedap. Gantinya, sejumlah lagu dimunculkan sebagai ilustrasi untuk adegan tertentu. Dengan demikian film itu tetap terasa India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemudian datanglah peristiwa 11 September celaka itu.&amp;nbsp; Mark, tetangga mereka yang wartawan, ditugaskan meliput perang di Afghanistan, dan terbunuh di sana. Sejak itu, sang anak, Reese, teman akrab Sameer, berubah menjadi musuh. Karena nama Khan di belakang namanya, Sameer dianggap Reese sebagai orang Afghanistan. Orang-orang lain pun memusuhi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib Haseena lebih parah. Dia dikeroyok sejumlah lelaki di jalan hanya karena memakai jilbab. Penduduk Muslim lainnya mengalami nasib sama: toko dirusak, rumah ditimpuk, atau orangnya dikeroyok. Malah tak sedikit orang India penganut Sikh – memakai serban di kepala – turut jadi korban karena disangka orang Afghanistan yang Muslim. Jadi sekali lagi, semua ini menggambarkan betapa sikap rasis masih berkembang subur di dalam masyarakat Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib paling parah diterima Sameer. Diawali pertengkaran dengan Reese, Sameer dikeroyok sejumlah remaja bule hanya karena kulitnya hitam. Sebenarnya Reese mencoba menyelamatkan Sameer, tapi tak berhasil. Sameer yang sekarat sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizwan sedih sekali karena ia sangat akrab dengan putra tirinya itu. Tapi yang terguncang adalah sang ibu, Mandira. Ia anggap ‘’bencana’’ yang menimpa mereka karena nama Khan di belakang namanya dan Sameer.&amp;nbsp; Maka Rizwan sebagai biang bencana ia usir. Ia perintahkan Rizwan mengatakan kepada orang Amerika, termasuk Presiden Amerika Serikat:&amp;nbsp; bahwa namanya Khan, tapi ia bukan teroris (My name is Khan, and I am not a terrorist).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;Rizwan pun dengan ikhlas melakukan pekerjaan itu. Ia mengembara seorang diri. Dalam pengembaraan, ia sempat menghadiri sebuah acara terbuka yang dihadiri Presiden George W.Bush. Ia mendekati Presiden sembari terus berteriak: My name is Khan, I am not a terrorist. Belum sempat teriakan itu didengar Bush, para pengawal meringkusnya karena dicurigai sebagai teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ia alami, sungguh menyakitkan: ia dimasukkan ke ruangan dengan suhu yang panas, lalu dipindah ke ruangan yang amat dingin. Berbagai siksaan lainya harus ia terima. Toh akhirnya ia harus dibebaskan karena tak terbukti sebagai teroris. Itu juga berkat bantuan tiga wartawan asal India. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Rizwan kemudian melambung menjadi pahlawan di televisi, karena menolong penduduk sebuah desa di Georgia yang diterjang banjir. Kebetulan penduduk desa itu orang hitam dan sama sekali tak dapat bantuan dari mana pun. Setelah berita ramai di televisi, bantuan datang dari orang-orang Muslim yang dikoordinasikan Haseena dan suaminya, Zakir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan ini tampaknya diilhami tragedi banjir bandang di New Orleans akibat terpaan badai Katrina pada 2005. Mayoritas korban banjir ini orang hitam dan berhari-hari tak dapat bantuan dari pemerintah. Peristiwa ini menyebabkan Presiden Bush diterpa kecaman keras terutama dari masyarakat kulit berwarna Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DI GUJARAT, 2000-AN MUSLIM DIBUNUH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Maka sekarang happy ending itu tiba. Mandira terhibur setelah polisi menangkap para remaja yang membunuh anaknya, berkat kesaksian Reese yang merasa bersalah atas tragedi itu. Mandira pun mencari Rizwan ke Georgia. Mereka berdua kemudian menghadiri sebuah acara pertemuan Presiden Barack Obama yang baru terpilih menggantikan George Bush, dengan para pendukungnya.&lt;br /&gt;Mereka berhasil bertemu dengan presiden baru itu. ‘’Namamu Khan dan kau bukan teroris (Your name is Khan and you are not a terrorist),’’ ujar Presiden Obama kepada Rizwan di hadapan ribuan pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My Name Is Khan dirilis pertama kali di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 10 Februari lalu. Dua hari kemudian, barulah film ini beredar di Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan bagian dunia lainnya. Di berbagai tempat film ini dikabarkan memecahkan rekor penonton film India, seperti di Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. Tampaknya My Name Is Khan hanya tambah memperkuat dominasi Bollywood atas perfilman dunia sekarang ini, setelah melangkahi Hollywood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The New York Times, 13 Februari lalu, dalam resensinya menyebutkan adalah menarik melihat Amerika melalui lensa Bollywood, sekali pun yang diceritakan cuma dongeng. Misalnya, yang paling mengesankan tentang hubungan antara orang Muslim (India) dengan orang hitam Amerika Serikat di dalam film. ‘’Khan dengan mudah memancing air mata, sembari mengajarkan tentang Islam dan toleransi,’’ tulis koran Amerika Serikat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi? Kata-kata itu tampaknya semakin sulit dipraktikkan sekarang. Di India sendiri, film itu beredar di tengah ancaman kekerasan tanpa toleransi dari para pendukung Shiv Sena, partai Hindu radikal dan sangat anti-Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah gedung bioskop tak berani memutar My Name Is Khan. Ketika film ini dirilis di Mumbai, kota utama dan pusat perfilman India, 12 Februari lalu, ribuan polisi terpaksa dikerahkan mengawal gedung bioskop dari aksi Shiv Sena. Kelompok itu sempat menurunkan pamplet dan poster film dari&amp;nbsp; berbagai gedung bioskop. Guna mengamankan pemutaran film sekitar dua ribu pendukung partai radikal itu terpaksa diamankan polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aksi Shiv Sena, menurut banyak pengamat, berfokus pada pemeran utama film itu, Shah Rukh Khan, yang kebetulan beragama Islam. Khan yang oleh Majalah Newsweek dicantumkan sebagai salah satu dari 20 tokoh paling berpengaruh dunia, sedang berada di luar negeri mempromosikan filmnya, ketika Shiv Sena beraksi di Mumbai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui twitter Khan menulis bahwa ia tak ingin filmnya mengganggu suasana kota kelahirannya itu. ‘’Saya harap perdamaian menang dan Kota dalam keadaan tenang,’’ tulisnya. Untuk diketahui penduduk Muslim yang berjumlah 140-an juta di antara 1 milyar penduduk India, beberapa kali menjadi korban kekerasan dari kelompok mayoritas Hindu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;Di Mumbai, misalnya, di tahun 1993 meletus kerusuhan anti-Islam yang antara lain dikobarkan Partai Shiv Sena. Pada tahun 2002, meletus kerusuhan anti-Islam di Gujarat selama beberapa bulan, menyebabkan 2000-an Muslim terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ditulis Profesor Martha Nussbaum, pakar hukum dan etik dari University of Chicago di dalam bukunya The Clash Within (Harvard University Press, 2008), pembunuhan kaum Muslim di Gujarat oleh kelompok radikal Hindu amat kejam. Yang dibantai bukan hanya wanita dan anak-anak. Wanita hamil dikeluarkan oroknya, lantas dilemparkan ke tengah kobaran api. Pemerkosaan wanita Muslim banyak terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih parah, kerusuhan ini melibatkan institusi polisi, intelijen, atau birokrat Hindu, bahkan Ketua Menteri Negara Bagian Gujarat, Narendra Modi. Setelah kerusuhan banyak properti milik Muslim yang ditinggal lari, diambil alih orang-orang Hindu. Itulah yang terjadi di India, yang sering dibanggakan sebagai negeri demokratis itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;source : www.suara-islam.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-5460168075652725613?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/5460168075652725613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/my-name-is-khan-ketika-amerika-jadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/5460168075652725613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/5460168075652725613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/my-name-is-khan-ketika-amerika-jadi.html' title='My Name is Khan: Ketika Amerika Jadi Jelek'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-2718745717849692471</id><published>2010-03-16T21:16:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T21:16:30.278-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak'/><title type='text'>Keindahan Akhlak Islam Menuntunnya Menjadi Muslim</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img-content" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Muslimah-Amerika.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada suatu hari ketika hujan mengguyur kota New York, saya sibuk membawa barang yang banyak di tangan kiri, sedangkan tangan kanan saya gunakan untuk menggendong anakku. Saya benar-benar kewalahan saat itu. Tiba-tiba ada seorang wanita menghampiriku dan menawarkan bantuannya. Dia seorang wanita yang berusia empat puluh tahun, wajahnya cukup cantik. Dengan mimik serius dia bertanya kepadaku, ”apakah anda membutuhkan bantuan?” Saya sangat bingung sekali saat itu, pikiran saya sibuk dengan barang-barang bawaan dan anak, karena keadaan saya benar-benar kacau saat itu, akhirnya saya katakan kepada wanita tersebut, ”ya, saya membutuhkan bantuan anda.” Dia pun membawakan bawaan saya dan ikut mengantarkan sampai rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kami sampai di rumah dalam keadaan basah kuyup. Lalu saya persilahkan wanita tersebut masuk ke rumah untuk minum kopi sebagai tanda terima kasih untuknya. Dengan raut muka bahagia dia menerima tawaranku. Setelah meminum kopi, kami berbincang-bincang. Dia bertanya kepada saya, ”apakah anda seorang muslim?” Sayapun tersenyum seraya menjawab pertanyaannya ”ya, tentu anda mengetahuinya melalui jilbabku. Dan anda?,” saya balik bertanya kepadanya. Dengan suara pelan dia menjawab, "saya beragama kristen.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya katakan kepadanya ”selamat datang dan terima kasih banyak atas bantuannya.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dia menjawab, "saya kira anda akan mengusirku.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya terkejut mendengar jawabannya dan bertanya kepadanya, "kenapa anda berkata seperti itu, apa hanya karena agama anda saya akan berbuat seperti itu?" Lalu sayapun tersenyum kepadanya dan saya lanjutkan obrolan saya, ”hal itu bukan dari agama Islam, karena agama Islam menghormati agama lain. Al Hamdulillah, Islam adalah agama yang luas dan terbuka untuk siapa saja. Kami biasa bertanya dan ditanya tentang segala hal. Maka pintu rumah saya akan terbuka untuk anda, dan saya akan berusaha untuk menjawab pertanyaan yang terlintas dibenak anda seputar&amp;nbsp; agama Islam, insya’ Allah."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wanita tersebut meninggalkan rumah saya dengan perasaan gembira. Dia terlihat sangat senang dapat berteman dengan saya. Sejak hari itu wanita tersebut selalu mengunjungiku dan saya beri kesempatan dia untuk bertanya. Dari hasil tanya jawab tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa dia memiliki pemikiran yang salah tentang Islam dan kaum muslimin. Sedikit demi sedikit pemikiranya mulai terbuka dan mulai tumbuh dalam dirinya kecintaan kepada agama yang saya banggakan ini. Dalam tanya jawab yang kami lakukan, saya berusaha tidak melukai perasaanya dengan menyinggung agamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akan tetapi apa yang terjadi? Ternyata sebagian teman-teman saya menjauhiku ketika mereka mengetahui bahwa saya berteman dengan non muslim. Bahkan, mereka tidak mau menemuiku, ketika saya bertamu kerumah mereka. Dan ejekan mereka kian bertambah dari hari ke hari. ”Bagaimana kamu bisa mempersilahkan dia masuk ke dalam rumahmu? Bagaimana kamu memperbolehkanya mengotori harga dirimu? Bagaimana kamu bisa shalat sedangkan dia duduk manis di sampingmu?,” cecaran mereka terhadapku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya selalu bersungguh-sungguh menjelaskan pada mereka bahwa Islam memerintahkan untuk berdakwah kepada ahli Kitab. Saya acuhkan mereka dan tetap berteman dengan teman baruku yang hari demi hari semakin dekat denganku. Suatu hari saya terkejut, ketika dia menanyakan kepadaku tentang buku-buku terjemahan dari bahasa Arab ke bahasa Inggris yang membahas tentang Islam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam hati, saya merasa bahagia dengan respon positifnya yang secepat ini. Saya mulai membelikannya buku-buku yang sesuai untuknya. Saya juga membelikan Al-Qur’an terjemahan untuknya. Diapun sering mengajukan pertanyaan tentang Islam kepadaku. Apabila saya mendapatkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan, saya langsung menghubungi salah seorang dai. Sayapun mendapatkan jawaban yang memuaskan darinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun temanku menjadi semakin paham tentang Islam. Pada suatu hari, saat saya mengajari anak-anakku surat Al-Ikhlash, pintu rumahku diketuk. Ketika membukanya, saya terkejut dengan yang saya lihat. Temanku yang beragama Kristen tersenyum kepadaku. Jilbab hijau yang dia ikatkan di kepalanya begitu indah terlihat. Dengan perasaan gembira dia mengatakan, ”hari ini saya telah menyatakan masuk Islam. Saya ingin anda orang pertama kali yang saya beritahu tentang hal ini.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sungguh kebahagiaan tidak dapat digambarkan ketika ia memelukku dengan menangis. Saya katakan padanya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;em&gt;Segala puji bagi Allah yang menunjuki kita kepada hidayah ini.&lt;/em&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ia melanjutkan perkataanku, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;em&gt;Dan kita tidak akan mendapatkan petunjuk kalau saja Allah tidak memberi petunjuk kepada kita.&lt;/em&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beberapa hari sesudah itu, saya mengundang teman-temanku. Saya memperkenalkan teman baruku se-Islam kepada mereka. Dalam hati saya berharap agar mereka bisa mengambil pelajaran yang berharga dari pengalamanku yang sangat bermanfaat dan tak mungkin kulupakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(PurWD/voa-islam.com)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-2718745717849692471?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/2718745717849692471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/keindahan-akhlak-islam-menuntunnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/2718745717849692471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/2718745717849692471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/keindahan-akhlak-islam-menuntunnya.html' title='Keindahan Akhlak Islam Menuntunnya Menjadi Muslim'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-6919559509544589975</id><published>2010-03-13T22:32:00.000-08:00</published><updated>2010-03-13T22:33:17.924-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remaja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Tersenyumlah, Hati yang Remuk..</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img-content" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/hati-yang-remuk-yuliana.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;Teruntuk insan yang hatinya sedang diremukkan&lt;br /&gt;Sapu air matamu yang mengalir deras&lt;br /&gt;Redam bara emosi yang bergejolak memanas&lt;br /&gt;Engkau tercipta bukan untuk menangisi zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataupun menyesali duka lara&lt;br /&gt;Usah tenggelam dalam kubangan nestapa&lt;br /&gt;Jika cintamu mengalami kegagalan&lt;br /&gt;Jika ta’arufmu kandas di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyumlah...