Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendidikan

Mewaspadai Pengaruh Situs Jejaring Sosial Pada Anak

Gambar
Berkembangnya situs jejaring sosial sebagai tren komunikasi masyarakat modern, perlu disikapi para orang tua dengan hati-hati. Pasalnya, anak-anak dikhawatirkan dapat terpengaruh negatif dengan arus informasi yang demikian bebas dalam situs jejaring sosial. Riset di Inggris baru-baru ini mencatat, 3/4 anak-anak mengunjungi situs jejaring sosial tanpa sepengetahuan orang tua. Rata-rata dari mereka merupakan anak-anak yang pernah dihukum orang tuanya saat ketahuan mengunjungi situs pertemanan macam Facebook atau Bebo. "Di Eropa, mayoritas remaja pengguna internet aktif mengakses situs jejaring sosial, dan di Inggris raya, sekitar 3/4 remaja pengguna internet mengakses situs yang sama," tukas peneliti, Profesor Tanya Brown seperti yang dilansir Telegraph , Senin (30/11).

Be Yourself dengan Islam donk!

Gambar
“Be yourself, even you’re nobody” Kutipan di atas saya dapat dari sebuah acara remaja di TV yang menyajikan tema tentang remaja. Sekilas memang terdengar keren, tapi sebetulnya kutipan di atas banyak menyisakan tanya loh. Kok bisa? Be yourself. Kayaknya semua orang deh selalu mengatakan hal senada untuk be yourself alias menjadi diri kamu sendiri. Ya iyalah, mana enak menjadi diri orang lain. Lagipula, emang boleh diri orang lain kamu pinjam meskipun sementara? Jadi, bagaimanapun kondisinya, menjadi diri sendiri itu emang yang the best. Masalahnya, menjadi diri sendiri yang seperti apa yang harus dilakukan? Biasanya pertanyaan beginian nih yang bikin remaja puyeng

Tugas Kita, Bukan Sekolah

Gambar
Di tangan orangtualah anak-anak tumbuh dan menemukan jalan-jalannya. Ajari kebaikan dan pilihkan sekolah agama yang baik Jumat malam, menjelang penutupan tahun 2009, seorang teman mengadu. Ia begitu kecewa dengan sekolah tempat anaknya belajar. “Saya sudah bayar mahal-mahal, hasilnya cuma segitu,“ ujar pria, sebut saja namanya Ilham (35). Pekerja super sibuk ini tentu punya asalan mengapa ia begitu marah. Menurutnya, ia sudah memilih sekolah yang tepat, gedung megah, fasilitas lengkap, dan teman-teman terhormat. Semuanya sudah ada. Berkualitas. Kurang apa lagi? Tapi nampaknya ia kecele. Setelah beberapa tahun perjalanan perkembangan sang anak, ia tak menemui sikap dan tindakan sang buah hati seperti yang diharapkannya. Ia mengaku, anaknya punya nilai akademik di atas rata-rata. Hanya kesopan dan akidahnya di bawah rata-rata.