&lt;br /&gt;Awan hitam selalu menyimpan pelangi&lt;br /&gt;Begitupun Sang Penggenggam nyawa&lt;br /&gt;Dia selalu punya rahasia dan bijaksana&lt;br /&gt;untuk membuat dewasa makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Cinta suci sedang menunggumu&lt;br /&gt;Tetapi engkau harus sabar menantikan&lt;br /&gt;Cinta itu akan menjemputmu&lt;br /&gt;Di masa yang telah Dia rencanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk yang hatinya sedang diremukkan&lt;br /&gt;Jangan berikan celah pada syaitan &lt;br /&gt;yang membuat semangatmu terlemahkan&lt;br /&gt;Perihnya duka bukanlah isyarat runtuhnya langit&lt;br /&gt;Ataupun robeknya kulit bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menempa pribadi tangguhmu&lt;br /&gt;Dalam butiran air matamu&lt;br /&gt;Dalam jeritan derita batinmu&lt;br /&gt;Dalam rintihan sesaknya nafasmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk yang hatinya sedang diremukkan&lt;br /&gt;Pasang surut laut adalah kepastian&lt;br /&gt;Tawa dan tangis adalah kewajaran&lt;br /&gt;Takdir-Nya menjadikan makhluk berpasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ketetapan Sang Penguasa&lt;br /&gt;Jika engkau tak dapatkan pasangan di dunia&lt;br /&gt;Bukan berarti Allah memberimu petaka&lt;br /&gt;Tapi Dia sedang menyiapkan makhluk terindah&lt;br /&gt;Yang menantimu di Jannah&lt;br /&gt;Yang kan menemani jiwamu yang resah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyumlah...&lt;br /&gt;Dalam kesabaran munajad panjangmu&lt;br /&gt;Meski&amp;nbsp; tajamnya duri mencabik-cabik lukamu&lt;br /&gt;Meski remuk redam menyerang hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Yuli Ana Pendamba Surga]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-6919559509544589975?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/6919559509544589975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/tersenyumlah-hati-yang-remuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/6919559509544589975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/6919559509544589975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/tersenyumlah-hati-yang-remuk.html' title='Tersenyumlah, Hati yang Remuk..'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-2232194309621526067</id><published>2010-03-11T18:35:00.000-08:00</published><updated>2010-03-11T18:35:04.674-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Mualaf'/><title type='text'>"Saya Memilih Islam, Meski Harus Melawan Budaya dan Keluarga"</title><content type='html'>&lt;img alt="" class="caption" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aysha.jpg" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;Nama muslimnya Aysha. Muslimah ini berasal dari Hungaria Utara. Pertama kali mendengar tentang Islam ketika ia masih di sekolah menengah saat mata pelajaran sejarah. Sekedar informasi, Hungaria pernah berada dibawah pendudukan Turki selama 150 tahun.&lt;br /&gt;Selanjutnya, Aysha kuliah di universitas jurusan biologi molekular, di mana ia bertemu dengan banyak mahasiswa Muslim dari negara lain. Sejak lama sebenarnya Aysha bertanya-tanya mengapa Muslim selalu bangga dengan kemuslimannya. Aysha sendiri, ketika itu penganut agama Kristen Katolik. Ia cukup taat dengan agamanya, tapi ia masih meragukan dan tidak setuju dengan beberapa bagian dari ajaran agamanya, misalnya; bagaimana bisa Tuhan memiliki anak laki-laki. Ia juga tidak bisa mempercayai konsep Trinitas dalam ajaran Katolik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aysha kemudian sering berdiskusi dengan teman-temannya. Suatu ketika ia dan teman-temannya sedang makan malam dan terdengar suara azan. Saalah seorang temannya meminta mereka diam sejenak, tapi Aysha menolak. Meski demikian, Aysha mengaku sangat terkesan temannya itu dan merasakan sesuatu telah menyentuh hatinya.&lt;br /&gt;Pada suatu musim panas, Aysha mengunduh program Al-Quran dari internet. Ia tidak tahu mengapa dan untuk apa ia melakukan hal. Aysha lalu mendengarkan ayat-ayat suci Al-Quran dalam bahasa Arab dan membaca terjemahannya dalam bahasa Inggris. Sejak itu, Aysha banyak berpikir tentang agama Islam dan ia mulai banyak membaca banyak buku tentang Islam.&lt;br /&gt;Setelah dua bulan terus memikirkan agama Islam, Aysha memutuskan untuk masuk Islam. Saya mengucapkan dua kalimat syahadat disaksikan oleh dua sahabat saya, "La ilaha illa Allah, Muhammad rasul Allah".&lt;br /&gt;"Saya memilih Islam, meski harus melawan budaya dan keluarga, terutama ibu saya," kata Aysha.&lt;br /&gt;Bulan Ramadan pun tiba. Aysha membulatkan tekadanya untuk memulai kehidupan barunya sebagai seorang Muslimah bersama bulan suci Ramadan. Dan ia bersyukur karena berhasil melalui bulan Ramadan dengan sukses. Hal yang paling sulit buat Aysha sebagai seorang mualaf adalah saat ia belajar salat, karena ia tinggal di lingkungan non-Muslim dan ia tidak bisa bertanya pada orang-orang di sekelilingnya.&lt;br /&gt;"Saya belajar sendiri bagaimana cara salat dari Internet, karena tidak ada yang menunjukkan pada saya bagaimana melaksanakan salat , bagaimana cara berwudhu, atau apa doa yang diucapkan sebelum melakukan kegiatan itu serta bagaimana etika dan hukum Islam itu," tutur Aysha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aysha pernah punya seorang teman pria yang membuatnya patah semangat. Temannya itu mengatakan bahwa Aysha tidak akan pernah bisa memahami Islam, karena Aysha tidak dilahirkan sebagai seorang Muslim. Ketika Aysha mengatakan bahwa ia ingin berpuasa pada bulan Ramadan, temannya itu mengatakan bahwa puasa bulan Ramadan bukan hanya menahan lapar. Waktu itu Aysha baru satu bulan menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;"Saat itu saya ketakutan, bagaimana jika saya tidak pernah belajar menunaikan salat dalam bahasa Arab? Bagaimana jika saya tidak melakukannya dengan cara yang benar? Dan saya tidak punya jilbab atau sajadah untuk salat. Tak yang membantu saya, sehingga saya begitu ketakutan," ungkap Aysha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi ketika saya mulai salat, saya berpikir Allah pasti sedang tersenyum melihat saya sekarang. Karena saya menuliskan bacaan-bacaan salat di selembar kertas di atas kertas, beserta instruksinya. Saya memegang kertas itu di tangan kanan dan membacanya dengan keras. Kemudian sujud dan membacanya lagi dan begitu seterusnya. Saya yakin saya terlihat sangat lucu. Tapi kemudian saya berhasil menghafal bacaan-bacaan salat dalam bahasa Arab begitu," cerita Aysha.&lt;br /&gt;Aysha lalu membuka akun di Facebook. Di situs jejaring sosial itu, Aysha mendapat banyak teman baru dan banyak saudara sesama muslimah. Dari sahabat-sahabatnya di internet, Aysha mendapatkan banyak perhatian dan dukungan. Seorang laki-laki muslim melamarnya, dari lelaki itu Aysha mendapatkan jilbab pertamanya, sajadah dan buku-buku Islam. Ia juga mendapatkan Al-Quran pertamanya dalam bahasa Arab yang dikirim dari Yordania karena ia sulit mendapatkan Al-Quran di Hungaria. Sekarang, sudah lebih dari setahun Aysha memakai jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aysha mengalami periode yang sangat buruk dengan ibunya. Ibu Aysha selalu mengatakan bahwa Aysha akan menjadi teroris, bahwa Aysha akan meninggalkan ibunya seperti Aysha meninggalkan agama Katolik yang dianutnya dan bahwa Aysha juga akan meninggalkan Hungaria, negara kelahirannya.Ibu Aysha menaruh semua makanan yang mengandung daging babi di dalam lemari es dan tentu saja Aysha menolak untuk memakannya. Hal seperti itu kadang memicu pertengkaran besar antara Aysha dan ibunya.&lt;br /&gt;"Ibu tidak senang melihat saya salat dan berjilbab. Saya selalu salat di dalam kamar agar ibu tidak melihat aku salat dan mengenakan jilbab. Ibu selalu berkata,'Aku melahirkan seorang anak Kristen, bukan seorang Muslim yang berjilbab'," kisah Aysha menirukan ucapan ibunya.&lt;br /&gt;"Jadi, kami punya masalah serius, tapi saya tidak pernah kasar pada Ibu. Alhamdulilah, ibu sudah tenang sekarang dan tampaknya ia menerima keislaman saya. Saya benar-benar bersyukur kepada Allah untuk itu. Sekarang saya keluar rumah dengan berjilbab, dan ibu tidak mengatakan apa-apa," ungkap Aysha.&lt;br /&gt;Hubungan Aysha dengan sang ayah, yang sejak lama dingin dan tidak saling bertegur sapa, juga membaik setelah Aysha memeluk Islam. Aysha mencoba membuka kembali komunikasi dengan ayahnya, dan kini ayah Aysha mulai mengunjunginya secara teratur.&lt;br /&gt;"Ya, hidup saya adalah ujian besar tapi saya bersyukur pada Tuhan karena memiliki kesabaran dan harapan. Pada hari kiamat saya akan sangat bersyukur atas semua itu. Jadi aku berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik, dan belajar lebih banyak dan lebih banyak untuk memahami agama saya," ujar Aysha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan, "Saya percaya semuanya sudah ditakdirkan, jadi apa pun yang Allah katakan akan terjadi kepada saya, tidak bisa berubah, tapi saya dapat memilih untuk menjalani hidup dengan baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sedang membantu sesama di Debrecen. Saya membuat proyek mengumpulkan pakaian bekas untuk kamp pengungsi.. Ada banyak Muslim di sana yang tidak punya rumah karena perang. Jadi kami mengumpulkan pakaian, kami pergi ke sana dan saya membuatkan roti Pakistan untuk anak-anak dan perempuan, mereka sangat bahagia dan sangat menyenangkan bisa bertemu mereka," papar Aysha.&lt;br /&gt;Ia juga mencoba memberikan bimbingan pada para pengungsi yang ingin masuk Islam atau baru saja masuk Islam. Di kamp pengungsi Aysha bertemu dengan dua muslimah Hungaria yang baru masuk Islam. Pada mereka, Aysha memberikan buku-buku, sajadah dan Al-Quran. "Alhamdulillah. Kami salat bersama dan mereka benar-benar bahagia," kata Aysha haru.&lt;br /&gt;Aysha menyatakan bahwa ia selalu berusaha memberikan kesan bahwa umat Islam adalah umat yang ramah dan memiliki hati yang penuh kasih sayang. Dulu, Aisyah akan bersuara keras jika ada seseorang melontarkan pernyataan yang membuatnya merasa terganggu. Tapi sekarang, Aysha selalu memberikan contoh yang baik sebagai seorang muslimah, kemanapun ia pergi. Aysha, meski baru masuk Islam satu setengah tahun yang lalu, kini sudah menunaikan salat lima waktu dengan rutin, banyak membaca buku Islam dan Al-Quran, berusaha mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah dan sekarang sedang belajar bahasa Arab. (ln/iol)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-2232194309621526067?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/2232194309621526067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/saya-memilih-islam-meski-harus-melawan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/2232194309621526067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/2232194309621526067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/saya-memilih-islam-meski-harus-melawan.html' title='&quot;Saya Memilih Islam, Meski Harus Melawan Budaya dan Keluarga&quot;'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-1957076600053306266</id><published>2010-03-05T20:17:00.000-08:00</published><updated>2010-03-05T20:17:42.218-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nikah'/><title type='text'>Ukhti,…Bolehkah Aku Meminta Fotomu??</title><content type='html'>&lt;table id="imgt" style="height: 394px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td id="imgw"&gt;&lt;img height="384" id="imgb" src="http://api.ning.com/files/OeeqEnku-RtKL8AnZVmW8yZSWzjUpnpCLYrAxaQVpts_/DIGI1675.jpg" width="288" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr id="ddl" style="display: none;"&gt;&lt;td&gt;Gambar gagal dimuat.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://api.ning.com/files/OeeqEnku-RtKL8AnZVmW8yZSWzjUpnpCLYrAxaQVpts_/DIGI1675.jpg" id="imgs" target=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ukhti,…sebelum tiba ke dalam gerbang pernikahan biasanya engkau akan mengalami ihwal melihat calon pasanganmu. Baik si dia maupun engkau masing-masing ingin tahu lebih banyak tentang calon yang akan menjadi pendamping hidupnya. Dan,..memang itu tidak salah bahkan islam menganjurkan agar calon suami ukhti melihat dirimu, karena agama kita ini&lt;br /&gt;adalah agama yang hanif yang tidak memuat kecurangan ataupun membuat rugi pemeluknya maka engkau akan melihat betapa sempurnanya dienmu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila masa itu tiba, dan engkau ingin dilihat olehnya, maka persiapkanlah dirimu dengan sebaik-baiknya biarkan ia melihatmu jangan engkau tutupi segala kekurangan yang ada padamu karena itu akan membawa penyesalan nantinya adapun kelebihan yang ada pada dirimu maka pertahankanlah, jadilah dirimusendiri, inilah aku apa adanya, semoga engkau menjadi suka padaku karenaAllah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tapi terkadang diantara engkau ya ukhti,…..dihadang pada suatu masalah ketika calonmu jauh darimu sehingga ia tidak bisa melihatmu secara langsung. Maka ia akan meminta foto dirimu. Agar bisa melihatmu dengan lebih dekat dan lebih pribadi. Atau terkadang diantara calon yang ingin melamarmu walaupun sudah melihatmu tapi masih juga menginginkan foto&lt;br /&gt;dirimu, maka apa yang akan engkau lakukan?? ketika calonmu mengatakan, Yaukhti… bolehkah aku meminta fotomu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu dulu jangan engkau beri jawaban, iya….karena dengan alasan ia ingin menikahimu maka engkau begitu mudah untuk memberikannya. Bagaimana kalau ia tidak jadi menikahimu?? bisakah engkau meminta fotomu kembali? apakah engkau yakin ia bisa menjaga amanah untuk tidak memperlihatkan fotomu kepada orang lain selain kedua orang tuanya? ah,..mungkin kau&lt;br /&gt;berfikiran….inikan hanya sebuah foto! masalah kecil…coba bacaketerangan ulama tentang masalah ini agar hatimu tenang dan engkau tidakmembuat kesalahan yang fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti muslimah, sebelum aku menjelaskannya kepadamu,…maka wajib bagimu untuk mengetahui secara detail tentang hukum memandang ini (nazhar).Berangkat dari sebuah hadits mulia yang disampaikan oleh sebaik-baik manusia diatas muka bumi ini, siapa lagi kalau bukan beliau Nabi kita Muhammad Shalallahu alaihi wassalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika salah seorang diantara kalian meminang seorang wanita sekiranya ia dapat melihat sesuatu darinya yang mampu menambah keinginan untuk menikahinya, maka hendaklah ia melihatnya”(HR. Ahmad dan Abu Daud dengansanad hasan dan dishahihkan oleh Al-Hakim dari hadits Jabir Radhiyallahu anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah dari Mughirah bin Syu’bah bahwasanya ia melamar seorang wanita maka Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;“Lihatlah ia karena itu lebih melekatkan kalian berdua”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu&lt;br /&gt;bahwasanya seorang pria melamar seorang wanita, lalu beliau bertanya, “Apakah engkau telah melihatnya?” ia berkata:”belum”. Beliau bersabda,”Pergilah dan lihatlah ia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits-hadits diatas dapat kita fahami bahwa islam mensyariatkan calon suami untuk melihat wanita yang akan dinikahinya.Karena sungguh faidahnya yang besar yaitu akan membawa kepada kedekatan diantara kedua belah fihak. Masing-masing akan tahu kelebihan dan kekurangan calon pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang masalah memandang ini maka engkau akan dapati perbedaan pendapat dikalangan ulama. Menurut jumhur ulama,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diperbolehkan bagi pelamar melihat wanita yang dilamarnya”,akan tetapi mereka tidak diperbolehkan melihat kecuali hanya sebatas wajah dan kedua telapak tangannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Al-Auza’i mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh melihat pada bagian-bagian yang dikehendaki, kecuali aurat”. Adapun Ibnu Hazm mengatakan:”Boleh melihat pada bagian depan dan belakang dari wanita yang hendak dilamarnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersumber dari Imam Ahmad, terdapat tiga riwayat mengenai hal lain.&lt;br /&gt;pertama, seperti yang diungkapkan jumhur ulama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua, melihat apa-apa yang biasa terlihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketiga, melihatnya dalam keadaan tidak mengenakan tabir penutup (jilbab).&lt;br /&gt;Jumhur ulama juga berpendapat: “Diperbolehkan melihatnya, jika ia menghendaki tanpa harus minta izin terlebih dahulu dari wanita yang hendak dilamarnya (secara sembunyi-sembunyi)”. Adapun menurut Imam Malik, dari sebuah riwayat bahwa beliau mensyaratkan adanya izin dari wanita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah engkau mengetahui dalil tentang hukum memandang (nazhar) yang akan dipinang maka kita kembali kemasalah diatas yaitu ketika ia berusaha untuk meminta foto dirimu, dengan berbagai alasan yang dia ungkapkan kepadamu agar engkau memberikannya. Ya,..mungkin hati kecilmu akan mengatakan hanya sebuah foto,…tidak apa-apa! mungkin engkau telah siap memasukkannya dalam sebuah amplop untuk diberikan kepadanya, foto terbaik yang ada padamu atau bila engkau sama sekali tidak memilikinya maka engkau mungkin akan beranjak pergi ke studio foto agar mereka bisa mengambil gambarmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah,..ukhti muslimah saudaraku fillah,…mari kita simak fatwa dari ulama kita tentang masalah ini,..sungguh aku berharap kepadamu setelah engkau mengetahuinya maka engkau aka berubah fikiran.Inilah jawaban beliau dari sebuah pertanyaan yang diajukan kepadanya (semoga Allah merahmatinya).Ada seorang lelaki yang bertanya kepada Syaikh Utsaimin,”Apakah aku boleh meminta foto wanita yang aku pinang untuk dilihat?”&lt;br /&gt;Maka beliau menjawab:  TIDAK BOLEH, karena beberapa sebab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kemungkinan foto tersebut akan disimpan oleh pelamar, meski ia tidak jadi menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Foto tersebut tidak bisa mewakili keadaan orang yang sebenarnya, karena terkadang rupa yang bagus menjadi jelek atau sebaliknya (menjadi bagus) disebabkan foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak pantas bagi seorangpun untuk memberikan peluang kepada orang lain mengambil foto salah satu anggota keluarganya, baik anak wanita, saudara wanita atau yang lain. Hal tersebut tidak boleh karena megandung fitnah.&lt;br /&gt;Boleh jadi foto tersebut jatuh ketangan orang-orang yang fasik, sehingga anak-anak wanita kita akan menjadi bahan tontonan. Jika ia berwajah cantik ia menjadi fitnah bagi banyak orang, namun jika ia berparas kurang rupawan maka ia akan menjadi bahan cercaan orang.(Fatwa Ibnu Utsaimin 20/810)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah sudah nasehat yang disampaikan ulama kepada kita, semuanya untuk kemaslahatan kita, para muslimah agar terhindar dari fitnah. Karena itu, bila calonmu meminta fotomu maka kini engkau telah tahu jawabannya. Semoga engkau tidak tertipu oleh bujuk rayunya. Jadilah wanita mulia yang terhormat, Sungguh bila engkau perhatikan , hanya dienmu ini (islam) yang&lt;br /&gt;mengangkat derajatmu dan memuliakan dirimu. Semoga Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, para istrinya dan keluarganya dan sahabatnya hingga hari akhir.Wallahu ‘alam bish-shawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber rujukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fiqh Wanita, hal :399-340, Syaikh Kamil Uwaidah, Pustaka&lt;br /&gt;Al-Kautsar,Jakarta, 1999M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fatwa-fatwa Muslimah,hal : 253-254,Darul Falah, Jakarta,200M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Fatawa Liz Jauzain, Hal:23-24, Media Hidayah, Jogjakarta,2003M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis:&lt;br /&gt;Ummu Raihanah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-1957076600053306266?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/1957076600053306266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/ukhtibolehkah-aku-meminta-fotomu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1957076600053306266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1957076600053306266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/ukhtibolehkah-aku-meminta-fotomu.html' title='Ukhti,…Bolehkah Aku Meminta Fotomu??'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-8909849111096480252</id><published>2010-03-04T20:48:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T20:48:34.382-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Kawin Muda</title><content type='html'>&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="caption" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/jendela/kawin_muda.jpg" width="370" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nikah memang punya banyak makna. Ia bisa berarti menegakkan sunnah Rasul. Bisa juga sebagai pemenuhan tuntutan fitrah. Juga, sebagai penyambung keberlangsungan hidup umat manusia. Ada hal lain buat mereka yang nikah di usia muda. Nikah juga bermakna perjuangan.&lt;br /&gt;Hampir tak satu pun manusia yang betah membujang. Selalu saja ada hasrat untuk hidup berpasangan. Pria rindu ingin bersama wanita. Dan wanita kangen disayang pria. Hasrat-hasrat alami itu akan punya nilai tinggi dalam taman indah yang bernama nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, bagaimana keindahan taman itu jika ikatannya terjalin di saat muda. Muda usia, muda pengalaman, muda pendidikan, dan muda penghasilan. Saat itulah terjadi pertarungan yang lumayan sengit: antara idealita dengan realita. Antara cita-cita tinggi dengan kenyataan hidup yang mesti dilakoni. Dan pertarungan itulah yang kini dialami Jaka.&lt;br /&gt;Dua tahun sudah calon bapak ini mengarungi bahtera rumah tangganya. Seribu satu suka dan duka ia nikmati bersama isteri tercintanya. Kadang ia berkesimpulan bahwa nikah itu anugerah indah. Sedemikian indahnya, sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Tapi, tak jarang kesimpulan sebaliknya bisa hinggap. Jaka juga kerap berkesimpulan bahwa nikah merupakan perjuangan yang teramat berat.&lt;br /&gt;Awalnya, bayang-bayang indah pernikahan lebih dominan dari perjuangannya. Walau baru setahun lulus sekolah menengah atas, Jaka sudah punya tekad bulat: “Saya harus nikah, insya Allah!” Dan, tekad itu benar-benar menggulir walau mesti melalui rel yang tidak mulus.&lt;br /&gt;Mungkin, banyak pihak di sekitar Jaka yang geleng-geleng kepala. Ada apa dengan anak ini? Apa ia tergolong hiper seks. Atau, jangan-jangan sudah terjadi kecelakaan. Atau…? Masih banyak lagi dugaan yang tidak enak didengar oleh seorang Jaka yang juga aktivis rohis di sekolahnya.&lt;br /&gt;Dan yang tidak kalah sengitnya adalah orang tua Jaka sendiri. Ayah ibunya bingung. Kok, anak saya jadi begini. Apa ini pengaruh dari ajaran rohis? Orang tua Jaka yakin seratus persen kalau Jaka tidak mungkin melakukan penyimpangan. Jangankan hubungan gelap, hubungan terang saja tak pernah diperlihatkan Jaka. Boro-boro dua-duaan, ketemu wanita saja Jaka sudah alergi: pandangannya tertunduk, wajahnya pucat, tubuhnya banjir keringat. Lalu?&lt;br /&gt;“Saya bertekad nikah karena ingin segera dapat surga dunia dan akhirat,” jawab Jaka tenang. Kontan saja, kedua orang tua Jaka tertegun. Hampir tak ada celah buat menjegal tekad Jaka. Sejak SMP, Jaka memang sudah rajin dagang. Ia memang bukan tipe anak yang suka berlidung di balik kantong orang tua. Semua biaya sekolahnya hampir seratus persen mengucur dari kocek sederhananya. Termasuk, biaya buat walimahan.&lt;br /&gt;Saat itu, tak ada bayang-bayang pun yang melintas di benak Jaka kecuali keindahan. Betapa sejuknya hati ketika menatap senyum isteri. Betapa semangatnya hidup ketika cinta tak pernah redup. Betapa tenangnya pandangan mata ketika syahwat tak lagi terpenjara. Dan, betapa mantapnya iman ketika nafsu tak lagi gampang dipermainkan setan.&lt;br /&gt;Berlangsunglah masa-masa indah kehidupan Jaka. Hari berganti hari dan bulan pun menjumpai tahun. Ternyata, hidup tak selamanya penuh pesona wewangian taman bunga. Ada kalanya hidup penuh bara api dan asap tebal yang menyesakkan. Idealita sering tak cocok dengan realita. Dan nada-nada itulah yang kini bersenandung mengiringi keluarga Jaka.&lt;br /&gt;Bisnis serabutannya tak lagi lancar seperti dulu. Ada saja masalahnya. Madu yang biasa dilakoni Jaka kurang diminati pelanggan. Pedagang koran pun mulai bertebaran. Kian banyak saingan di sektor ini. Sementara, biaya kuliahnya kian naik. Biaya kontrak rumah pun mulai melonjak. Isteri mulai ngidam. Tubuhnya lemas, perutnya mual-mual, kepalanya sering pusing-pusing. Tentu saja, sang isteri tak lagi sempurna menunaikan urusan rumah tangga dan kampus. Apalagi mencari penghasilan sampingan.&lt;br /&gt;Mulailah irama ketidakstabilan mengiringi hidup Jaka. Konflik pun kian bermunculan. Seperti saat ini saja, Jaka bingung mau pinjam duit ke siapa lagi. Bulan lalu sudah pinjam ke teman kampus. Minggu lalu pinjam ke teman pengajian. Sementara, kebutuhan terus mengalir dan tak kenal penundaan. Ke orang tua?&lt;br /&gt;Ini yang paling dijaga Jaka. Seberat apa pun beban hidup, Jaka tak mau berurusan dengan orang tua. Ia bukan ragu tentang kemurahan orang tuanya. Bukan juga takut. Tapi, Jaka tak mau kalau idealismenya luntur hanya karena soal makan. Terlebih setelah Jaka janji tak mau ngerepotin orang tua.&lt;br /&gt;Kadang, suasana kejepit seperti itu menumbuhkan bayang-bayang masa lalu. “Kamu yakin nggak akan menyesal, Jaka?” pertanyaan-pertanyaan ibunya dua tahun lalu tak jarang menggoda ketegarannya. Kenapa nggak selesai kuliah dulu. Kenapa nggak cari kerja yang enak dulu.Kenapa nggak beli rumah dulu.&lt;br /&gt;“Benarkah saya menempuh rute jalan yang salah?” sebuah pertanyaan menukik tajam ke lubuk hati Jaka. Ah, benarkah? Sikap tegar Jaka kian sengit bertarung dengan kegelisahannya. Kadang tegar menguasai keadaan. Dan tak jarang, gelisah menyetir suasana. Dalam pertarungan imbang itu, sikap kritis Jaka kerap menjadi penengah. Mestikah roda hidup selalu bergulir secara seri dan linier? Tidakkah mungkin ada lompatan-lompatan?&lt;br /&gt;Ketegarannya mulai menguasai keadaan. Masih kuat dalam benak Jaka kisah teladan Rasul dan para sahabat. Sebuah fragmen hidup masa lalu yang tak kunjung kering dari air pelajaran. Siapa yang mengira kalau seorang penggembala yatim bisa menjadi pemimpin besar umat ini. Siapa yang menyangka kalau seorang budak, Bilal bin Rabbah, bisa tampil menjadi pemimpin yang disegani. Siapa yang menyana kalau seorang budak buangan, Zaid bin Haritsah, bisa melahirkan seorang panglima perang yang ditakuti.&lt;br /&gt;Hidup memang perjuangan. Suka dan duka pasti akan menjambangi setiap manusia. Tak peduli apakah manusia itu menganggap hidup sebagai perjuangan atau tempat bersantai. Jaka tersadar dengan keadaannya. Kini, bukan saatnya lagi mempersoalkan halte hidup yang telah terlewati. Ada dua resep yang akan ditebus Jaka: hadapi hidup apa adanya, dan jangan coba-coba lari dari kenyataan perjuangan.&lt;br /&gt;Kesusahan dan kemudahan tak ubahnya seperti dua muka kepingan uang logam. Satu sama lain tak akan berpisah jauh. Bersama kesusahan ada kemudahan. Sungguh, bersama kesusahan ada kemudahan. Kesusahanlah yang menguatkan bahwa menikah itu perjuangan. Dan kemudahan, insya Allah, kian menguatkan warna-warni indahnya pernikahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-8909849111096480252?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/8909849111096480252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/kawin-muda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/8909849111096480252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/8909849111096480252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/kawin-muda.html' title='Kawin Muda'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-4267857512207138099</id><published>2010-03-03T02:58:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T02:58:55.454-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Berapa Lama Kita di Dalam Kuburan?</title><content type='html'>&lt;img height="169" id="imgb" src="http://nurray.files.wordpress.com/2009/03/kuburan_pakistan.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table id="imgt" style="height: 394px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr id="ddl" style="display: none;"&gt;&lt;td&gt;Gambar gagal dimuat.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;a href="http://nurray.wordpress.com/author/nurray/page/67/" id="rp" target=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://nurray.files.wordpress.com/2009/03/kuburan_pakistan.jpg" id="imgs" target=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="normal"&gt;Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan &amp;amp; kemudian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, ini makam nenek mari Kita berdo'a untuk nenek" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk Neneknya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="normal"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="normal"&gt;"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang nisan Ibu-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 45 tahun ya Yah..." Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 45 tahun ... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 100 tahun yang lalu ya Yah", jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya kan yah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya tersenyum, "Lalu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 45 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 45 tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas . "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 45 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi...145 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .... Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air mata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un .... Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ini bermanfaat, silahkan sebarkan, "Sebarkanlah walau hanya 1 ayat"&lt;/span&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-4267857512207138099?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/4267857512207138099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/berapa-lama-kita-di-dalam-kuburan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/4267857512207138099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/4267857512207138099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/berapa-lama-kita-di-dalam-kuburan.html' title='Berapa Lama Kita di Dalam Kuburan?'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-1166871798694524466</id><published>2010-03-03T01:53:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T01:53:24.372-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Duhai Akhwat Facebooker, Renungkan ini...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img-content" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/akhwat-facebook.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;Duhai akhwat yang kukagumi&lt;br /&gt;Yang memiliki iman di hati&lt;br /&gt;Dengarlah suara hati para lelaki&lt;br /&gt;Sudahi menebar simpati&lt;br /&gt;Hentikan bermanja pada kami&lt;br /&gt;Kami ikhwan biasa yang tidak suci&lt;br /&gt;Yang ingin teguh di jalan Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai yang kukasihi para akhwat &lt;br /&gt;Yang memiliki malu, hormat dan martabat&lt;br /&gt;Kami adalah pria biasa yang mudah terpikat&lt;br /&gt;Iman kami tak sekuat para nabi dan shahabat&lt;br /&gt;Fotomu bertebaran menggoda dan mengusik syahwat&lt;br /&gt;Kecantikanmu menembus hati yang taat syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Duhai akhwat yang kusanjungi&lt;br /&gt;Jangan hajar emosi dan jiwa kami&lt;br /&gt;dengan perhatian yang murah&lt;br /&gt;Jiwa ini terasa gerah&lt;br /&gt;dengan pujian yang membuncah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai akhwat yang kupuja&lt;br /&gt;Engkau adalah mutiara berharga&lt;br /&gt;Harapan bangsa dan agama&lt;br /&gt;Bukan hanya fisik yang harus dijaga&lt;br /&gt;Akhlak juga harus dihiasi&lt;br /&gt;dengan lembaran hidup islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau akan terlihat anggun&lt;br /&gt;Bukan karena pengagummu yang berjibun&lt;br /&gt;Tapi karena sikapmu yang santun&lt;br /&gt;Engkau semakin mempesona&lt;br /&gt;Dengan izzahmu yang terjaga&lt;br /&gt;Engkau semakin cantik memikat&lt;br /&gt;Karena kepribadianmu yang sesuai syari'at&lt;br /&gt;Renungkanlah duhai akhwat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[flowerhijab@yahoo.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-1166871798694524466?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/1166871798694524466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/duhai-akhwat-facebooker-renungkan-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1166871798694524466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1166871798694524466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/duhai-akhwat-facebooker-renungkan-ini.html' title='Duhai Akhwat Facebooker, Renungkan ini...'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-8656370170545918998</id><published>2010-03-03T01:48:00.001-08:00</published><updated>2010-03-03T01:48:55.698-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Mampukah Perempuan Zaman Sekarang Hidup Dengan Sunah Rasulullah Saw?</title><content type='html'>&lt;img alt="" class="caption" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/muslimah%282%29.jpg" width="370" /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Muhammad Saw adalah nabi terakhir yang ditunjuk oleh Allah Swt untuk menegakkan agama Islam di dunia sebagai petunjuk bagi umat manusia sebelum menghadapi hari akhir. Nabi Muhammad Saw adalah pemimpin, pemberi petunjuk dan panutan bagi kaum Muslimin. Tindakan-tindakannya, secara pribadi maupun di depan publik, selalu mendapat bimbingan dari Allah Swt sehingga ia menjadi lambang bagi orang yang berbudi luhur, berperilaku dan berkarakter mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw dicintai dan dihormati oleh generasi pertama kaum Muslimin yang meniru, mengagumi dan mencontoh perbuatan serta sikap Rasulullah Saw dalam kehidupan mereka sehai-hari. Dalam Al-Quran Surat Ali Imran ayat 31 disebutkan;&lt;br /&gt;"Katakanlah: Jika memang kamu cinta kepada Allah, maka turutkanlah aku, niscaya cinta pula Allah kepada kamu dan akan diampuniNya dosa-dosa kamu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi penyayang."&lt;br /&gt;Kecintaan dan kasih sayang Allah Swt pada seorang mukmin, baik laki-laki maupun perempuan, tergantung pada tingkat kecintaan dan kepatuhan seorang mukmin pada Rasulullah Muhammad Saw. Kecintaan dan kepatuhan itu harus tercermin dalam cara hidup mereka dengan mencontoh kebiasaan, kualitas dan kepribadian Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;Kaum Muslimin menghadapi tantangan dan tekanan yang berat untuk memegang teguh keyakinan mereka atau keyakinan itu akan luntur oleh gaya hidup sekular. Berbeda dengan zaman Rasulullah Saw, para sahabat secara otomatis dan dengan sepenuh hati menjalankan Sunah Rasulullah Saw. Sekarang, zamannya sudah berubah, menerapkan Sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri bagi banyak kaum Muslimin. Beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Modernisasi Perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan, penerbangan, teknologi dan industrialisasi membuat kehidupan menjadi serba cepat dan riuh. Seseorang akan dipandang kuno atau primitif jika memiliih menerapkan metode-metode yang usang, yang ditemukan berabad-abad yang lalu dan bukan metode hasil penemuan riset yang modern, berdasarkan data dan penemuan ilmiah. Di jaman modern ini, para lelaki Muslim lebih senang mencukur jenggotnya daripada menumbuhkan jenggot.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekanan Lingkungan dan Budaya Korporat Di jaman sekarang hampir setiap orang bekerja untuk mencari nafkah-mulai dari orang-orang tua, kaum perempuan, remaja bahkan kadang anak-anak. Kehidupan mereka hanya berkutat di seputar bagaimana mengejar karir dan menapaki jenjang karir di perusahaan. Orang enggan berkompromi terhadap karir mereka ketika praktek-praktek sunah menjadi kendala dalam karir mereka. Contohnya, seorang muslimah mungkin tidak diijinkan mengenakan jilbab di tempatnya bekerja atau harus protes dulu agar ia boleh mengenakan rok panjang sesuai ajaran Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tradisi dan Budaya Banyak kaum Muslimin yang ingin mempraktekkan ajaran Islam harus menghadapi tekanan dari generasi Muslim yang lebih tua dalam lingkungan etnis maupun geografis mereka. Generasi tua itu kadang memberikan preferensi tentang Sunah Rasulullah yang sudah dicampuradukkan dengan budaya mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Invasi Teknologi Peralatan teknologi dan informasi yang berkembang sekarang ini memungkinkan gambar-gambar, rekaman video dan material lainnya ditonton dan dinikmati bersama orang lain di manapun, kapanpun. Tak terkecuali material-material yang eksplisit dan tidak layak disaksikan. Kaum Muslimin zaman sekarang ditantang untuk menjalankan Sunah Rasulullah di tengah maraknya fitnah terhadap Islam dan kaum Muslimin itu sendiri. Misalnya, bagaimana seorang lelaki Muslim tertantang untuk menundukkan pandangannya ketika melihat gambar-gambar perempuan yang provokatif yang bertebaran di sekeliling mereka bahwa di telepon genggam saat mereka sedang membaca informasi-informasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelompok-Kelompok Islam yang Menyimpang Kaum Muslimin harus berhati-hati karena banyak kelompok-kelompok Muslim yang tergelincir melakukan penyimpangan ajaran Islam dan melakukan bid'ah. Seseorang yang melakukan tindakan yang tidak ada dasar ajarannya dalam Islam dan tidak pernah dicontohkan Rasulullah maka ia sudah jauh dari sunah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Mengatasi tantangan-tantangan itu agar kita tetap berpegang pada Sunah Rasulullah Saw bukan pekerjaan yang gampang bagi umat Islam di zaman sekarang ini. Mereka bukan hanya harus menjaga keyakinan agama mereka dari gerusan modernisme dan dari godaan duniawi tapi juga harus berjuang melalui perbuatan dan perilaku mereka untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama yang praktis dan mudah diimplementasikan dalam situasi zaman apapun.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tantangan Kehidupan Modern Bagi Muslimah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, banyak Muslimah yang taat menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan keseharian mereka, terjun ke dunia dakwah. Para Muslimah ini juga begitu bersemangat untuk tetap memelihara dan mengikuti Sunah Rasulullah, terutama yang berkaitan dengan kehidupan mereka sebagai perempuan.&lt;br /&gt;Islam memberi garis batas tegas soal gender. Misalnya, menunaikan salat di masjid lebih disarankan bagi kaum lelaki Muslim dan bukan bagi kaum perempuan. Para Muslimah oleh sebab itu, harus mencontoh kehidupan para perempuan dalam lingkungan Rasulullah Saw, yang mematuhi dan mempraktekkan agama Islam berdasarkan bimbingannya, untuk mendapatkan tuntunan dalam menerapkan Sunah Rasulullah Saw dalam konteks kehidupan di masa kini.&lt;br /&gt;Para perempuan mulia di lingkungan Rasulullah Saw yang paling utama dijadikan panutan adalah para isteri dan anak-anak perempuan Rasulullah Saw. Beberapa diantara mereka memiliki keahlian yang mumpuni dalam masalah hukum Islam.&lt;br /&gt;Di jaman sekarang, tantangan terbesar bagi kaum perempuan dalam level global ketika mereka memilih untuk menerapkan Sunah Rasulullah sebagai cara hidup mereka adalah, asumsi yang menyebutkan bahwa kaum lelaki dan Islam telah menindas kaum perempuan dan memaksa para perempuan untuk berpakaian serba sederhana serta asumsi bahwa perempuan seharusnya lebih fokus pada pekerjaan rumah tangga dan keluarga mereka, bukan pada karir atau pekerjaan di luar rumah.&lt;br /&gt;Banyak Muslimah yang mematuhi Sunah Rasulullah dan berkeinginan untuk menerapkan cara-cara hidup yang Islami. Tetapi, kesalahpahaman tentang kaum perempuan dalam Islam, yang dilakukan oleh media dan kelompok-kelompok yang berbasis gender membuat kesalahpahaman dan stereotipe yang tidak benar terpelihara.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kiat Sukses Hidup Bersama Sunah Rasulullah Saw&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada metodologi yang instan dan serba cepat agar kita bisa menjaga dan menerapkan Sunah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, di masa kini dan seterusnya. Tapi butuh strategi yang luas dalam jangka panjang yang akan membuahkah hasil. Untuk umat Islam, baik lelaki dan perempuan disarankan;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membekali Diri dengan Pengetahuan tentang Islam Misalnya, belajar membaca Al-Quran, belajar bahasa Arab, belajar tafsir Al-Quran, sering mendengarkan ceramah-ceramah agama oleh ulama berkualitas, bisa menambah ketaqwaan dan mendorong kita untuk berpegang teguh pada Sunah Rasululullah Saw.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempelajari Sirah, tentang kehidupan Rasulullah Saw dan Hadist. Ini bisa dilakukan dengan banyak membaca atau mendengarkan ceramah keagamaan tentang kehidupan Rasulullah Saw. Dengan demikian, semakin kita mengenal Rasulullah, makin mudah bagi kita untuk mencintai dan mencontoh tindakan dan perilakunya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melaksanakan Kewajiban-Kewajiban Agama Tak peduli betatapun beratnya, laksanakan kewajiban-kewajiban utama seorang Muslim, seperti salat lima waktu dan puasa di bulan Ramadan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cari Teman yang Seiman Bergaulah dengan sesama Muslim yang taat menjalankan ajaran Islam, termasuk mengenali keluarga mereka. Melibatkan diri dalam berbagai kegiatan berbasis sosial kemasyarakatan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Tantangan yang sebenarnya, bukan apakah umat Islam bisa mempraktekkan ajaran Islam dan Sunah Rasulullah Saw dengan efektif atau tidak. Tantangan itu adalah, bagaimana mengatasi berbagai kendala-kendala yang berdasarkan prasangka buruk semata terhadap umat Islam. Jika tantangan itu bisa diatasi, umat Islam membuktikan bahwa mereka bisa hidup dengan jalan yang mereka pilih. Jalan Islam dan Sunah Rasulullah Saw. (Sadaf Faruqi/iol/ln)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Catatan Penulis:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sadaf Faruqi adalah seorang muslimah yang tinggal di Karachi, Pakistan. Ia menyandang gelar master untuk bidang ilmu komputer dan diploma di bidang pendidikan Islam. Selain sebagai penulis lepas, Faruqi bertahun-tahun menjadi guru agama Islam untuk kaum perempuan dan remaja puteri. Tulisan-tulisannya dimuat di Majalah Hiba, Majalah SISTERS dan Saudi Gazette. Ia juga aktif sebagai blogger di &lt;a href="http://muslimmatters.org/"&gt;MuslimMatters.org&lt;/a&gt;.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-8656370170545918998?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/8656370170545918998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/mampukah-perempuan-zaman-sekarang-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/8656370170545918998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/8656370170545918998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/mampukah-perempuan-zaman-sekarang-hidup.html' title='Mampukah Perempuan Zaman Sekarang Hidup Dengan Sunah Rasulullah Saw?'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-1037441663117686268</id><published>2010-03-03T01:43:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T01:43:05.015-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ingin Dekat kepada Allah, Bagaimana Caranya?</title><content type='html'>&lt;div class="img-content" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/akhwat.jpg&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;em&gt;“Sebenarnya aku ingin dengan Allah, tapi aku tak tahu bagaimana caranya. Aku tidak punya kemampuan untuk itu.” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian komentar banyak remaja dan pemuda muslim yang penulis dengar ketika berinteraksi dengan mereka. Atau ada dari mereka yang mengungkapkan, “Terkadang aku bisa merasa dekat dengan Allah ketika aku banyak menghabiskan waktu dengan teman-teman shaleh yang dapat mempengaruhiku. Namun tatkala mereka tidak lagi dekat dengan diriku, maka aku pun menjauh dari Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sejatinya, Allah-lah sebaik-baik tempat mengadukan persoalan tersebut. Seandainya kita berdoa kepadanya memohon perubahan pada diri kita, maka –insya Allah—Dia akan mengabulkan permohonan kita. Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” &lt;/em&gt;(Al-Baqarah 186).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita membayangkan bahwa di hadapan kita terdapat sebuah pemandangan indah, maka di antara pemandangan indah tersebut senantiasa ada kabut dan selubung yang menghalanginya. Dari sisi kita memandang, kita dapat menyaksikan pemandangan indah tersebut, namun tidak semuanya dapat kita lihat. Kita berhasrat untuk melihat semua pemandangan elok tersebut, namun ironinya kita hanya bisa duduk diam di tempat dan tidak bangkit menghalau kabut serta tirai yang menghalangi, untuk kemudian mendapatkan pemandangan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kita mesti menghalau semua tirai penghalang tersebut dengan mengambil langkah-langkah berikut: Pertama, harus ada keinginan dan hasrat. Kedua, menggali keterampilan. Ketiga, selalu menjaga keterampilan tersebut untuk siap melihat pemandangan indah setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, banyak orang yang berpikir untuk selalu dekat dengan Allah, namun tidak memiliki hasrat kuat untuk meraih kedekatan tersebut. Ini mengingat, keimanan tak ubahnya seperti benih; harus ditanam di tanah subur dan disirami air. keimanan mumpuni meniscayakan proses yang menghabiskan waktu dan determinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, untuk memulai, kita harus menelisik tugas terpenting yang telah Allah tentukan kepada kita. Setiap aksi yang kita lakukan mesti bermuara pada penyucian hati dari segala yang dapat membuat Allah murka. Hal ini memang tidak mudah, terutama bagi para remaja dan pemuda. Jadi, langkah pertama agar bisa dekat dengan Allah adalah menyadari tugas kita yaitu beribadah dan taat kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sebuah hadits Qudsi, Rasulullah menginformasikan bahwa Allah bersabda, “Tiada seorang hamba yang mendekatkan diri kepada-Ku seperti dia menunaikan segala kewajiban-Ku ke atas dirinya. Dan sesungguhnya dia akan mendekatkan diri kepada-Ku dengan memperbanyak nawafil (sunnah) sehingga Aku mencintainya. Maka apabila Aku sudah mencintainya, jadilah Aku seumpama kaki yang dia berjalan dengannya dan tangan yang dia memukul dengannya dan lidah yang ia berucap dengannya dan hati yang ia berfikir dengannya. Dan apabila dia memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya dan apabila dia berdoa kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaksanakan ibadah yang benar menjadi cara bagi seseorang untuk bisa saleh dan berbuat kebaikan sebagaimana yang telah disebutkan hadits di atas. Beribadah dan taat kepada Allah merupakan langkah besar untuk bisa dekat dengan Sang Pencipta. Ketika seseorang telah meraih ketakwaan dan keshalehan, maka secara otomatis dia akan menjadi orang yang beriman dan senantiasa berbuat kebaikan dan selalu terdepan dari orang lain dalam melakoni kebaikan. &lt;br /&gt;Allah berfirman mengenai hal ini, &lt;em&gt;“Dan orang-orang yang beriman paling dahulu, mereka itulah yang didekatkan kepada Allah. Berada dalam jannah kenikmatan” &lt;/em&gt;(Al-Waqi’ah 10-12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia senantiasa mengingat kerendahan dirinya di hadapan Allah, dia akan berdoa kepada-Nya dengan penuh harap dan cemas. Dan pastinya, dia selalu berhasrat untuk dekat dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, secara natural orang tersebut akan menyadari bahwa kemurahan hati dan derma merupakan cara lain untuk mendekatkan dirinya kepada Allah. Ini mengingat, Dia mencintai orang-orang yang bersedekekah kepada yang membutuhkan dan membenci orang-orang yang keras hati dan kikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga akan melaksanakan semua ibadah untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Setelah ini semua, ketika dia tetap tidak merasa dekat dengan Allah sebagaimana dikehendakinya, maka ada baiknya jika dia menengok ke lingkungan, teman-teman, anggota keluarga, dan gaya hidupnya. Apakah teman-temannya melalaikan Allah? Apakah mereka melakukan aktivitas-aktivitas yang dibenci-Nya? Apakah mereka menghabiskan banyak waktunya di depan televise menyaksikan program-program yang membuat Allah murka? Atau apakah teman-teman dan anggota keluarnya menjadi factor yang menyebabkan dirinya lemah dalam menjalankan perintah-perintah agama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, pengaruh teman dekat begitu besar, lebih dari yang dibayangkan seseorang. Seseorang harus berhati-hati memilih teman dekat. Karena jika salah memilih teman, maka dia akan memalingkan kita dari Allah. Hal ini sebagaimana difirmankan-Nya, &lt;em&gt;“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi”&lt;/em&gt; (Al-Munafiqun 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal tersebut mungkin sangat tidak mudah, terutama bagi generasi muda. Kendati demikian, mereka harus menyadari bahwa mereka adalah pembawa panji Islam dan memiliki andil untuk mempengaruhi teman-teman mereka.&lt;br /&gt;Selain berbagai nasihat di atas, untuk menjaga kedekatan dengan Allah, setiap muslim harus selalu mengingat Allah (zikir).&lt;br /&gt;Allah berfirman, &lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang” &lt;/em&gt;(Al-Ahzab 41-42).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, ketika kita meyakini dan mempercayai Kalamullah, maka kita telah menemukan solusi untuk bisa dekat dengan-Nya. Semoga! (ganna/voa-islam.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-1037441663117686268?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/1037441663117686268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/ingin-dekat-kepada-allah-bagaimana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1037441663117686268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1037441663117686268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/03/ingin-dekat-kepada-allah-bagaimana.html' title='Ingin Dekat kepada Allah, Bagaimana Caranya?'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-5115491195051488358</id><published>2010-02-26T19:31:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T19:31:04.681-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>akibat seorang muslim memelihara anjing.....</title><content type='html'>&lt;img height="240" id="imgb" src="http://i191.photobucket.com/albums/z46/SML_022/Alba%20Apolo%20Pics/E11bulan.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="loading" style="display: none;"&gt;Sedang mengambil...&lt;/div&gt;&lt;div id="loaded" style="display: block;"&gt;&lt;span id="ddl" style="display: none;"&gt;Gambar gagal dimuat.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://stephenlangitan.com/2008/07/part-1-golden-retriever/" id="rp" target=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="si"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Saat ini, begitu seringnya kita melihat orang yang memelihara anjing. Bahkan bukan hanya non muslim saja, sebagian kaum muslimin pun memelihara hewan yang jelas-jelas haram dan najis. Pada posting kali ini, kita akan melihat beberapa hadits yang berkenaan dengan memelihara anjing. Setelah membaca tulisan ini, silakan pembaca lihat, bagaimanakah hukum memelihara anjing untuk sekedar menjaga rumah? Apakah diperbolehkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Pertama&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;من أمسك كلبا فإنه ينقص كل يوم من عمله قيراط إلا كلب حرث أو ماشية&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memelihara anjing, maka amalan sholehnya akan berkurang setiap harinya sebesar satu qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud), selain anjing untuk menjaga tanaman atau hewan ternak.”&lt;br /&gt;Ibnu Sirin dan Abu Sholeh mengatakan dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,&lt;br /&gt;إلا كلب غنم أو حرث أو صيد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selain anjing untuk menjaga hewan ternak, menjaga tanaman atau untuk berburu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Abu Hazim mengatakan dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;كلب صيد أو ماشية&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Selain anjing untuk berburu atau anjing untuk menjaga hewan ternak.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Bukhari: 46-Kitab Al Muzaro’ah, 3-Bab Memelihara Anjing untuk Menjaga Tanaman]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Kedua&lt;br /&gt;Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ ضَارِى نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطَانِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak dua qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud).” (HR. Muslim: 23 Kitab Al Masaqoh).&lt;br /&gt;An Nawawi membawakan hadits di atas dalam Bab “Perintah membunuh anjing dan penjelasan naskhnya, juga penjelasan haramnya memelihara anjing selain untuk berburu, untuk menjaga tanaman, hewan ternak dan semacamnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Ketiga&lt;br /&gt;Dari Salim bin ‘Abdullah dari ayahnya –‘Abdullah-, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ كَلْبَ صَيْدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak dan anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak satu qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud).” (HR. Muslim: 23 Kitab Al Masaqoh). ‘Abdullah mengatakan bahwa Abu Hurairah juga mengatakan, “Atau anjing untuk menjaga tanaman.”&lt;br /&gt;An Nawawi membawakan hadits ini dalam bab yang sama dengan hadits sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Keempat&lt;br /&gt;Dari Salim bin ‘Abdullah dari ayahnya –‘Abdullah-, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;أَيُّمَا أَهْلِ دَارٍ اتَّخَذُوا كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ كَلْبَ صَائِدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِمْ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطَانِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rumah mana saja yang memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak atau anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak dua qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud).” (HR. Muslim: 23 Kitab Al Masaqoh). An Nawawi membawakan hadits ini dalam bab yang sama dengan hadits pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin mengatakan, “Adapun memelihara anjing dihukumi haram bahkan perbuatan semacam ini termasuk dosa besar -Wal ‘iyadzu billah-. Karena seseorang yang memelihara anjing selain anjing yang dikecualikan (sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits di atas, pen), maka akan berkurang pahalanya dalam setiap harinya sebanyak 2 qiroth (satu qiroth = sebesar gunung Uhud).” (Syarh Riyadhus Shalihin, pada Bab “Haramnya Memelihara Anjing Selain Untuk Berburu, Menjaga Hewan Ternak atau Menjaga Tanaman”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum memelihara anjing adalah haram dan termasuk dosa besar kecuali anjing yang digunakan untuk berburu, untuk menjaga tanaman dan hewan ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menjauhkan kita dari setiap perkara yang Dia larang. Hanya Allah yang beri taufik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangukan, Sleman, 12 Rabi’ul Awwal 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel &lt;a href="http://rumaysho.com/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;191f57be4c893b10ce6739a213a802ce&amp;quot;, event)" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://rumaysho.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-5115491195051488358?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/5115491195051488358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/02/akibat-seorang-muslim-memelihara-anjing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/5115491195051488358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/5115491195051488358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/02/akibat-seorang-muslim-memelihara-anjing.html' title='akibat seorang muslim memelihara anjing.....'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i191.photobucket.com/albums/z46/SML_022/Alba%20Apolo%20Pics/th_E11bulan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-7267641076375252852</id><published>2010-02-26T19:28:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T19:28:07.484-08:00</updated><title type='text'>DIRIKU DALAM FIKIRKU..........</title><content type='html'>&lt;img height="240" id="imgb" src="http://andyhakiem.files.wordpress.com/2009/05/shalat-malam.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="loading" style="display: none;"&gt;Sedang mengambil...&lt;/div&gt;&lt;div id="loaded" style="display: block;"&gt;&lt;span id="ddl" style="display: none;"&gt;Gambar gagal dimuat.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://andyhakiem.wordpress.com/2009/05/02/menjadi-manusia-religious/" id="rp" target=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="si"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Pada Malam Dengan Keheningan dan Gelapnya&lt;br /&gt;Dalam butiran cahaya bintang yang bertaburan&lt;br /&gt;Kurenungi hakikat penciptaanku sebagai makluk bumi&lt;br /&gt;Kucurahkan semua rasio ku tuk berfikir…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa kecilnya diriku ini…..&lt;br /&gt;Seseorang diantara taburan manusia yang perpijak pada bumi&lt;br /&gt;Betapa kecilnya bumi ini…..&lt;br /&gt;Sebuah planet diantara taburan bintang dan galaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa besarnya alam semesta ini……&lt;br /&gt;Luas dan masih tak terjelajahi dengan teknologi masa kini&lt;br /&gt;Betapa maha besarnya pencipta alam semesta ini…..&lt;br /&gt;yang telah mencipta dengan keindahan dan harmoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pada Siang Dengan Keriuhan dan Terangnya&lt;br /&gt;Dalam hiruk-pikuk aktifitas penduduk bumi&lt;br /&gt;Kurenungi hakikat penciptaanku sebagai manusia&lt;br /&gt;Kucurahkan semua rasio ku tuk memahami…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku terlahir di dunia sebagai seorang bayi&lt;br /&gt;Dalam asuhan dan bimbingan orang tua&lt;br /&gt;Untuk belajar menjadi Khalifah di muka bumi&lt;br /&gt;Dan beribadah kepada ALLAH yang maha ESA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalani takdir ALLAH berupa Ujian dan Cobaan di dunia&lt;br /&gt;Dibekali dengan Nafsu dan Akal Fikiran&lt;br /&gt;Dituntun dengan kitab Alquran&lt;br /&gt;Serta Alhadist melalui Rasul-NYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang, susah, sedih, gembira&lt;br /&gt;Menangis, tertawa, termenung, ceria&lt;br /&gt;Pasrah, khawatir, ikhlas, kecewa&lt;br /&gt;Resah, tenang, derita, bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamika kehidupan dalam pasangan rasa&lt;br /&gt;Tertahta dalam hati sebagai nuansa&lt;br /&gt;terwujud dalam tindakan dan aksi&lt;br /&gt;dalam diri seorang pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan….akan dibalas dengan kebaikan&lt;br /&gt;Kejahatan…akan dibalas dengan kejahatan&lt;br /&gt;Itulah hukum yang berlaku bagi manusia di dunia ini&lt;br /&gt;yang tak bisa terlepas dari aksi-reaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode bergulir seperti sebuah roda putar&lt;br /&gt;Kadang diatas…kadang dibawah&lt;br /&gt;Mencari puzzle hikmah dalam tempaan kehidupan dunia&lt;br /&gt;Berharap ridho dari Allah Sang Pencipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji, caci, cinta, benci&lt;br /&gt;Jujur, dusta, sayang, dengki&lt;br /&gt;Benar, Fitnah, rela, iri&lt;br /&gt;Jumpa, pisah, datang, pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamika kehidupan dalam pasangan aksi&lt;br /&gt;Terjadi dalam kehidupan sehari-hari&lt;br /&gt;Tindakan ditabur saat ini&lt;br /&gt;Balasan dituai di hari nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan…. akan mendatangkan pahala&lt;br /&gt;kejahatan….akan mendatangkan dosa&lt;br /&gt;Itulah balasan bagi tindakan manusia&lt;br /&gt;Dari Allah yang Maha Kuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode bergulir seperti sebuah roda putar&lt;br /&gt;Kadang mendapat pahala…kadang berbuat dosa&lt;br /&gt;Mengumpulkan amal dalam tempaan berinteraksi dengan sesama&lt;br /&gt;Berharap karunia dari Allah yang Maha Pencipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus ditempa di dunia…sampai ajal tiba…&lt;br /&gt;Lalu menunggu di alam kubur… hingga kiamat tiba…&lt;br /&gt;Diakherat dihitung amal perbuatannya&lt;br /&gt;bertanggung jawab terhadap amal perbuatannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Created by ‘Vino Aja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-7267641076375252852?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/7267641076375252852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/02/diriku-dalam-fikirku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/7267641076375252852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/7267641076375252852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/02/diriku-dalam-fikirku.html' title='DIRIKU DALAM FIKIRKU..........'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-9092016869941982273</id><published>2010-02-26T19:18:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T19:18:23.382-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Nyata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Perempuan Yang Dicintai Suamiku.....</title><content type='html'>&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img height="320" id="imgb" src="http://mandacutie.files.wordpress.com/2009/06/etika-suami-isteri.jpg" width="264" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="loading" style="display: none;"&gt;Sedang mengambil...&lt;/div&gt;&lt;span id="ddl" style="display: none;"&gt;Gambar gagal dimuat.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://mandacutie.wordpress.com/2009/06/20/s-u-a-m-i/" id="rp" target=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="gdl"&gt;&lt;a href="http://mandacutie.files.wordpress.com/2009/06/etika-suami-isteri.jpg" id="imgs" target=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang&lt;br /&gt;pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik&lt;br /&gt;dan lebih menuruti apa mauku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan&lt;br /&gt;pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi,&lt;br /&gt;kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun&lt;br /&gt;sedikit. Aku pikir dia workaholic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang&lt;br /&gt;kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah&lt;br /&gt;romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2&lt;br /&gt;seperti itu sebagai ungkapan sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan&lt;br /&gt;makan berdua di luarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan&lt;br /&gt;berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang&lt;br /&gt;terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan&lt;br /&gt;anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku&lt;br /&gt;menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami.&lt;br /&gt;Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek&lt;br /&gt;sakit di rumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya,&lt;br /&gt;dibanding makan di rumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena&lt;br /&gt;sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang&lt;br /&gt;perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama Meisha,&lt;br /&gt;temannya Mario saat dulu kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah&lt;br /&gt;melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar&lt;br /&gt;indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2&lt;br /&gt;waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan&lt;br /&gt;penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga&lt;br /&gt;yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu,&lt;br /&gt;Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang&lt;br /&gt;akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang&lt;br /&gt;mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu&lt;br /&gt;dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya&lt;br /&gt;bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada&lt;br /&gt;Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari&lt;br /&gt;bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai&lt;br /&gt;sering tertawa lepas. Tapi di saat lain, dia sering termenung di depan&lt;br /&gt;komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang,&lt;br /&gt;ada pekerjaan yang membingungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di&lt;br /&gt;RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal,&lt;br /&gt;karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa&lt;br /&gt;dengan suara riangnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? Tidak mau makan&lt;br /&gt;juga? Uhh... dasar anak nakal, sini piringnya," lalu dia terus mengajak Mario&lt;br /&gt;bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis&lt;br /&gt;ditangannya. Dan....aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang&lt;br /&gt;terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku&lt;br /&gt;yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya&lt;br /&gt;membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih&lt;br /&gt;sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya.&lt;br /&gt;Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku&lt;br /&gt;buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang&lt;br /&gt;ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa&lt;br /&gt;sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha&lt;br /&gt;begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan&lt;br /&gt;membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku&lt;br /&gt;nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati&lt;br /&gt;bidadari itu? Karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak&lt;br /&gt;di hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, mendung begitu menyelimuti Jakarta, aku tidak pernah menyangka,&lt;br /&gt;hatiku pun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya&lt;br /&gt;keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka&lt;br /&gt;password email Papanya, dan memanggilku, "Mama, mau lihat surat papa buat&lt;br /&gt;tante Meisha?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; ==========================&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;==========================&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;=================&lt;br /&gt;Dear Meisha,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung&lt;br /&gt;hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada&lt;br /&gt;Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya,&lt;br /&gt;karena dia ibu dari anak2ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2&lt;br /&gt;mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu,&lt;br /&gt;tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak&lt;br /&gt;menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2&lt;br /&gt;terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak&lt;br /&gt;sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk&lt;br /&gt;mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku&lt;br /&gt;menikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti&lt;br /&gt;ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang&lt;br /&gt;tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti&lt;br /&gt;pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun&lt;br /&gt;tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang&lt;br /&gt;lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami.&lt;br /&gt;Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat&lt;br /&gt;Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan&lt;br /&gt;selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi&lt;br /&gt;tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada&lt;br /&gt;tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you&lt;br /&gt;are the only one in my heart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yours,&lt;br /&gt;Mario&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; ==========================&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;==========================&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;=================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru&lt;br /&gt;berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan&lt;br /&gt;menyayangiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia&lt;br /&gt;mencintai perempuan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap&lt;br /&gt;hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop, dan aku letakkan di&lt;br /&gt;lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan&lt;br /&gt;tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor&lt;br /&gt;untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak&lt;br /&gt;pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku&lt;br /&gt;terpuruk dalam kehancuranku. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan&lt;br /&gt;aku menjadi istrinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang&lt;br /&gt;perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya? Kenapa dia&lt;br /&gt;tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan&lt;br /&gt;aku? Itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan&lt;br /&gt;melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia.&lt;br /&gt;Biarlah dia mencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. Dengan pura2&lt;br /&gt;tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu.&lt;br /&gt;Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu&lt;br /&gt;mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman&lt;br /&gt;itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; **************************&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;**************************&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;**************************&lt;br /&gt;Mario, suamiku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja di&lt;br /&gt;kantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu&lt;br /&gt;yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak&lt;br /&gt;bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin&lt;br /&gt;memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan&lt;br /&gt;tidak memperdulikan aku. Aku merasa di atas angin, ketika kamu hanya diam&lt;br /&gt;dan menuruti keinginanku... Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan&lt;br /&gt;banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku&lt;br /&gt;sehingga mau melakukan apa saja untukku.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata aku keliru.... aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan&lt;br /&gt;kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor&lt;br /&gt;dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, "Kenapa, Rima? Kenapa&lt;br /&gt;kamu mesti cemburu? Dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi&lt;br /&gt;istriku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia&lt;br /&gt;bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah&lt;br /&gt;wanita yang sempurna yang engkau inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrimu,&lt;br /&gt;Rima&lt;br /&gt;&lt;span&gt; **************************&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;**************************&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;**************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di surat yang lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;".........Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin&lt;br /&gt;es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat&lt;br /&gt;cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh&lt;br /&gt;cinta itu berpendar dari ke dua bola matamu saat memandang Meisha......"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di surat yang kesekian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;".......Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu,&lt;br /&gt;aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku&lt;br /&gt;belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak&lt;br /&gt;lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan&lt;br /&gt;ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dan aku selalu&lt;br /&gt;meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku&lt;br /&gt;merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku&lt;br /&gt;suapi, aku menungguimu sampai tertidur di samping tempat tidurmu, di rumah&lt;br /&gt;sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu&lt;br /&gt;bermasalah.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap&lt;br /&gt;berusaha dan menantinya........"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya...&lt;br /&gt;dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu di sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di surat terakhir, pagi ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"..............Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun&lt;br /&gt;lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang,&lt;br /&gt;karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin&lt;br /&gt;aku belajar membuatnya di rumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah&lt;br /&gt;kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai&lt;br /&gt;motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran di&lt;br /&gt;matamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak&lt;br /&gt;sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau suamiku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9&lt;br /&gt;tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari&lt;br /&gt;matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi di hatimu ?........."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelita menatap Meisha, dan bercerita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat&lt;br /&gt;keceriaan di wajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku.&lt;br /&gt;Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang&lt;br /&gt;itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku&lt;br /&gt;selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya di seberang jalan, Ketika mama&lt;br /&gt;menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan&lt;br /&gt;tinggi...... aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante..... aku melihatnya&lt;br /&gt;masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak......" Jelita memeluk Meisha&lt;br /&gt;dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan&lt;br /&gt;sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario&lt;br /&gt;mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima&lt;br /&gt;membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Meisha,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2&lt;br /&gt;dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh&lt;br /&gt;basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku&lt;br /&gt;baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai&lt;br /&gt;bergetar.... Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan&lt;br /&gt;besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil&lt;br /&gt;mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena&lt;br /&gt;dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk di&lt;br /&gt;samping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah&lt;br /&gt;terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika&lt;br /&gt;seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesterday is a history.&lt;br /&gt;Tomorrow is a mystery.&lt;br /&gt;Today is a gift.&lt;br /&gt;That's why it's called "present".&lt;br /&gt;&lt;span&gt; ==========================&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;=&lt;br /&gt;www.kafemuslimah.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-9092016869941982273?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/9092016869941982273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/02/perempuan-yang-dicintai-suamiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/9092016869941982273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/9092016869941982273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/02/perempuan-yang-dicintai-suamiku.html' title='Perempuan Yang Dicintai Suamiku.....'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-1725299463877912763</id><published>2010-02-25T02:03:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T02:03:13.344-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Cintai Nabi yang Salah Kaprah</title><content type='html'>&lt;div class="img-content" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img height="211" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Hubb_Nabi_voa.png&amp;amp;h=235&amp;amp;w=355&amp;amp;zc=1" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mencintai Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/em&gt;termasuk&lt;strong&gt;&lt;em&gt; ushul iman&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (pokok keimanan) yang bergandengan dengan cinta kepada Allah &lt;em&gt;'Azza wa Jalla&lt;/em&gt;. Allah telah menyebutkannya dalam satu ayat dengan menyertakan ancaman bagi orang yang lebih mendahulukan kecintaan kepada kerabat, harta, negara serta lainnya daripada cinta kepada keduanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"&lt;em&gt;Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik".&lt;/em&gt;" (QS. Al Taubah: 24)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keimanan seorang muslim tidak akan sempurna kecuali dengan mencintai utusan Allah kepada mereka, yaitu Nabi Muhammad &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;. Bahkan, tidak sah imannya kecuali dengan lebih menghormati kedudukan beliau daripada ayahnya, anaknya, dan orang telah berbuat baik dan membantunya. Siapa yang tidak memiliki aqidah seperti ini, maka bukan seorang mukmin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; bersabda, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;em&gt;Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian, sampai aku lebih ia cintai daripada anaknya, orangtuanya, dan manusia seluruhnya.&lt;/em&gt;” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menurut Ibnu Baththal, makna hadits ini adalah orang yang sempurna imannya pasti tahu bahwa hak Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; lebih utama baginya daripada hak bapaknya, anaknya, dan seluruh manusia. Karena melalui Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; kita terselamatkan dari neraka dan diselamatkan dari kesesatan."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bahkan, tidak sah imannya kecuali dengan lebih menghormati kedudukan beliau daripada ayahnya, anaknya, dan orang telah berbuat baik dan membantunya.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Siapa yang tidak memiliki aqidah seperti ini, maka bukan seorang mukmin.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika Umar bin Khattab &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; menggambarkan kecintaannya kepada Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;, dan&amp;nbsp; menempatkan posisi cintanya kepada beliau di bawah kecintaannya terhadap dirinya sendiri, Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;menafikan kesempurnaan imannya hingga dia menjadikan cintanya kepada beliau di atas segala-galanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka wajib mendahulukan dan mengutamakan kecintaan kepada Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; atas kecintaan kepada diri sendiri, anak, kerabat, keluarga, harta, dan tempat tinggal serta segala sesuatu yang sangat dicintai manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memang setiap orang berhak untuk mengklaim dirinya sebagai pencinta Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;, namun klaim tersebut tidak akan bermanfaat jika tidak dibuktikan dengan ittiba’ (mengikuti sunnahnya), taat dan berpegang teguh pada petunjuknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Al Qadli 'Iyadl &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;, berkata: "di antara bentuk cinta kepada Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; adalah dengan menolong sunnahnya, membela syariahnya, berangan-angan hidup bersamanya, . . . "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnu Rajab, dalam &lt;em&gt;Fathul Bari Syarh Shahih al Bukhari&lt;/em&gt;, menyebutkan bahwa kecintaan bisa sempurna dengan ketaatan, sebagai firman Allah Ta'ala:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"&lt;em&gt;Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku.&lt;/em&gt;" (QS. Ali Imran: 31)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karenanya klaim cinta kepada Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; tidak dapat diterima dengan sekadar memeringati hari kelahiran beliau. Namun, perilaku banyak menyimpang dan tidak sesuai dengan tuntunan Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Peringatan Maulid Nabi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam sejarah pun, motivasi orang-orang yang mula-mula melakukan peringatan maulid Nabi, yaitu pengikut mazhab Bathiniyyah tidak didasari rasa cinta kepada beliau, tapi untuk tujuan politis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pelopor pertama peringatan maulid Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; adalah Bani Ubaid al-Qaddaah atau yang lebih dikenal dengan al-Fathimiyyun atau Bani Fathimiyyah pada pertengahan abad ke empat Hijriyah, setelah berhasil memindahkan dinasti Fathimiyah dari Maroko ke Mesir pada tahun 362 H.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;. .&amp;nbsp; motivasi orang-orang yang mula-mula melakukan peringatan maulid Nabi, mazhab Bathiniyyah, tidak didasari rasa cinta kepada beliau, tapi untuk tujuan politis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perayaan maulid diadakan untuk menarik simpati masyarakat yang mayoritasnya berada dalam kondisi ekonomi yang sangat terpuruk untuk mendukung kekuasaannya dan masuk ke dalam mazhab bathiniyahnya yang sangat menyimpang dari akidah, bahkan bertentangan dengan Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pakar sejarah yang bernama Al Maqrizy menjelaskan bahwa begitu banyak perayaan yang dilakukan oleh Fatimiyyun dalam setahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beliau menyebutkan kurang lebih 25 perayaan yang rutin dilakukan setiap tahun dalam masa kekuasaannya, termasuk di antaranya adalah peringatan maulid Nabi. Tidak hanya perayaan-perayaan Islam tapi lebih parah lagi, mereka juga mengadakan peringatan hari raya orang-orang Majusi dan Nashrani yaitu hari Nauruz (tahun baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), dan hari Khamisul ‘Adas (perayaan tiga hari sebelum Paskah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fakta sejarah peringatan maulid yang tidak ditemukan pada masa Nabi&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; dan masa tiga generasi pertama Islam yang disebut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;sebagai generasi terbaik umat ini, menyebabkan banyak di antara ulama yang mengingkarinya dan memasukkannya ke dalam bid'ah haram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tak dipungkiri, di antara ulama ada yang menganggapnya sebagai bid'ah hasanah (inovasi yang baik), selama tidak dibarengi dengan kemungkaran. Pendapat ini diwakili antara lain oleh Ibnu Hajar al Atsqalani dan as-Suyuti. Keduanya mengatakan bahwa status hukum maulid Nabi adalah bid’ah mahmudah (bid’ah terpuji). Tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;, tetapi keberadaannya membawa maslahat walaupun juga tidak lepas dari berbagai mudharat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keabsahan peringatan maulid Nabi bagi mereka disandarkan pada dalil umum yang tidak berhubungan langsung dengan titik permasalahan, sedangkan para ulama yang menentangnya membangun argumentasinya melalui pendekatan normatif tekstual yang tidak ditemukan baik secara tersurat maupun secara tersirat dalam Al Quran dan al Sunnah, dan diperkuat dengan kaedah umum dalam ibadah yang menuntut adanya dalil spesifik yang menunjang disyariatkannya suatu ibadah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Hujjah Pendukung Peringatan Maulid&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Para pendukung maulid berusaha mencari dalil untuk melegitimasi bolehnya peringatan maulid tersebut, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: Sikap Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; ketika mendapatkan orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Puasa tersebut adalah ungkapan syukur kepada Allah &lt;em&gt;'Azza wa Jalla&lt;/em&gt; atas keselamatan Nabi Musa dari kejaran Fir’aun. Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; pun menyerukan untuk berpuasa pada hari tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peringatan maulid Nabi, menurut Ibn Hajar dan as-Suyuti merupakan ungkapan syukur atas diutusnya Nabi Muhammad &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ke muka bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hujjah ini ditolak oleh ulama lainnya. Mereka menganggapnya sebagai alasan yang dipaksakan, mengingat dasar suatu ibadah adalah adanya dalil yang memerintahkannya dan mengikuti sunnah Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;, bukan pada logika, analogi dan istihsan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Puasa 'Asyura termasuk sunnah yang telah dipraktikkan dan diserukan oleh Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;, sedangkan peringatan maulid tidak pernah dilakukan apalagi diserukan oleh Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;. Sebaliknya, beliau telah mewanti-wanti ummatnya dari membuat-buat bid'ah, seperti dalam sabdanya, "Jauhilah amalan yang tidak aku contohkan (bid`ah), karena setiap bid`ah sesat." (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Benar bahwa kita dituntut untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/em&gt;, dan nikmat terbesar yang tercurah pada umat ini adalah diutusnya Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; sebagai seorang rasul, bukan saat dilahirkannya. Karenanya, Al Qur'an menyebut pengutusan Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; sebagai nikmat, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"&lt;em&gt;Sungguh Allah telah memberikan karunia kepada orang-orang beriman ketika Allah mengutus kepada mereka seorang Rasul di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri.&lt;/em&gt;" (QS. Ali Imran: 164).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ayat ini sama sekali tidak menyinggung kelahiran beliau dan menyebutnya sebagai nikmat. Seandainya peringatan tersebut dibolehkan, seharusnya yang diperingati adalah hari ketika beliau dibangkitkan menjadi nabi, bukan hari kelahirannya. Lagi pula, status Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; yang mensyariatkan puasa Asyura' berbeda dengan status umatnya. Beliau adalah &lt;em&gt;musyarri' &lt;/em&gt;(pembuat syariat), adapun umatnya hanya &lt;em&gt;muttabi'&lt;/em&gt; (pengikut), sehingga tak dapat disamakan dan dianalogikan dengan beliau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan sekiranya peringatan maulid merupakan bentuk syukur kepada Allah, tentu tiga generasi terbaik, serta para imam mazhab yang empat tidak ketinggalan untuk melakukan peringatan tersebut, sebab mereka adalah orang-orang yang pandai bersyukur, sangat cinta pada Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; dan sangat antusias mengerjakan berbagai kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;. . sekiranya peringatan maulid merupakan bentuk syukur kepada Allah, tentu tiga generasi terbaik, serta para imam mazhab yang empat tidak ketinggalan untuk melakukan peringatan tersebut, . . &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hal yang juga mengundang tanya, mengapa ungkapan rasa syukur, penghormatan dan pengagungan pada Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; hanya sekali dalam setahun, 12 Rabi’ul Awwal saja? Bukankah bersyukur kepada Allah, mengagungkan dan mencintai Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; dituntut setiap saat dengan menaati dan selalu ittiba’ pada sunnahnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: Nabi memeringati hari kelahirannya dengan berpuasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagian beralasan dengan puasa seninnya Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; yang merupakan hari kelahirannya. Ketika beliau &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; ditanya mengenai puasa Senin, beliau pun menjawab, “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Hari tersebut adalah hari kelahiranku, hari aku diangkat sebagai Rasul atau pertama kali aku menerima wahyu.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;” (HR. Muslim). Ini menunjukkan bolehnya memeringati hari kelahirannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alasan ini juga tidak dapat diterima, karena Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; tidak pernah puasa pada tanggal yang diklaim sebagai kelahirannya, 12 Rabi'ul Awwal. Yang beliau lakukan adalah puasa pada hari Senin. Seharusnya kalau ingin mengenang hari kelahiran Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; dengan dalil di atas, maka perayaan maulid diadakan tiap pekan, bukan sekali setahun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain itu, Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; juga tidak berpuasa hanya pada hari Senin setiap pekan, tapi juga hari Kamis. Alasan beliau, "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keseluruhan amalan diperhadapkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis sehingga aku senang amalanku diperhadapkan kepada Allah sedang aku dalam keadaan berpuasa.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;" (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sehingga berdalih dengan puasa Senin tanpa hari Kamis termasuk pemaksaan dan dibuat-buat. Dan kalau alasan tersebut dapat diterima, mestinya peringatannya dilakukan dalam bentuk puasa, bukan berfoya-foya dan makan-makan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: Peringatan maulid Nabi dianggap sebagai bid’ah hasanah (bid’ah yang baik). Anggapan ini lahir dari klasifikasi sebagian ulama terhadap bid'ah menjadi bid’ah hasanah (baik) dan bid’ah sayyi’ah (jelek) atau dhalalah (sesat).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alasan ini dibantah oleh sebagian ulama bahwa peringatan maulid Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; tidak dapat diterima sebagai bid'ah hasanah, karena dalam hadits-hadits Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; tidak dikenal sama sekali adanya bid’ah hasanah. Bahkan yang dikatakan oleh Nabi &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; dan diyakini oleh sahabat adalah setiap bid’ah sesat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/em&gt;bersabda,&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;” (HR. Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnu Mas’ud &lt;em&gt;radliyallah 'anhu&lt;/em&gt; berkata,&amp;nbsp; “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ikutilah (petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam), janganlah membuat bid’ah. Karena (sunnah) itu sudah cukup bagi kalian. Semua bid’ah adalah sesat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.” (HR. ath-Thabrani dan al Haitsami).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abdullah bin ‘Umar &lt;em&gt;radliyallah 'anhu &lt;/em&gt;menyatakan, “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Setiap bid’ah adalah sesat, walaupun manusia menganggapnya baik.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;” (Al Ibanah al Kubra libni Baththah, 1/219).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: Peringatan Maulid merupakan salah satu sarana untuk lebih mengenal sosok Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak ada perselisihan di kalangan ulama tentang pentingnya mengenal sosok Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;. Hanya saja, sebagian di antara mereka tidak menerima suatu bid'ah dipoles menjadi sarana kebaikan, karena tujuan yang baik tidak dapat dijadikan alasan untuk menghalalkan segala cara. Lagi pula, mengenal sosok beliau tidaklah pantas dibatasi oleh bulan atau tanggal tertentu. Jika ia dibatasi oleh waktu tertentu, apalagi dengan cara tertentu pula, maka sudah masuk ke dalam lingkup bid’ah. Lebih dari itu, upaya mengenal sosok beliau lewat peringatan maulid merupakan salah satu bentuk &lt;em&gt;tasyabbuh &lt;/em&gt;(meniru-niru) orang-orang Nashrani yang merayakan kelahiran Nabi Isa &lt;em&gt;'alaihis salam&lt;/em&gt; melalui natalan. Padahal Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam &lt;/em&gt;bersabda, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ, فَهُوَ مِنْهُمْ &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud serta dishahihkan oleh Ibnu Hibban).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;. . upaya mengenal sosok beliau lewat peringatan maulid merupakan salah satu bentuk &lt;em&gt;tasyabbuh &lt;/em&gt;(meniru-niru) orang-orang Nashrani yang merayakan kelahiran Nabi Isa &lt;em&gt;'alaihis salam&lt;/em&gt; melalui natalan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengenal sosok Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt; dengan membaca dan mengkaji sirah, biografi dan sunnah beliau seharusnya dilakukan sepanjang waktu, sebagaimana para sahabat mengajarkannya kepada anak-anak mereka setiap waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seharusnya cinta Nabi dibuktikan dengan meneladani dan mengikuti sunnah-sunnah beliau, bukan dengan menyelisihi perintah atau melakukan sesuatu yang tidak ada tuntunannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wallahu A’laa wa A’lamu bis-shawab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh: Badrul Tamam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(PurWD/voa-islam)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Referensi: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Fathul Baari, Ibnu Rajab al Hambali &lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Fathul Bari, Ibnu al Hajar al 'Ashqalani&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bulughul Maram, Ibnu al Hajar al 'Asqalani&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Syarh Shahih Muslim, Imam an Nawawi, &lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Antara Cinta Rasul dan Maulid Nabi, Ustadz Abu Yahya Salahuddin Guntung, Lc. &lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tafsir al Qur'an al 'Adzim, Abu al Fida' Ibnu Katsir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-1725299463877912763?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/1725299463877912763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/02/cintai-nabi-yang-salah-kaprah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1725299463877912763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/1725299463877912763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/02/cintai-nabi-yang-salah-kaprah.html' title='Cintai Nabi yang Salah Kaprah'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-8002389192532371961</id><published>2010-02-21T20:18:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T20:18:15.447-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Anak'/><title type='text'>Mendidik Berbeda dengan Menghardik</title><content type='html'>&lt;span class="submitted"&gt;&lt;/span&gt;   &lt;ul&gt;&lt;a href="http://albertjoko.files.wordpress.com/2008/04/hikmah-kekerasanjpg.gif" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" height="169" src="http://albertjoko.files.wordpress.com/2008/04/hikmah-kekerasanjpg.gif?w=250&amp;amp;h=169&amp;amp;h=169" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;li&gt;Dekandensi Edukasi Anak&amp;nbsp;Dulu dan Kini&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencerdaskan   Tanpa Kekerasan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;mendidik atau menyiksa..? &lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SAAT&lt;/strong&gt; anak berbuat salah, tak jarang guru di sekolah gemas lalu menghukum secara fisik. Masihkah efektif cara mendidik anak seperti ini?&lt;br /&gt;Boleh jadi di era 1960-an atau 1970-an, model hukuman fisik seperti itu cukup pas. Guru cenderung memperlakukan hukuman, seperti memukul tangan murid dengan penggaris kayu. Atau, orangtua yang berusaha mendidik anak di rumah dengan sabetan sapu lidi karena anak malas mengerjakan PR.&lt;br /&gt;Satu persamaan alasannya, anak akan jera melakukan kesalahan yang sama. Di sekolah, ketakutan murid pada hukuman fisik cenderung bias, bila ditujukan menambah kekuatan atau wibawa guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Murid pun akan lebih mudah dikendalikan. Seiring berkembangnya metode pendidikan pada usia dini, hukuman badan sering digugat efektivitasnya. Orangtua mulai memiliki kesadaran.&lt;br /&gt;Hukuman badan ada kalanya memang berdampak positif. Namun, terbuka pula peluang melahirkan dampak negatif.&lt;br /&gt;ironi hukuman.. &lt;a href="http://albertjoko.files.wordpress.com/2008/04/anakjpg.gif"&gt;&lt;img alt="" height="201" src="http://albertjoko.files.wordpress.com/2008/04/anakjpg.gif?w=200&amp;amp;h=201&amp;amp;h=201" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-72"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Director Kinderfield Preschool Kindergarten, Yustitia mengungkapkan, kini mayoritas sekolah tak lagi menggunakan istilah hukuman sebagai balasan atas perbuatan murid yang dianggap tak baik. Sebagian pendidik menyebut tindakannya sebagai konsekuensi.&lt;br /&gt;“Tiap sekolah pasti memiliki program kedisiplinan dan konsekuensi belajar. Dari situ, dibuat aturan-aturan yang diterapkan di kelas. Salah di antaranya, anak diwajibkan duduk rapi ketika guru menjelaskan materi pelajaran, misalnya,” ujar Yustitia.&lt;br /&gt;“Setiap guru pasti punya aturan masing-masing di kelas. Yang penting, anak harus diberi tahu mengenai aturan itu sejak awal sehingga mengerti telah berbuat salah,” tegas Head of Curriculum Planning and Development Departement Bina Gita Gemilang Primary School.&lt;br /&gt;Kebijakan masing-masing sekolah berbeda. Toleransi dari tindakan anak-anak pun berbeda tiap sekolah. Utamanya, anak harus diinformasikan mengenai peraturan- peraturan yang berlaku di sekolahnya.&lt;br /&gt;mengenal&amp;nbsp;Allah… &lt;img alt="" height="215" src="http://albertjoko.files.wordpress.com/2008/04/anak-perjuangan.jpg?w=300&amp;amp;h=215&amp;amp;h=215" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Kids Are Worth It, Barbara Coloroso meyakinkan, anak bisa saja belajar dari kesalahannya dan mengubah perilakunya tanpa hukuman. Justru semakin meningkatkan hukuman, tak akan mengajarkan anak mengenai sesuatu yang membangun.&lt;br /&gt;“Di sisi lain, kata disiplin sesuai dengan artinya dalam bahasa latin adalah memberikan anak pengertian dalam hidup. Menjalankan disiplin, memiliki empat kelebihan dibandingkan sekadar menghukum,” tegas Barbara.&lt;br /&gt;Ia sepakat disiplin akan menuntun anak yang berbuat salah, memahami kesalahannya, dan memberikan anak jalan untuk penyelesaian. “Yang paling penting adalah disiplin akan menjaga harga diri anak. Berbeda dengan hukuman yang akan menjatuhkannya,” urai Barbara.&lt;br /&gt;Selain itu, para orangtua dan guru juga sering memberikan nasihat yang terkesan menggurui anak. Menurut Barbara, beberapa kalimat seperti: “Sudah seperti saya katakan” atau “Kamu menghabiskan waktu percuma!” tak akan berguna. Tindakan ini tak akan memberi informasi lain yang belum diketahui anak.&lt;br /&gt;“Kalimat yang biasa dikatakan orangtua seperti, jika kamu belajar, kamu tak akan gagal. Atau jika kamu tidak memukul adikmu, maka kamu tak akan dihukum berada di kamar. Saya pikir anak-anak tidak membutuhkan informasi demikian, yang sudah diketahuinya,” katanya.&lt;strong&gt; (okz)&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7544175206027448281-8002389192532371961?l=abu-fatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abu-fatih.blogspot.com/feeds/8002389192532371961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/02/mendidik-berbeda-dengan-menghardik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/8002389192532371961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7544175206027448281/posts/default/8002389192532371961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abu-fatih.blogspot.com/2010/02/mendidik-berbeda-dengan-menghardik.html' title='Mendidik Berbeda dengan Menghardik'/><author><name>izzatulislamfm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16600935035418813361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7544175206027448281.post-6494172638999767995</id><published>2010-02-21T20:14:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T20:14:42.199-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Arus Budaya Syahwat, Dari Seni Cabul Hingga Pelacuran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img align="left" alt="" height="251" src="http://www.muslimdaily.net/berita/generasi%20bebas%20maksiat%20A.jpg" width="249" /&gt;Dunia ini arena mimpi, yang aneh-aneh bisa terjadi. Kiranya, ungkapan itu tepat untuk menggambarkan negeri yang kita cintai ini. Indonesia, sebuah negara yang dibangga-banggakan dengan jumlah Muslim terbesar di dunia ini kini sedang dirundung sakit menahun yang tak kunjung sembuh. Belum selesai satu virus diberantas, datanglah virus lain yang tak kalah ganas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita cermati apa yang terjadi belakangan ini, masyarakat khususnya kaum Muslimin di Indonesia banyak digegerkan dengan bermunculannya upaya untuk menyuburkan kemaksiatan dan kerusakan moral.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kita ingat pada bulan Oktober 2009 lalu, masyarakat dihebohkan dengan akan didatangkannya bintang porno asal Jepang, Maria Ozawa atau Miyabi untuk bermain di film berjudul “Menculik Miyabi” yang diproduksi oleh Maxima Pictures. Kala itu, umat Islam merasa gerah, protes keras dan kecaman pun disuarakan. Karena desakan yang amat kuat, pihak produsen film tersebut membatalkan kedatangan bintang porno itu. Namun mereka tak patah arang. Bahkan, produser Maxima Pictures, Odi Mulya Hidayat, sempat sesumbar untuk memboyong Miyabi ke Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Selain di film Menculik Miyabi, saya akan kontrak Miyabi untuk film lainnya. Bahkan bisa sampai sepuluh film. Sayang kan kalo cuma satu atau dua film,” kata Odi sebagaimana dikutip Pos Kota, Rabu (29/10/09). &lt;span id="more-184"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Belum lagi persoalan itu selesai, Maxima Pictures pada Desember 2009 lalu kembali berulah dengan memproduksi film “Suster Keramas”. Kali ini, Maxima menjadikan bintang porno asal jepang, Rin Sakuragi, sebagai salah satu pemeran utama dari film yang ber&lt;em&gt;genre&lt;/em&gt; horor namun justru banyak adegan porno di dalamnya itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang terbaru, film&lt;em&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;“Hantu Puncak Datang Bulan” yang diproduksi K2K Production kembali membuat ulah. Atas nama kebebasan, seni dan kreativitas, film yang banyak mengumbar aurat dan menebar syahwat itu dibuat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua kejadian itu menggambarkan kepada kita betapa bobroknya kondisi moral masyarakat di negeri ini. Celakanya, semua kebobrokan itu dikemas sedemikian rupa dan diberi label sebagai aktualisasi seni tingkat tinggi. Pertanyaan besar yang terlintas di benak pikiran penulis adalah: ”sudah sedemikian diabaikannya kah masalah moral di negeri ini? Dan sudah sedemikian parahnya pencampakan nilai-nilai luhur agama di tengah masyarakat? Bahkan orang yang menganjurkan kepada moral yang baik dianggap sok moralis”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persoalan inipun seakan mengingatkan kita pada kebobrokan moral dari bangsa terdahulu. Syaikh Abul A’la Al Maududi di dalam bukunya berjudul ”Al-Hijab” (Pustaka Risalah: 1986) menyebutkan sejarah kelam masyarakat Yunani yang terbuai dengan nafsu seksual mereka yang liar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Citra estetika dan pemujaan terhadap keindahan, tumbuh dalam masyarakat Yunani. Begitu pula kehausan akan kesenangan birahi dan kepuasan seksual mulai mendapatkan penyaluran lewat penciptaan manusia-manusia bugil dalam karya seni yang didasarkan pada sebuah upaya meringankan perasaan seksual, dan akhirnya menghilangkan perasaan seksual, untuk mewujudkan moral rendah hati.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Parahnya, menurut Al-Maududi, para filosof ataupun orang pintar dari bangsa Yunani justru menganggap hal itu bukan suatu masalah, bahkan perlu diapresiasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Mereka menjadi begitu merendahkan serta merusakkan tabiatnya, bahkan para filosof dan para moralis tidak memandang perzinaan dan kejangakannya sebagai alasan untuk mendapat hukuman. Lelaki pada umumnya memandang bahwa pernikahan itu sebagai suatu batasan yang tidak perlu dan persetubuhan di luar pernikahan merupakan sesuatu yang sempurna, sesuai dengan undang-undang yang dianggap benar,” tulis Al-Maududi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini tampaknya sama dengan kondisi di tengah masyarakat. Banyak orang yang menganggap film semacam itu biasa, tak ada yang aneh sehingga tak perlu dilarang. Dalih mereka, itu semua adalah bentuk berkesenian dan berkreativitas. Melarangnya, sama saja memasung rasa seni dan kreativitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi masyarakat atau bangsa yang sudah rusak moralnya semacam ini, lanjut Al-Maududi, hanya akan menjadi kenangan sejarah dan tak akan bangkit menjadi hebat lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Sejarah akan membuktikan, bahwa setelah melalui periode yang istimewa dan membanggakan bagi bangsa Yunani, maka periode itu tidak akan pernah mendapat kesempatan muncul kedua kalinya untuk menyusul kembali menjadi lebih membanggakan,” lanjut Ulama ternama Pakistan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dari Film Cabul Ke Pelacuran&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah lain yang erat kaitannya dengan kemerosotan moral ini adalah merebaknya perzinaan dan banyak bermunculan rumah bordil (tempat pelacuran). Masalah ini memang bukan masalah baru alias sudah membudaya dan menjadi problem turunan dari masa ke masa. Hingga kini belum ada data yang pasti mengenai jumlah tempat pelacuran di negeri ini. Namun, data dari UNDP (&lt;em&gt;United Nations Development Programme&lt;/em&gt;) pada tahun 2003 lalu setidaknya dapat memberikan gambaran kepada kita betapa parahnya masalah moral di negeri ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;UNDP mengestimasikan pada tahun 2003, di Indonesia terdapat 190 ribu hingga 270 ribu pelacur (istilah halusnya: Pekerja Seks Komersial/ PSK) dengan 7 hingga 10 juta pelanggan. Sementara penggunaan kondom di bawah 10 persen (sekitar 5,8 persen). Entah berapa jumlahnya sekarang, bisa jadi jauh lebih fantastis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Solo, baru-baru ini ada suatu wacana yang cukup menarik. Sekumpulan masyarakat yang mengatasnamakan dirinya ”Solidaritas masyarakat pinggiran Surakarta (Sompis)” mengusulkan dibukanya kembali lokalisasi bagi aktivitas para pelacur. Lokalisasi yang mereka maksud adalah ”lokalisasi Silir” yang telah resmi ditutup oleh Pemerintah Kota Solo pada 1997 lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usulan tersebut disampaikan oleh Sompis ketika beraudiensi dengan para wakil rakyat di ruang kepanitiaan DPRD Solo pada Selasa (2/2) lalu. Mereka beralasan, usulan tersebut sebagai upaya kontrol atas merebaknya virus HIV/AIDS di Kota Bengawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu perwakilan Sompis, Deni mengungkapkan, lokalisasi dapat mengontrol penyebaran penyakit HIV/AIDS. Bahkan, di beberapa negara, PSK sudah dianggap sebagai salah satu pekerjaan. “Kenapa Solo tidak (bisa)? Kami harap apa yang menjadi masukan PSK bisa direalisasi,” ujarnya. (&lt;em&gt;www.solopos.com&lt;/em&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Alasan semacam itu sebenarnya bukan alasan baru. Pertanyaan yang kemudian perlu diajukan adalah bagaimana logikanya sebuah lokalisasi dapat menjadi upaya kontrol terhadap HIV/ AIDS? Selanjutnya, jika memang lokalisasi dapat mencegah supaya orang tidak berzina di sembarang tempat, maka logikanya kita juga harus menyediakan lokalisasi untuk para pencuri, koruptor, pembunuh dan sebagainya karena toh alasannya juga sama, supaya mereka tidak mencuri, korupsi dan membunuh di sembarang tempat. Bisa kita bayangkan jika usulan semacam itu benar-benar diterapkan secara &lt;em&gt;fair&lt;/em&gt;, maka akan ada daerah kantong perzinahan, daerah lokalisasi pencurian, departemen atau lembaga lokalisasi para koruptor dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Memang di negara barat, orang melacur bukan suatu hal yang tabu, bahkan dianggap biasa. Itupun masih ”sangat biasa” jika kita bandingkan dengan sejarah bangsa Yunani. Bagi bangsa Yunani, perzinahan bukan hanya suatu hal yang boleh, tapi merupakan bagian dari agama dan bentuk peribadahan kepada dewa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Al-Maududi mengungkapkan di dalam bukunya ”Al-Hijab” bahwa hal itu bermula karena pemujaan bangsa Yunani kepada seorang dewi bernama &lt;em&gt;Aphrodite&lt;/em&gt; yang dianggap sebagai dewi kecantikan dan cinta. Berdasarkan mitologi Yunani, dewi &lt;em&gt;Aphrodite&lt;/em&gt; yang merupakan istri sah seorang dewa, telah melakukan hubungan gelap dengan tiga dewa lainnya. Salah satunya adalah dengan dewa kematian yang akhirnya melahirkan dewa baru bernama &lt;em&gt;Cupid&lt;/em&gt; atau dewa Asmara. Tegasnya, dewa bernama &lt;em&gt;Cupid&lt;/em&gt; itu adalah anak hasil perselingkuhan antara dewa kematian dengan dewi kecantikan dan cinta/ &lt;em&gt;Aphrodite&lt;/em&gt;. (Berdasarkan mitologi ini, maka kebiasaan yang tersebar di kalangan masyarakat, terutama generasi muda, yang menggunakan simbolisasi dewa &lt;em&gt;Cupid&lt;/em&gt; –yang berwujud bayi dan membawa panah ”asmara”– untuk mengungkapkan perasaan cintanya kepada lawan jenis terlebih di saat ”hari raya valentine” merupakan bentuk pelestarian dan dukungan pada perselingkuhan. &lt;em&gt;Na’udzubillah&lt;/em&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Implikasi dari keyakinan itu, lanjut Al-Maududi, kemudian melahirkan pandangan bahwa rumah pelacuran adalah tempat pemujaan. Sedangkan para pelacur dipandang sebagai gadis-gadis yang bertawakal dan berdedikasi terhadap tempat pemujaan dan perzinahan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pandangan Islam&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bukan hal yang aneh sebenarnya, jika kita mencoba menyimak apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah tentang kondisi akhir zaman di dalam satu sabda beliau:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Di antara tanda-tanda kiamat ialah ilmu terangkat, kebodohan menjadi dominan, arak menjadi minuman biasa, &lt;strong&gt;zina dilakukan terang-terangan&lt;/strong&gt;, wanita berlipat banyak, dan laki-laki berkurang sehingga lima puluh orang wanita berbanding seorang pria.” (HR. Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Islam dengan jelas memberikan &lt;em&gt;”warning”&lt;/em&gt; (peringatan) kepada ummatnya supaya tidak mendekati zina. Bukan sekedar jangan berzina, tapi lebih tegas, jangan dekati zina. Karena jika orang sudah dekat-dekat dengan perbuatan yang menjurus kepada zina, pada akhirnya akan menyeret orang itu ke lembah perzinahan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (&lt;/span&gt;Al Israa’: &lt;span class="gen"&gt;32&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bahkan, Islam dengan tegas memberikan hukuman kepada orang yang berzina dan dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan oleh empat orang saksi, untuk diterapkan hukuman dera atau rajam kepadanya. Bagi orang yang belum menikah dikenakan 100 kali dera, sedang bagi mereka yang sudah berkeluarga mendapatkan rajam atau dera hingga mati.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (&lt;/span&gt;An Nuur: &lt;span class="gen"&gt;2&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang menarik dari ayat di atas adalah pernyataan Allah, “…dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah…”. Inilah jawaban Allah kepada orang yang bertanya, “apa ruginya bagi kita kalau mereka berzina? Toh suka sama suka, tidak ada yang dirugikan, bahkan saling menguntungkan”. Allah katakan: Jangan belas kasihan kepada mereka menjadikanmu enggan menegakkan hukum Allah. Persoalan ini mungkin akan beda urusannya kalau masalah pencurian, korupsi atau pembunuhan, karena ada yang pihak dirugikan dan ada yang merugikan, sehingga orang akan tega menjatuhkan hukuman kepada pihak yang merugikan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tentunya penerapan hukum tersebut harus penuh kebijaksanaan, tak bisa asal rajam, ada aturan yang ketat. Perlu sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat umum tentang hukuman itu, perlu saksi yang benar-benar menyaksikan hal itu. Penting juga sembari memberikan sosialisasi, pihak yang bertanggung jawab –dalam hal ini adalah pemerintah– untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Jika kebutuhan hidup pokok untuk “menyambung hidup” sudah dapat terpenuhi, tapi masih ada yang nekat melacur, maka kiranya pantas sanksi yang tegas itu. Hal ini perlu penulis tegaskan, karena kenyataan yang ada, tidak semua orang yang melacur karena tuntutan kebutuhan ekonomi, atau untuk menghidupi keluarga. Tapi ada juga yang melacur untuk memenuhi gaya hidup, mengikuti trend zaman yang tentu butuh ongkos mahal. Bagi orang seperti ini, hukuman rajam kiranya sangatlah pantas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun sayang, solusi &lt;em&gt;ilahiah&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;qur’ani&lt;/em&gt; itu baru dapat kita angankan, belum dapat terwujud di negara yang kita cintai ini. Bahkan, solusi dari Allah itu sering diejek bahkan diperolokkan, ka
